Forum Sahabat Silat

Bahasa Indonesia => Tokoh Pencak Silat => Topic started by: acepilot on 27/02/2011 01:23

Title: Pangeran Diponegoro
Post by: acepilot on 27/02/2011 01:23
Pangeran Diponegoro (menurut wikipedia)

Pangeran Diponegoro (lahir di Yogyakarta, 11 November 1785 – meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun) adalah salah seorang pahlawan nasional Republik Indonesia. Makamnya berada di Makassar.

Asal-usul Diponegoro
Diponegoro adalah putra sulung Hamengkubuwana III, seorang raja Mataram di Yogyakarta. Lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta dari seorang garwa ampeyan (selir) bernama R.A. Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri non permaisuri) yang berasal dari Pacitan. Pangeran Diponegoro bernama kecil Raden Mas Ontowiryo.

Menyadari kedudukannya sebagai putra seorang selir, Diponegoro menolak keinginan ayahnya, Sultan Hamengkubuwana III, untuk mengangkatnya menjadi raja. Ia menolak mengingat ibunya bukanlah permaisuri. Diponegoro mempunyai 3 orang istri, yaitu: Bendara Raden Ayu Antawirya, Raden Ayu Ratnaningsih, & Raden Ayu Ratnaningrum.

Diponegoro lebih tertarik pada kehidupan keagamaan dan merakyat sehingga ia lebih suka tinggal di Tegalrejo tempat tinggal eyang buyut putrinya, permaisuri dari HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada di keraton. Pemberontakannya terhadap keraton dimulai sejak kepemimpinan Hamengkubuwana V (1822) dimana Diponegoro menjadi salah satu anggota perwalian yang mendampingi Hamengkubuwana V yang baru berusia 3 tahun, sedangkan pemerintahan sehari-hari dipegang oleh Patih Danurejo bersama Residen Belanda. Cara perwalian seperti itu tidak disetujui Diponegoro.

Riwayat perjuangan
Perang Diponegoro berawal ketika pihak Belanda memasang patok di tanah milik Diponegoro di desa Tegalrejo. Saat itu, beliau memang sudah muak dengan kelakuan Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan sangat mengeksploitasi rakyat dengan pembebanan pajak.

Sikap Diponegoro yang menentang Belanda secara terbuka, mendapat simpati dan dukungan rakyat. Atas saran Pangeran Mangkubumi, pamannya, Diponegoro menyingkir dari Tegalrejo, dan membuat markas di sebuah goa yang bernama Goa Selarong. Saat itu, Diponegoro menyatakan bahwa perlawanannya adalah perang sabil, perlawanan menghadapi kaum kafir. Semangat "perang sabil" yang dikobarkan Diponegoro membawa pengaruh luas hingga ke wilayah Pacitan dan Kedu. Salah seorang tokoh agama di Surakarta, Kyai Maja, ikut bergabung dengan pasukan Diponegoro di Goa Selarong.

Selama perang ini kerugian pihak Belanda tidak kurang dari 15.000 tentara dan 20 juta gulden.

Berbagai cara terus diupayakan Belanda untuk menangkap Diponegoro. Bahkan sayembara pun dipergunakan. Hadiah 50.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap Diponegoro. Sampai akhirnya Diponegoro ditangkap pada 1830.

Penangkapan dan pengasingan
    * 16 Februari 1830 Pangeran Diponegoro dan Kolonel Cleerens bertemu di Remo Kamal, Bagelen (sekarang masuk wilayah Purworejo). Cleerens mengusulkan agar Kanjeng Pangeran dan pengikutnya berdiam dulu di Menoreh sambil menunggu kedatangan Letnan Gubernur Jenderal Markus de Kock dari Batavia.

    * 28 Maret 1830 Diponegoro menemui Jenderal de Kock di Magelang. De Kock memaksa mengadakan perundingan dan mendesak Diponegoro agar menghentikan perang. Permintaan itu ditolak Diponegoro. Tetapi Belanda telah menyiapkan penyergapan dengan teliti. Hari itu juga Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Ungaran, kemudian dibawa ke Gedung Karesidenan Semarang, dan langsung ke Batavia menggunakan kapal Pollux pada 5 April.

    * 11 April 1830 sampai di Batavia dan ditawan di Stadhuis (sekarang gedung Museum Fatahillah). Sambil menunggu keputusan penyelesaian dari Gubernur Jenderal Van den Bosch.

    * 30 April 1830 keputusan pun keluar. Pangeran Diponegoro, Raden Ayu Retnaningsih, Tumenggung Diposono dan istri, serta para pengikut lainnya seperti Mertoleksono, Banteng Wereng, dan Nyai Sotaruno akan dibuang ke Manado.

    * 3 Mei 1830 Diponegoro dan rombongan diberangkatkan dengan kapal Pollux ke Manado dan ditawan di benteng Amsterdam.

    * 1834 dipindahkan ke benteng Rotterdam di Makassar, Sulawesi Selatan.

    * 8 Januari 1855 Diponegoro wafat dan dimakamkan di kampung Jawa Makassar.

Dalam perjuangannya, Pangeran Diponegoro dibantu oleh puteranya bernama Bagus Singlon atau Ki Sodewo. Ki Sodewo melakukan peperangan di wilayah Kulon Progo dan Bagelen.

Bagus Singlon atau Ki Sodewo adalah Putera Pangeran Diponegoro dengan Raden Ayu Citrowati Puteri Bupati Madiun Raden Ronggo. Raden Ayu Citrowati adalah saudara satu ayah lain ibu dengan Sentot Prawiro Dirjo. Nama Raden Mas Singlon atau Bagus Singlon atau Ki Sodewo snediri telah masuk dalam daftar silsilah yang dikeluarkan oleh Tepas Darah Dalem Keraton Yogyakarta.

Perjuangan Ki Sodewo untuk mendampingi ayahnya dilandasi rasa dendam pada kematian eyangnya (Ronggo) dan ibundanya ketika Raden Ronggo dipaksa menyerah karena memberontak kepada Belanda. Melalui tangan-tangan pangeran Mataram yang sudah dikendalikan oleh Patih Danurejo, maka Raden Ronggo dapat ditaklukkan. Ki Sodewo kecil dan Sentot bersama keluarga bupati Madiun lalu diserahkan ke Keraton sebagai barang bukti suksesnya penyerbuan.

Ki Sodewo yang masih bayi lalu diambil oleh Pangeran Diponegoro lalu dititipkan pada sahabatnya bernama Ki Tembi. Ki Tembi lalu membawanya pergi dan selalu berpindah-pindah tempat agar keberadaannya tidak tercium oleh Belanda. Belanda sendiri pada saat itu sangat membenci anak turun Raden Ronggo yang sejak dulu terkenal sebagai penentang Belanda. Atas kehendak Pangeran Diponegoro, bayi tersebut diberi nama Singlon yang artinya penyamaran.

Keturunan Ki Sodewo saat ini banyak tinggal di bekas kantung-kantung perjuangan Ki Sodewo pada saat itu dengan bermacam macam profesi. Dengan restu para sesepuh dan dimotori oleh keturunan ke 7 Pangeran Diponegoro yang bernama Raden Roni Muryanto, Keturunan Ki Sodewo membentuk sebuah paguyuban dengan nama Paguyuban Trah Sodewo.

Setidaknya Pangeran Diponegoro mempunyai 17 putra dan 5 orang putri, yang semuanya kini hidup tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Jawa, Sulawesi & Maluku.


Bagi para sesepuh dan mas-mas yang mengerti atau mungkin pernah mendengar kisah kepahlawanan, kesaktian ataukah ilmu, lineage, atau apapun yang berkaitan dengan pangeran diponegoro silahkan share disini, monggo dijabarkan.

katanya sih pangeran diponegoro ini sakti mandraguna, selentingan mengatakan jika beliau maju ke medan perang maka kaki kuda yang ditungganginya tidak menapak tanah, apakah ini benar?
mohon pencerahannya para sesepuh sekalian.
salam.
Title: Re: Pangeran Diponegoro
Post by: dsbasuki on 27/02/2011 07:08
Bagi para sesepuh dan mas-mas yang mengerti atau mungkin pernah mendengar kisah kepahlawanan, kesaktian ataukah ilmu, lineage, atau apapun yang berkaitan dengan pangeran diponegoro silahkan share disini, monggo dijabarkan.

katanya sih pangeran diponegoro ini sakti mandraguna, selentingan mengatakan jika beliau maju ke medan perang maka kaki kuda yang ditungganginya tidak menapak tanah, apakah ini benar?
mohon pencerahannya para sesepuh sekalian.
salam.

Salam Buat Semuanya,
Wah, ada thread yang membahas Eyang Dipo. Sebelum lanjut, ini silsilah resmi saya sampai ke Eyang Dipo:
Pangeran Diponegoro --> Bagus Singlon (RM Notodirdjo) --> Abdoellah Prawiro Rahardjo --> Soewardi Danoeadisoerjo --> W.R. Basuki --> DSB.

Kalau dari cerita yang saya dapatkan dari cerita tutur, Eyang Dipo memang sakti mandraguna. Tetapi apakah kuda Beliau tidak menapak tanah ketika maju berperang, saya tidak tahu. Salah satu bukti kesaktian Beliau yang masih bisa dilihat adalah jebolnya tembok tebal hanya dengan sekali pukul.
Eyang Dipo adalah seorang ulama pada masanya. Yang jarang (atau nyaris tidak pernah disinggung atau disebut), Beliau itu juga seorang haji, dan sempat berguru kepada beberapa ulama di Mekah, sebelum pulang kembali ke tanah Jawa.

Salam...
Title: Re: Pangeran Diponegoro
Post by: acepilot on 27/02/2011 08:18
Bagi para sesepuh dan mas-mas yang mengerti atau mungkin pernah mendengar kisah kepahlawanan, kesaktian ataukah ilmu, lineage, atau apapun yang berkaitan dengan pangeran diponegoro silahkan share disini, monggo dijabarkan.

katanya sih pangeran diponegoro ini sakti mandraguna, selentingan mengatakan jika beliau maju ke medan perang maka kaki kuda yang ditungganginya tidak menapak tanah, apakah ini benar?
mohon pencerahannya para sesepuh sekalian.
salam.

Salam Buat Semuanya,
Wah, ada thread yang membahas Eyang Dipo. Sebelum lanjut, ini silsilah resmi saya sampai ke Eyang Dipo:
Pangeran Diponegoro --> Bagus Singlon (RM Notodirdjo) --> Abdoellah Prawiro Rahardjo --> Soewardi Danoeadisoerjo --> W.R. Basuki --> DSB.

Kalau dari cerita yang saya dapatkan dari cerita tutur, Eyang Dipo memang sakti mandraguna. Tetapi apakah kuda Beliau tidak menapak tanah ketika maju berperang, saya tidak tahu. Salah satu bukti kesaktian Beliau yang masih bisa dilihat adalah jebolnya tembok tebal hanya dengan sekali pukul.
Eyang Dipo adalah seorang ulama pada masanya. Yang jarang (atau nyaris tidak pernah disinggung atau disebut), Beliau itu juga seorang haji, dan sempat berguru kepada beberapa ulama di Mekah, sebelum pulang kembali ke tanah Jawa.

Salam...
wah saya malah baru tahu kalau eyang dipo pernah berhaji dan berguru di mekah, mantap infonya..  [top]

oiya waktu itu malah ada yang ngepost begini nih :

3. Yang ini gak ada hubungannya dengan sejarah, suatu saat sekitar tahun 90an awal, saya berkunjung ke Musium Diponegoro di Jogja, guide kami waktu itu mengatakan saat menunjukkan tembok yang dijebol pangeran Diponegoro. Seingat saya waktu itu tingginya sekitar 2m, tebal min. 50cm, dan lebar 3m.  Guide itu dengan tenangnya berujar, bahwa kalau sekarang yang bisa melakukan hal seperti ini murid2 MP. Apakah kalau sudah memainkan dan menyerap getaran alam, penyalurannya bisa berupa tenaga destruktif seperti itu?

Salam hormat

ada juga selentingan yang menyebutkan ada misteri yang menyelimuti hilangnya keris pangeran diponegoro yaitu keris kyai "nogo siloeman / naga siluman" yang kabarnya pernah dipegang franz ferdinand yang akhirnya terbunuh dan menjadi penyebab perang dunia pertama lalu masuk musium lalu hilang ada yang bilang kalau keris itu "dicuri" oleh saudaranya pangeran diponegoro yaitu raden saleh untuk dikembalikan ke tanah jawa ada yang juga bilang kerisnya muksa (hilang)..

http://www.raden-saleh.org/penangkapandiponegoro.html
Title: Re: Pangeran Diponegoro
Post by: acepilot on 27/02/2011 09:58
^^^
yang saya maksud diatas kabarnya franz ferdinand pernah memiliki sementara keris tersebut lalu katanya karena kena "karma atau tuah" dari keris tersebut dia terbunuh.
ya mungkin cerita franz ferdinand ni di bumbui oleh orang2 yang melihat dari sudut pandang magis.
akhir dari perjalanan keris tersebut adalah di musium tapi akhirnya "menghilang" entah kemana.
salam..
Title: Re: Pangeran Diponegoro
Post by: acepilot on 12/07/2011 22:25
UPDATE.. :)

ada yang bilang ke saya begini nih :

Quote from: hebiryu;441081215
kalo mas acepilot pengen tahu tentang pangeran diponegoro silahkan beli bukunya. kalo dikalangan orang supra, pangeran diponegoro terkenal sebagai ahli hikmah. ilmu andalannya adalah jaljalut kubro. itu yg digunakan untuk jebol benteng.

kalo bukti yg sering disebut2 sebagai ilmu MP adalah bekas tangan pangeran diponegoro di meja perundingan yg sekarang katanya tersimpan di makasar.
http://www.kaskus.us/showpost.php?p=441081215&postcount=2164



Quote from: hebiryu;443546363
kan ada di tulisan sebelumnya kalo pangeran diponegoro punya guru di mekkah. kalo gak salah, pangeran diponegoro memang digadang-gadang sebagai herucokro - penyelamat tanah jawa - sejak lahir. makanya dia digodog berbagai macam keilmuan. gurunya ada di mana2. untuk lebih jelasnya silahkan baca biografinya.
http://www.kaskus.us/showpost.php?p=443546363&postcount=2169
Title: Re: Pangeran Diponegoro
Post by: bebekkwek on 04/09/2012 18:46
Bisa diudate link'nya nggak,om? Gak bisa dibuka nih...  :'(



[edit: kalau mnjawab trit sebelumnya, tidak perlu di quote]
Title: Re: Pangeran Diponegoro
Post by: pamungkas5 on 07/09/2012 08:15
Bisa diudate link'nya nggak,om? Gak bisa dibuka nih...  :'(
Tinggal diganti saja mas kaskus.us jadi kaskus.co.id

http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=441081215&postcount=2164
http://www.kaskus.co.id/showpost.php?p=443546363&postcount=2169
Title: Re: Pangeran Diponegoro
Post by: faiz on 07/09/2012 10:39
Ada yg bisa ceritain kisah Kyai Mojo?
Alm.Ayah ane yg org Sragen waktu bujangan pernah ditemuin 'spirit' yg mengaku bernama Kyai Mojo dan menitipkan pusaka ghaib brupa tongkat yg brnama Nogososro.  Apakah Kyai Mojo yg membantu pangeran diponegoro ini juga memiliki tongkat?
Title: Re: Pangeran Diponegoro
Post by: anaknaga on 14/09/2012 14:34
Mas Faiz,
klo spirit alias khodam alias jin alis MG, bisa ngaku-ngaku siapa dia. ngaku malaikat, atau malah ngaku tuhan.
jadi kudu waspada terhadap MG ngaku-ngaku karena dalam dunia ghaib ga ada e-ktp atau pasport.  x-))
Title: Re: Pangeran Diponegoro
Post by: faiz on 14/09/2012 15:40
Betul mas anaknaga,saya setuju.
Masalahnya,krn suatu hal,tongkat ghaib nogososro tsb meninggalkan bapak saya,tapi kmudian datang ke sepupu bapak saya.
Hanya mencari kmungkinan adanya silsilah keluarga dgn Kyai Mojo.
Tidak ada asap tanpa api..soalnya bapak saya ga pernah blajar ilmu2 supra.