+-

Video Silat

Shoutbox

23/12/2019 08:32 anaknaga: Tidak bisa masuk thread. dah lama tidak nengok perkembangan forum ini.
salam perguruan dan padepokan silat seluruh nusantara.
02/07/2019 18:01 Putra Petir: Akhirnya masuk jua... wkwkwk
13/12/2016 10:49 Taufan: Yuk ke Festival Kampung Silat Jampang 17-18 Desember 2016!!!
20/09/2016 16:45 Dolly Maylissa: kangen diskusi disini
11/02/2016 15:58 Taufan: Alhamdulillah SS sudah ON lagi ;-)
07/01/2016 10:00 luri: wa 'alaikumussalam
04/01/2016 20:21 May Lee: Assalamu 'alaikum
View Shout History

Recent Topics

Minta Do`a dan bimbingan para suhu dan sesepuh silat :D. SANDEKALA by zvprakozo
10/04/2019 18:34

PPS Betako Merpati Putih by acepilot
18/10/2018 17:03

On our book: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
13/03/2017 14:37

Siaran Radio ttg. Musik Pencak Silat di Stasiun "BR-Klassik / Musik der Welt" by Ilmu Padi
12/01/2017 16:19

Tentang buku kami: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
17/10/2016 20:27

Hoby Miara Jin by anaknaga
19/09/2016 04:50

TALKSHOW SILAT - Silat Untuk Kehidupan by luri
22/06/2016 08:11

Thi Khi I Beng by aki sija
17/08/2015 06:19

[BUKUTAMU] by devil
09/06/2015 21:51

Daftar Aliran dan Perguruan di Indonesia by devil
01/06/2015 14:01

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
01/06/2015 13:59

Persilatan Jurus Lima (Sabandar) by Marsudi Eko
14/05/2015 19:36

Kebugaran Merpati Putih by mpcrb
22/04/2015 16:16

PAWAI JAMBORE PENCAK 2015 by luri
20/04/2015 16:20

ALM. Kong Nur ( BEKSI Kampung Sawah) by initial_d
30/03/2015 14:02

SilatIndonesia.Com

Author Topic: LO BAN TENG, LO BERANI ?  (Read 46459 times)

bangajad

  • Moderator
  • Anggota Tetap
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 103
  • Reputation: 13
  • bangajad
    • Email
LO BAN TENG, LO BERANI ?
« on: 29/06/2007 09:04 »
Tanpa bermaksud menyinggung masalah SARA tulisan ini hanya ingin mengetahui rasa nasionalisme kaum minoritas yang selalu berusaha mendapatkan perlakuan yang sama di Negara ini.

Sebelumnya saya ingin memaparkan sosok Lo Ban Teng merupakan ahli kuntao kesohor dan konon tak terkalahkan pada masanya. Ia merupakan murid dari Yoe Tjoen Gan dengan alirannya kungfu Siauw Lim Ho Yang Pay. Lo Ban Teng lahir di kampung Tang-Ua-Bee-Kee, kota Cio-bee, propinsi Hok-kian, Tiongkok Tengah pada tanggal 1 bulan keenam tahun 2437 (Masehi 1886). Setelah sebelumnya pernah mengunjungi Semarang pada waktu remaja, Lo Ban Teng menetap di Semarang sejak 1927 karena kecantol dengan seorang gadis bernama Go Bin Nio.

Salah satu aksi Lo Ban Teng yang menghebohkan dunia persilatan di tanah Jawa pada waktu itu ialah ketika ia mengadakan acara Tjing Pie Say, acara dimana seni beladiri di tampilkan. Secara tradisi Cina, orang yang berani mengadakan acara Tjing Pie Say adalah seorang pemberani yang siap membuktikan kemampuannya menghadapi siapapun dalam hal seni beladiri. Acara ini dilaksanakan di Solo, Semarang, dan Yogya. Penyelenggara juga menempelkan poster-poster yg provokatif seperti: "Bwee Pa, Tju Li Lay" (Kalau mau coba, silahkan muncul), "Kia Sia Em Tang Lay" (Kalau takut mati, lebih baik jangan datang), "Pa Sie Ka Tie Tay" (Kalau kena serangan maut, urus sendiri kuburan anda) dll. Namun demikian pada saat itu tidak ada respon dari para pendekar di tanah Jawa. Lo Ban Teng malah menerima surat kaleng berisi ancaman bahwa kalau ia tidak tutup mulut akan dipulangkan ke Cina dengan tendangan. Lo Ban Teng membalas ancaman ini dengan menantang sang penulis surat kaleng untuk muncul di muka publik. Festival Tjing Pie Say akhirnya dihentikan karena terlalu mahal dan tidak mencapai tujuannya yaitu untuk mencari ahli beladiri yang hebat di tanah jawa pada saat itu.

Pada saat acara Tjing Pie Say diadakan (tahun 1931) Indonesia sedang dalam masa memperjuangkan kemerdekaan dari penjajah. Bagaimana bisa seorang Lo Ban Teng sebagai seorang ahli beladiri dan bagian dari penduduk Indonesia yang hidup dan mencari nafkah di Indonesia mengadakan acara yang hanya ingin menunjukkan kehebatan dan egonya saja. Mengapa ia tidak berusaha membantu dengan kemampuan yang dimilikinya untuk membantu perjuangan bangsa Indonesia ?

Apapun alasannya, itu bukanlah sesuatu hal yang pantas untuk dibanggakan. Tidak adanya respon yang dari para pendekar / ahli beladiri di tanah Jawa bukan berarti bahwa mereka tunduk atau takut terhadap kemampuan yang dimiliki oleh Lo Ban Teng. Bahkan belum tentu semua orang mengenal nama Lo Ban Teng.

Namun saya juga ingin menyampaikan kritik terhadap para pendekar / ahli beladiri di tanah Jawa yang tidak merespon tantangan yang diberikan oleh Lo Ban Teng. Apakah tidak ada seorang pun yang mampu membela harga diri bangsanya ? Padahal dalam sejarah beberapa guru besar yang pernah hidup di jaman itu disebutkan bahwa mereka pernah mengalahkan jago-jago kuntau dari China namun tanpa menyebutkan nama dan aliran dari lawannya.

Pada masa pendudukan Belanda, penduduk Indonesia di bagi menjadi tiga :
1.   Penduduk kelas satu, bangsa Eropa
2.   Penduduk kelas dua, bangsa Timur Asing
3.   Penduduk pribumi

Adanya perbedaan yang dibuat oleh penjajah dimaksudkan untuk memecah-belah persatuan yang ada di masyarakat jajahannya. Padahal jauh sebelumnya telah ada hubungan yang baik antara bangsa pribumi dengan bangsa pendatang termasuk orang-orang Tionghoa.

Ada beberapa catatan menarik bagi saya mengenai pengaruh seni beladiri China terhadap pertumbuhan seni beladiri di tanah air. Misalnya perkembangan pencak silat atau maen pukulan di daerah Betawi yang dipengaruhi oleh seni beladiri China. Silat Beksi merupakan seni beladiri yang berasal dari Negeri China yang dibawa pertama kalinya ke Indonesia (Batavia.red) oleh seorang guru keturunan China yang bernama “ Lie Ceng Oek” yang bermukim dan bertempat tinggal di daerah Dadap, Tangerang. Hingga saat ini hubungan silahturami antara Perguruan Pencak Silat BEKSI dengan keluarga besar Lie Ceng Oek tetap terjaga melalui pertemuan yang diadakan setiap tahun. Lalu ada pula Silat Kwitang yang dalam sejarahnya mendapat pengaruh dari seorang ahli beladiri asal China ”Kwee Tang Im” , yang kemudian namanya juga dijadikan nama daerah tersebut. Kedua Silat ini lalu berkembang dan menjadi bagian budaya Betawi yang dapat dibanggakan.

Banyaknya hal yang dapat memicu perselisihan dan stereotipe etnis terhadap kaum minoritas harus dihindari. Dengan adanya interaksi antara semua lapisan masyarakat, khususnya dalam mengembangkan seni beladiri pencak silat di Indonesia akan tercipta rasa persatuan dan persaudaraan yang kuat antar elemen bangsa. Lalu bagaimana dengan kontribusi ahli beladiri China lainnya yang hidup dan tinggal di Indonesia ? Saya harap adanya respon mengenai tulisan ini.

adi_sa35

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 41
  • Reputation: 2
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #1 on: 29/06/2007 10:31 »
Hi salam kenal Mas,
sebenernya ga tau persis kenapa tantangannya ga dibalas   :D  , tapi biasanya mereka (ahli beladiri di tanah Jawa waktu itu) punya alasan sendiri kenapa seperti itu, karena referensinya jg berbeda dengan kita yg hanya membaca dari sejarah tanpa mengalami langsung, mungkin ada sesuatu yg off the record :d yg terjadi waktu itu.
biasanya kalau guru2 besar itu kalau menjalani pertarungan itu suka diam gak banyak omong dan publikasi, yg suka ember itu biasanya muridnya. :)

kisawung

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 14
  • Posts: 458
  • Reputation: 73
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #2 on: 29/06/2007 10:55 »
Saya pribadi pernah berjumpa dengan beberapa orang murid2 Lo Ban Teng
entah apakah mereka itu level murid langsung ataukah  level cucu murid  :)

namun yang jelas, akibat dari diskusi kepada mereka, sedikit banyaknya,
aku jadi tahu tentang salah satu tokoh kuntaw dahulu yg termasyhur di Indonesia

namun cerita dari Bang Ajad, sungguh merupakan informasi yang baru buatku
dan memang harus diakui, masa itu sebenarnya bukan hanya Lo Banteng saja,
yang mengadakan acara semacam tjing pie say..

bukankah di Pasar Gambir juga pernah diadakan acara Tanding Terbuka
dimana boleh saling menguji coba (alias duel) diantara para tokoh beladiri
disamping juga diadakan kontes adu kemampuan semacam atraksi spektakuler

nah setahu saya lagi ialah, terjadi tiga jenis kondisi saat itu..

-kondisi pertama ialah Uji tanding yang diadakan perseorangan ( utk ego )
-kondisi kedua ialah Uji tanding yang diadakan kompeni ( utk mencari centeng )
-kondisi ketiga ialah kondisi duel tanpa terduga di tengah "acara keramaian"
dan atau di tengah acara keseharian

nah seperti yang Bang Ajad katakan dlm suatu pertanyaan, saat mana para tokoh
pencak silat berhasil mengalahkan tokoh dari kuntaw, "ialah saat kondisi ketiga.."
dimana cerita ini berdasar sejarah antara lain:
- sejarah aliran Gerak Rasa/ulin makao Banten
- sejarah aliran Cikalong
- sejarah aliran Margaluyu
- dll.

ada pula kondisi duel yang tidak pernah terexpose, dan ini paling banyak terjadi..
karena seperti yang Bang Ajad katakan lagi, masing2 tokoh akhirnya saling mengangkat persahabatan dan persaudaraan  [top]


btw... Bang Ajad, saya mau tanya neh

apakah Lo Ban Teng dapat dianggap sebagai tokoh Pencak silat juga... ???

jika tidak, rencananya thread Bang Ajad akan saya pindahkan ke Forum Diskusi Umum
sebab alasan, ialah karena disini khusus Thread Forum Tokoh Pencak Silat

terima kasih

Sosro_Birowo

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 336
  • Reputation: 34
  • The best of us is never enough but God's love
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #3 on: 29/06/2007 11:35 »
Betul Kisawung,

mungkin lebih cocok ke thread umum, atau aliran lain ...

...
thanks
SB
Menguasai Kekuatan/kesaktian adalah untuk belajar rendah hati dan sadar akan adanya Kekuatan MahaTertinggi yaitu Sang Cahaya Kasih Sejati.

parewa

  • Administrator
  • Calon Pendekar
  • *****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 6
  • Posts: 601
  • Reputation: 50
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #4 on: 29/06/2007 11:39 »
informasi yg menarik.... ::)
tapi setuju dg kisawung, sebaiknya lokasinya dipindah aja...

Bagi yg pernah belajar kuntao Lo Ban Teng, kasih masukan dong.... ^:)^

takomuda

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 50
  • Reputation: 5
  • TRI CITA UTAMA
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #5 on: 29/06/2007 17:27 »
Bener kate bang adi...!!!  x-))  coba pikirin kenape orang jawa kalo bawa keris itu selalu dibelakang..beda banget ame orang dari daerah laen....( nahhhh...terjemahin deh..) ::)
Sebutan pemberani bukan untuk orang yang memenangkan satu perkelahian namun untuk orang yang mampu menghindar dari suatu  perkelahian bukan karena ketakutan namun percaya dan yakin bahwa perkelahian bukanlah jalan yang terbaik.

castromariachi

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 34
  • Reputation: 4
  • capo
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #6 on: 30/06/2007 07:48 »
Lo Ban Teng si jago Ngo CHo Kun/Go Cho kun / 5 ancestors fists/ tinju 5 leluhur

lumayan kesohor jugak nih diluaran negri sono,

mungkin karena pengumumannya pake bahasa cina jadi ga ada pendekar pribumi yang dateng karena ga ngerti  :-\
Baen aha diakkui sude bangso on hita, ia anggo so diakkui Debata pangalahon ta

dsbasuki

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 11
  • -Receive: 24
  • Posts: 528
  • Reputation: 56
    • Who? Me?
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia PERISAI DIRI
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #7 on: 04/07/2007 19:05 »
... Penyelenggara juga menempelkan poster-poster yg provokatif seperti: "Bwee Pa, Tju Li Lay" (Kalau mau coba, silahkan muncul), "Kia Sia Em Tang Lay" (Kalau takut mati, lebih baik jangan datang), "Pa Sie Ka Tie Tay" (Kalau kena serangan maut, urus sendiri kuburan anda) dll. Namun demikian pada saat itu tidak ada respon dari para pendekar di tanah Jawa.

Salam semuanya...
Hanya berandai-andai... tidak ada maksud apa pun...
Kalo misalnya pada masa yang sama, seorang Pendekar Silat dari Jawa yang sudah terkenal pilih tanding dan tanpa pernah kalah, kemudian pasang woro-woro di Negeri Cina dengan tulisan huruf Jawa, yang kira-kira bunyinya: "Sopo sing wani lan sopo sing sekti, ayo dibuktino nang kene. Jalma moro jalma mati."

Kira-kira, ada nggak ya para ahli beladiri Cina itu yang menanggapinya?  ::)
Just curious...

dsbasuki

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 11
  • -Receive: 24
  • Posts: 528
  • Reputation: 56
    • Who? Me?
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia PERISAI DIRI
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #8 on: 04/07/2007 19:30 »
Bagi yg pernah belajar kuntao Lo Ban Teng, kasih masukan dong.... ^:)^

Salam,
Saya bukan praktisi kuntao Lo Ban Teng. Seingat saya, salah satu keturunan Lo Ban Teng ada yang buka praktik di daerah Dewi Sartika Jakarta. Entahlah kalau sudah pindah. Tak tahu juga apakah beliau juga belajar ilmu beladirinya atau hanya belajar ilmu pengobatannya saja.

Seperti posting yang lainnya, Lo Ban Teng adalah salah seorang ahli Ngo Co Kun dari Fukkien. Silakan baca di: http://www.hokkian-siauwlim.com/LBTgb.html

Salam,

bangajad

  • Moderator
  • Anggota Tetap
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 103
  • Reputation: 13
  • bangajad
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #9 on: 05/07/2007 07:38 »
Walaupun Lo Ban Teng bukan tokoh silat, namun seperti tokoh-tokoh beladiri kuntau lainnya yang pernah ada di Indonesia, mereka turut mempengaruhi perkembangan dunia persilatan di tanah air. Seperti adanya tantangan kepada ahli beladiri di tanah Jawa yang tak mendapat respon sama sekali.
Bagi saya tidak masalah kalau thread ini dipindahkan ke Forum Diskusi Umum, tetapi semoga ada masukkan yang dapat memberikan pemahaman yang benar mengenai pengaruh ahli beladiri kuntau di Indonesia.

Abu Zakka

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 2
  • -Receive: 13
  • Posts: 366
  • Reputation: 67
  • Sabandar Kari Madi
  • Perguruan: Maenpo Kari
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #10 on: 05/07/2007 16:47 »
Silat Kwitang[/b] yang dalam sejarahnya mendapat pengaruh dari seorang ahli beladiri asal China ”Kwee Tang Im” , yang kemudian namanya juga dijadikan nama daerah tersebut.

Maaf Bangajad, sepengetahuan saya sih, Bapak Zakaria guru besar Mustika Kwitang gak setuju dengan sejarah ini, bisa di baca di bukunya Oom O'ong maryono Pencak Silat merentang Zaman. ;)

Tapi mengenai pengaruh Kung Fu/Kuntau terhadap perkembangan Pencak Silat di Indonesia, saya setuju bahwa banyak aliran silat atau Perguruan silat yang banyak terpengaruh olah Kuntau/Kung Fu.

Sebut saja Bangau Putih, Perisai Diri, Ulin Makau, Kera Sakti, Beksi, Persinas Asad dll. Penyesuaiannya bisa dilihat dari nama-nama gerakan/jurus yang dirubah menjadi istilah Indonesia/Sunda/Betawi sesuai asal daerah silat yang bersangkutan, sedangkan geraknya (sepengetahuan yang saya pelajari) tidak banyak berubah. [kecut]
Cadu Nyekel Cadu Kacekel...

bangajad

  • Moderator
  • Anggota Tetap
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 103
  • Reputation: 13
  • bangajad
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #11 on: 06/07/2007 19:49 »
Informasi mengenai nama daerah Kwitang saya dapat dari salah satu majalah beladiri yang pernah saya baca, kalo tidak salah majalah Duel atau Jurus namun referensi itu sudah hilang. Yang pasti dalam pemaparannya mengenai silat Kwitang disebutkan bahwa dahulu pernah ada seorang ahli kuntau dari Cina yang datang ke Betawi bernama Kwee Tang Im dengan maksud menantang para Jago dan para Jagoan yang ada (dalam budaya Betawi antara Jago dan Jagoan memiliki definisi berbeda). Tak seorang pun yang dapat menandingi kemampuan ahli kuntau tersebut, sampai akhirnya ia berhadapan dengan seorang Jago beraliran putih (namanya lupa). Ia pun mengakui kehebatan lawannya dan meminta agar dapat belajar kepada orang tersebut. Orang Cina itu juga kemudian masuk agama Islam. Karena ketenarannya, namanya lalu dijadikan nama daerah tersebut.

Wallahu alam.

Sosro_Birowo

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 336
  • Reputation: 34
  • The best of us is never enough but God's love
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #12 on: 12/07/2007 13:50 »
lanjut ya soal Lo Ban Teng ini..

menurut terawangan mbah gugel, ada tulisan dari AT , diambil dari :
http://osdir.com/ml/culture.region.china.budaya-tionghua/2006-02/msg00027.html


Lo Ban Teng (Riwayat Singkat)



Lo Ban Teng lahir di kampung Tang-Ua-Bee-Kee, kota Cio-bee, propinsi Hok-kian, Tiongkok Tengah pada tanggal 1 bulan keenam tahun 2437 (Masehi 1886). Ayahnya bernama Lo Ka Liong yang memiliki toko arak " Kim Oen Hap", Ia sendiri berasal dari Eng-teng,sebuah kota lain dalam propinsi Hok-kian

Ban Teng yang perawakannya kokoh-kekar semenjak kecil, seorang anak yang 'nakal'. Ketika Ia berusia kira-kira 17 tahun, ayahnya mengirimnya ke Indonesia untuk tinggal di rumah saudara misannya (chin-thong) di kampung Selan, Semarang. Ban Teng tidak kerasan dan hanya berdiam 7 bulan, Ia kembali ke Tiongkok.

Pada usia 19 tahun Ban Teng dikawinkan ayahnya dengan seorang gadis dari Eng-Teng bernama Lie Hong Lan. Dari perkawinan ini ia memperoleh seorang puteri yang dinamakannya Lo Lee Hoa. Ia juga mengangkat seorang anak lelaki untuk m enyambung marganya dan dinamakan Lo Siauw Eng.

Ayah dan Ibunya meninggal dunia ketika Ban Teng berusia 23 tahun
Guru silat Ban Teng bernama Yoe Tjoen Gan, seorang antara 5 murid terbaik dari  ahli silat Tjoa Giok Beng dari Coan-ciu, pemimpin cabang silat Siauw Lim Ho Yang Pay. Yoe Tjoen Gan adalah seorang pembuat bongpay. Ia meninggal ketika Ban Teng berusia 27 tahun dan mewarisan kepada BanTeng sejilid buku resep-resep obat dan sejilid buku tentang ilmu silat Ho Yang Pay serta sebuah ban pinggang dari kulit yang sampai sekarang masih disimpan para ahli waris Ban Teng).

Ban Teng juga dikenal dengan julukan Pek Bin Kim Kong (Malaikat berwajah putih).
Pek Bin Kim Kong Lo Ban Teng datang kembali ke Semarang - Indonesia di tahun 1927 saat ia berusia kira2 41 tahun.Ia mengajak seorang kemenakannya Bernama Lim Tjioe Kang (belakangan namanya juga terkenal dalam kalangan kun-thao di Indonesia) yg dititipkan pada Su-siok Lo Ban Teng yaitu sin-she Sim Yang Tek di Singapura (Sampai sekarang dalam kalangan persilatan disana)

Belum lama bermukim di Semarang Ban Teng kecantol Go Bin Nio seorang gadis yg ramah halus budi bahasanya. Kemudian nona ini menjadi nyonya Lo yg kedua. Di Tiongkok Ban Teng punya seorang istri dan seorang anak perempuan bernama Lee Hwa.

Setahun kemudian lahir anak pertama dan diberi nama Siauw Hong. Ban Teng bersembahyang kepada arwah gurunya Yoe Tjoen Gan bahwa anak pertamanya diberi marga sesuai gurunya Yoe. Yoe Siauw Hong kemudian hari diserahkan kepada istri pertama Ban Teng di Tiongkok.Lo Ban Teng dari istrinya Go Bin Nio memiliki 12 anak tidak termasuk Lee Hwa dan Siauw Eng .Anak ke 2 Lo Siauw Gok (1931), ke3 Siauw Bok (1934) ke 4 Siauw Tiauw. Tahun 1938 Ban Teng pindah ke Jakarta dan tinggal bersama sin she Lo Boen Lioe (juga jago kun-thao) di Kongsi Besar. anak ke 5 Siauw Loan , ke 6 Siauw Gim, ke 7 Siauw Tjoen, ke 8 Siauw Ling (1943), ke 9 Siauw Tjiok (194 7), ke 10 Siauw Tjioe (1949) , ke 11 Siauw Koan (1952), ke 12 Siauw Nyo (1955).

Lo Ban Teng meninggal dunia pada tanggal 27 Juli 1958 dalam usia 72 tahun.
Lo Siauw Gok menjadi ahli waris dan penerus kemahiran silat dan pengobatan dari ayahnya. Informasi terakhir sebagian anak cucu Lo Ban Teng tinggal di pinggiran Jakarta di perumahan "Modernland" - Tangerang.
 
makasih,
 
AT
 ====

Menguasai Kekuatan/kesaktian adalah untuk belajar rendah hati dan sadar akan adanya Kekuatan MahaTertinggi yaitu Sang Cahaya Kasih Sejati.

Sosro_Birowo

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 336
  • Reputation: 34
  • The best of us is never enough but God's love
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #13 on: 12/07/2007 13:55 »
daku paling demen komentarnya Eryanto soal Lo Ban Teng ini..
Karena kupikir kita pun bisa belajar dari Ery, yang belajar dari Lo Ban Teng, maka kukutipkan sedikit tulisan beliau dari : http://jalanpetarung.blogspot.com/2006/06/artikel-lo-ban-teng-membumikan-mitos.html.

Salut utk tulisan ini  [top] [top], salut utk kang Ery ^:)^ ^:)^

Dengan judulnya:

Monday, June 26, 2006
Artikel: Lo Ban Teng Membumikan Mitos
.....
.....
....

Untuk kisah lengkap tentang Lo Ban Teng, silahkan buka:

http://www.hokkian-siauwlim.com/LBTgb.html
....

Terlepas dari berbagai kekurangan dirinya sebagai manusia biasa, Lo Ban Teng diakui kehebatannya sebagai ahli kuntao yang hebat di tanah jawa maupun di tiongkok. Selain itu juga ia dikenal sebagai master kungfu yang sangat jujur dan apa adanya

Beberapa kejujurannya sempat tercatat dalam dialog tanya jawabnya antara lain adalah bahwa:

1. Ketika ditanya apakah sesorang bisa melompat setinggi atap rumah sebagaimana sering diceritakan orang-orang, Lo Ban Teng menjelaskan bahwa tanpa bantuan alat, seorang manusia mau latihan sekeras apapun tidak akan bisa melompat lebih tinggi dari tinggi badannya sendiri. Mahluk yg bisa melakukan hal demikian hanyalah mahluk yg memiliki kaki dengan lutut terbalik seperti kucing, anjing dll. Ia menegaskan bila ada yg mengatakan mampu melompat setinggi atap maka ia bohong. Kalau semudah itu maka ia bisa jual tiket dan menghasilkan banyak uang.

2. Ketika ditanya apakah benar seorang guru beladiri yg jago tidak bisa kena pukul dalam sparring, dan apabila terkena pukul maka ia kurang jago. Lo Ban Teng manjawab bahwa seorang guru yang memberi kesempatan secara serius kepada muridnya untuk menyerang bisa saja kena pukul. Lo Ban Teng bahkan menganalogikan seorang ahli boxing, sebagaimanapun jagonya, tidak ada yg tidak pernah kena pukul, pasti bisa kena pukul.

3. Ketika ditanya apakah ada gunanya belajar ilmu Thiam Hwee Kin alias ilmu totokan (pressure point) untuk beladiri, Lo Ban Teng tertawa dan menjawab kalau saja semudah itu maka seseorang bisa saja menotok seorang kaya dan mengambil uangnya. Ia menjelaskan bahwa benar ada bagian-bagian lemah pada tubuh manusia seperti tenggorokan, otot dll dan bila kena pukul di bagian-bagian ini orang bisa keok. Namun demikian mustahil untuk bisa menerapkan ini dalam pertarungan karena menurut ilmu pengobatan cina, untuk menghasilkan efek yg diinginkan ada masalah waktu dan aliran darah yg harus ditentukan, terlebih lagi sangat sulit untuk menyerang titik-titik ini dalam pertarungan sesungguhnya.

4. Lo Ban Teng juga menegaskan bahwa tidak benar bahwa orang bisa bertarung selama berjam-jam tanpa henti dan tidak benar bahwa ada orang yang bisa berlari secepat kuda. Ia juga menegaskan bahwa ilmu meringankan tubuh Hwi Heng Sut tidaklah eksis.

5. Menjawab pertanyaan apakah mungkin melatih jari jemari sehingga kuat menembus dinding, Lo Ban Teng menjawab bahwa hal tersebut mustahil. Jari bisa saja kuat, namun kuku-nya akan selalu patah secara menyakitkan.

Kejujuran selalu bermakna dan tak pernah lekang oleh waktu. Catatan ini sangatlah berharga karena jarang sekali seorang ahli kungfu sekaliber Sin She Lo Ban Teng bicara blak-blakan seperti ini.

Semoga catatan ini bisa berguna untuk membuka pikiran orang-orang yang masih terbuai berbagai mitos dalam senibeladiri.

Bwee Pa, Tju Li Lay !!!

gemetar saya membacanya

semoga bermanfaat

sumber:

http://www.hokkian-siauwlim.com/LBTgb.html
http://www.mail-archive.com/budaya_tionghua@yahoogroups.com/msg06162.html
===
Menguasai Kekuatan/kesaktian adalah untuk belajar rendah hati dan sadar akan adanya Kekuatan MahaTertinggi yaitu Sang Cahaya Kasih Sejati.

bangajad

  • Moderator
  • Anggota Tetap
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 103
  • Reputation: 13
  • bangajad
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #14 on: 21/08/2007 13:05 »
Artikel: Lo Ban Teng Membumikan Mitos dari Jalanpetarung.blogspot.com merupakan inspirasi diskusi ini. Perjalanan hidup ahli beladiri dari warga keturunan sangat menarik untuk diketahui sebagai gambaran bagaimana pandangan hidup mereka sebagai bagian tak terpisahkan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Tulisan ini sebenarnya dimaksudkan agar mendapat feed back dari pihak yang berkaitan dengan perjalanan hidup Lo Ban Teng. Selain itu juga untuk mengetahui seberapa besar kepedulian warga keturunan terhadap masyarakat dan seni budaya Indonesia, khususnya Pencak Silat.

Siapa yang mau meluruskan....?

 

Powered by EzPortal