+-

Video Silat


Shoutbox

23/12/2019 08:32 anaknaga: Tidak bisa masuk thread. dah lama tidak nengok perkembangan forum ini.
salam perguruan dan padepokan silat seluruh nusantara.
02/07/2019 18:01 Putra Petir: Akhirnya masuk jua... wkwkwk
13/12/2016 10:49 Taufan: Yuk ke Festival Kampung Silat Jampang 17-18 Desember 2016!!!
20/09/2016 16:45 Dolly Maylissa: kangen diskusi disini
11/02/2016 15:58 Taufan: Alhamdulillah SS sudah ON lagi ;-)
07/01/2016 10:00 luri: wa 'alaikumussalam
04/01/2016 20:21 May Lee: Assalamu 'alaikum
View Shout History

Recent Topics

Minta Do`a dan bimbingan para suhu dan sesepuh silat :D. SANDEKALA by zvprakozo
10/04/2019 18:34

PPS Betako Merpati Putih by acepilot
18/10/2018 17:03

On our book: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
13/03/2017 14:37

Siaran Radio ttg. Musik Pencak Silat di Stasiun "BR-Klassik / Musik der Welt" by Ilmu Padi
12/01/2017 16:19

Tentang buku kami: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
17/10/2016 20:27

Hoby Miara Jin by anaknaga
19/09/2016 04:50

TALKSHOW SILAT - Silat Untuk Kehidupan by luri
22/06/2016 08:11

Thi Khi I Beng by aki sija
17/08/2015 06:19

[BUKUTAMU] by devil
09/06/2015 21:51

Daftar Aliran dan Perguruan di Indonesia by devil
01/06/2015 14:01

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
01/06/2015 13:59

Persilatan Jurus Lima (Sabandar) by Marsudi Eko
14/05/2015 19:36

Kebugaran Merpati Putih by mpcrb
22/04/2015 16:16

PAWAI JAMBORE PENCAK 2015 by luri
20/04/2015 16:20

ALM. Kong Nur ( BEKSI Kampung Sawah) by initial_d
30/03/2015 14:02

SilatIndonesia.Com

Author Topic: LO BAN TENG, LO BERANI ?  (Read 46461 times)

gehan

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 110
  • Reputation: 4
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #15 on: 23/08/2007 16:55 »
 [top] ^:)^ [top]

Red Hawk

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 125
  • Reputation: 8
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #16 on: 25/09/2007 13:49 »
Apa kabar semua?
saya orang baru disini

saya juga menekuni beberapa beladiri. antara lain kungfu.
saya mempelajari kungfu Duan Quan. Kungfu itu hampir punah, seiring masa damai di China.
Dulu sering dipakai oleh organisasi2 rahasia yang menggulingkan kerajaan. asalnya dari hebei, dekat henan (yang ada biara Shaolinnya itu loh). menurut kakek guru saya memang biksu shaolin yang mengajarkannya. sekarang tidak lebih dari 300 orang yang menguasainya di seluruh dunia. karena setiap generasi hanya 1-2 orang saja yang diturunkan. beruntung, saya sebagai keturunan ke-5 pewarisnya, bisa mewarisinya, walaupun masih tahap belajar.

mengenai sinshe Lo Ban Teng, beliau memiliki nadi aliran Shaolin Ho Yang, dan Ngo Co Kun (Wu Zu Quan). Garis nadi keturunan ilmunya adalah, beliau menurunkan seluruh ilmunya secara sempurna kepada sifu Lo Siaw Gok (anak keduanya). dan Sifu Lo Siaw Gok menurunkannya secara sempurna ke Sifu Lo Hak Loen. Sifu Lo Hak Loen adalah anak dari Sifu Lo Siaw Gok, sedang berusaha mengembangkan aliran ini. aliran ini sangat dahsyat. memadukan unsur kekuatan, yin dan yang, kebulatan tekad dan semangat, serta latihan yang berat. nayangkan saja. anak-anak kecil saja tenaganya hampir seperti orang dewasa. beruntung bagi saya, saya diterima latihan dengan Sifu Lo Hak Loen, yang merupakan pewaris resmi dari aliran ini.

Sifu Lo Hak Loen sekarang memiliki 5 tempat latihan.

teman-teman, waspadalah bagi yang mau latihan. jangan sampai ada yang mengaku-ngaku aliran Lo Ban Teng, padahal hanya bohongan, atau memang pernah belajar, tapi tidak atau belum menerima sertifikasi latihan. karena setiap aliran kung fu, hanya murid yang dianggap setia, berbakat, sehat jiwa dan raga saja yang diberi mandat untuk meneruskan aliran.

semoga informasi ini berguna.

bagi yang mau bertanya lebih lanjut,
email saya di iwanto_chen@yahoo.com
atau HP (021) 6874 8743.

terima kasih.

parewa

  • Administrator
  • Calon Pendekar
  • *****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 6
  • Posts: 601
  • Reputation: 50
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #17 on: 25/09/2007 14:56 »
Apa kabar semua?
saya orang baru disini

saya juga menekuni beberapa beladiri. antara lain kungfu.
saya mempelajari kungfu Duan Quan. Kungfu itu hampir punah, seiring masa damai di China.
Dulu sering dipakai oleh organisasi2 rahasia yang menggulingkan kerajaan. asalnya dari hebei, dekat henan (yang ada biara Shaolinnya itu loh). menurut kakek guru saya memang biksu shaolin yang mengajarkannya. sekarang tidak lebih dari 300 orang yang menguasainya di seluruh dunia. karena setiap generasi hanya 1-2 orang saja yang diturunkan. beruntung, saya sebagai keturunan ke-5 pewarisnya, bisa mewarisinya, walaupun masih tahap belajar.

mengenai sinshe Lo Ban Teng, beliau memiliki nadi aliran Shaolin Ho Yang, dan Ngo Co Kun (Wu Zu Quan). Garis nadi keturunan ilmunya adalah, beliau menurunkan seluruh ilmunya secara sempurna kepada sifu Lo Siaw Gok (anak keduanya). dan Sifu Lo Siaw Gok menurunkannya secara sempurna ke Sifu Lo Hak Loen. Sifu Lo Hak Loen adalah anak dari Sifu Lo Siaw Gok, sedang berusaha mengembangkan aliran ini. aliran ini sangat dahsyat. memadukan unsur kekuatan, yin dan yang, kebulatan tekad dan semangat, serta latihan yang berat. nayangkan saja. anak-anak kecil saja tenaganya hampir seperti orang dewasa. beruntung bagi saya, saya diterima latihan dengan Sifu Lo Hak Loen, yang merupakan pewaris resmi dari aliran ini.

Sifu Lo Hak Loen sekarang memiliki 5 tempat latihan.

teman-teman, waspadalah bagi yang mau latihan. jangan sampai ada yang mengaku-ngaku aliran Lo Ban Teng, padahal hanya bohongan, atau memang pernah belajar, tapi tidak atau belum menerima sertifikasi latihan. karena setiap aliran kung fu, hanya murid yang dianggap setia, berbakat, sehat jiwa dan raga saja yang diberi mandat untuk meneruskan aliran.

semoga informasi ini berguna.

bagi yang mau bertanya lebih lanjut,
email saya di iwanto_chen@yahoo.com
atau HP (021) 6874 8743.

terima kasih.

Selamat bergabung Mas Red Hawk....

Jadi inget dulu waktu kecil di padang... di sebelah rumah persis ada guru kuntao dan selalu ngajak2 ikutan latian... tapi dasar gak jodoh... gak pernah kesampaian...

Boleh dong di-share metode kungfu Duan Quan-nya....

Oh ya, ane dari dulu rada bingung, yg disebut kuntao itu sejenis aliran kungfu, atau jaman dulu setiap jenis beladiri dari China selalu disebut dg kuntao..?

Salam.


DasaMan

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 681
  • Reputation: 31
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #18 on: 26/09/2007 11:04 »
Oh ya, ane dari dulu rada bingung, yg disebut kuntao itu sejenis aliran kungfu, atau jaman dulu setiap jenis beladiri dari China selalu disebut dg kuntao..?

Dari wikipedia.

http://en.wikipedia.org/wiki/Kuntao

Kuntao is a term from the Hokkien Chinese dialect meaning Way of the Fist (similar to Chuan Fa, or Fist Technique). Purely Chinese kuntao styles exist in China and Taiwan, but kuntao styles have been spread for centuries by merchants and other travelling Chinese people. You can find kuntao styles in Indonesia, Malaysia (particularly Borneo), the Philippines (where it is often called Kuntaw), Singapore, as well as in some other countries. Some kuntao styles were not changed but many were. This happened because the styles had to be adapted to a new environment, fighting in different terrain, fighting local styles, defending or fighting with local weapons. Most Indonesian kuntao styles began to integrate techniques from Silat styles and some even changed their name from "kuntao" to "silat". For example, Liu Seong Kuntao is a hybrid kuntao-silat system.

Jadi kita bilang 'kuntao' itu sama seperti kita bilang 'silat' atau bahkan 'gulat'

Red Hawk

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 125
  • Reputation: 8
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #19 on: 26/09/2007 12:05 »
to . Mas Parewa.

Kuntao adalah salah satu nama kungfu. banyak banget nama yang lain. seperti Guo Shu, Qin Na, Tui Shou, Wu Gong, Wu Shu, dll. Istilah Kung Fu baru dipakai di era tahun 70 - 80 an. setiap dinasti punya karakter beladirinya sendiri. ada yang menyerupai sumo, ada yang menyerupai tinju, dll. menurut saya Kuntao adalah Kungfu juga, cuma sudah dimodifikasi sama pakarnya sesuai keadaan daerah tersebut. contohnya adalah Ngo Co Kun, Pek Ho, Okinawan Karate (leluhur karate) juga menyerupai Kuntao. Istilah Kuntao banyak dipakai di Indonesia. Mungkin itu bahasa Hokkian. karena banyak praktisi yang berasal dari Fu Jian, Tiongkok selatan. Contoh Kungfu adalah Duan Quan, Tai Chi, Ba Gua, Ba Ji, Shao Lin Quan, E Mei, Di Tang, dll. di Jakarta hati-hati memilih perguruan. banyak yang berorientasi uang. pilih yang masih asli. Saya sudah survey beberapa tempat. dan telah menemukan beberapa tempat yang masih mengajar metode latihan yang asli (bukan mengajar teknik kembangan atau membuat dan mengambil teknik bela diri lain), seperti Jujitsu, Lo Ban Teng, Duan Quan, dan Kungfu-kungfu yang lain. Cuma susahnya mereka sering menutup diri. Untuk saya berjodoh latihan disana setelah berjuang membujuknya. dan saya latihan tidak dikenakan biaya yang mahal alias nyaris gratis.hahaha

Red Hawk

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 125
  • Reputation: 8
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #20 on: 09/10/2007 01:26 »
lanjut ya soal Lo Ban Teng ini..

menurut terawangan mbah gugel, ada tulisan dari AT , diambil dari :
http://osdir.com/ml/culture.region.china.budaya-tionghua/2006-02/msg00027.html


Lo Ban Teng (Riwayat Singkat)



Lo Ban Teng lahir di kampung Tang-Ua-Bee-Kee, kota Cio-bee, propinsi Hok-kian, Tiongkok Tengah pada tanggal 1 bulan keenam tahun 2437 (Masehi 1886). Ayahnya bernama Lo Ka Liong yang memiliki toko arak " Kim Oen Hap", Ia sendiri berasal dari Eng-teng,sebuah kota lain dalam propinsi Hok-kian

Ban Teng yang perawakannya kokoh-kekar semenjak kecil, seorang anak yang 'nakal'. Ketika Ia berusia kira-kira 17 tahun, ayahnya mengirimnya ke Indonesia untuk tinggal di rumah saudara misannya (chin-thong) di kampung Selan, Semarang. Ban Teng tidak kerasan dan hanya berdiam 7 bulan, Ia kembali ke Tiongkok.

Pada usia 19 tahun Ban Teng dikawinkan ayahnya dengan seorang gadis dari Eng-Teng bernama Lie Hong Lan. Dari perkawinan ini ia memperoleh seorang puteri yang dinamakannya Lo Lee Hoa. Ia juga mengangkat seorang anak lelaki untuk m enyambung marganya dan dinamakan Lo Siauw Eng.

Ayah dan Ibunya meninggal dunia ketika Ban Teng berusia 23 tahun
Guru silat Ban Teng bernama Yoe Tjoen Gan, seorang antara 5 murid terbaik dari  ahli silat Tjoa Giok Beng dari Coan-ciu, pemimpin cabang silat Siauw Lim Ho Yang Pay. Yoe Tjoen Gan adalah seorang pembuat bongpay. Ia meninggal ketika Ban Teng berusia 27 tahun dan mewarisan kepada BanTeng sejilid buku resep-resep obat dan sejilid buku tentang ilmu silat Ho Yang Pay serta sebuah ban pinggang dari kulit yang sampai sekarang masih disimpan para ahli waris Ban Teng).

Ban Teng juga dikenal dengan julukan Pek Bin Kim Kong (Malaikat berwajah putih).
Pek Bin Kim Kong Lo Ban Teng datang kembali ke Semarang - Indonesia di tahun 1927 saat ia berusia kira2 41 tahun.Ia mengajak seorang kemenakannya Bernama Lim Tjioe Kang (belakangan namanya juga terkenal dalam kalangan kun-thao di Indonesia) yg dititipkan pada Su-siok Lo Ban Teng yaitu sin-she Sim Yang Tek di Singapura (Sampai sekarang dalam kalangan persilatan disana)

Belum lama bermukim di Semarang Ban Teng kecantol Go Bin Nio seorang gadis yg ramah halus budi bahasanya. Kemudian nona ini menjadi nyonya Lo yg kedua. Di Tiongkok Ban Teng punya seorang istri dan seorang anak perempuan bernama Lee Hwa.

Setahun kemudian lahir anak pertama dan diberi nama Siauw Hong. Ban Teng bersembahyang kepada arwah gurunya Yoe Tjoen Gan bahwa anak pertamanya diberi marga sesuai gurunya Yoe. Yoe Siauw Hong kemudian hari diserahkan kepada istri pertama Ban Teng di Tiongkok.Lo Ban Teng dari istrinya Go Bin Nio memiliki 12 anak tidak termasuk Lee Hwa dan Siauw Eng .Anak ke 2 Lo Siauw Gok (1931), ke3 Siauw Bok (1934) ke 4 Siauw Tiauw. Tahun 1938 Ban Teng pindah ke Jakarta dan tinggal bersama sin she Lo Boen Lioe (juga jago kun-thao) di Kongsi Besar. anak ke 5 Siauw Loan , ke 6 Siauw Gim, ke 7 Siauw Tjoen, ke 8 Siauw Ling (1943), ke 9 Siauw Tjiok (194 7), ke 10 Siauw Tjioe (1949) , ke 11 Siauw Koan (1952), ke 12 Siauw Nyo (1955).

Lo Ban Teng meninggal dunia pada tanggal 27 Juli 1958 dalam usia 72 tahun.
Lo Siauw Gok menjadi ahli waris dan penerus kemahiran silat dan pengobatan dari ayahnya. Informasi terakhir sebagian anak cucu Lo Ban Teng tinggal di pinggiran Jakarta di perumahan "Modernland" - Tangerang.
 
makasih,
 
AT
 ====



Kurang lengkap mas. guru kakek guru saya Lo Banteng ada 4 orang. 3 lagi adalah kakak seperguruan guru yang anda sebut. Saya sendiri murid cucunya Sinshe Lo Ban Teng, anak Sinshe Lo Siaw Gok, yaitu Lo Hak Loen yang anda sebutkan berada di Modern land, tangerang. beliau memiliki 5 tempat latihan, dan sekarang sedeang meluaskan perguruan.

bangajad

  • Moderator
  • Anggota Tetap
  • **
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 103
  • Reputation: 13
  • bangajad
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #21 on: 10/10/2007 23:42 »
Mr. Red Hawk,
Kalo memang anda yang merasa tahu sejarah Lo Ban Teng, lalu bagaimana tanggapan mereka mengenai permasalahan tantangan yang pernah diajukan oleh Lo Ban Teng terhadap seluruh pesilat di Jawa dengan mengadakan acara Tjing Pie Say pada saat bangsa Indonesia sedang berjuang.
Apa motivasinya ?

Dan anda sebagai generasi penerus, apakah anda sudah lebih terbuka dalam berbagi pengetahuan beladiri. Melalui forum ini diharapkan semua pihak mau lebih terbuka dalam upaya melestarikan seni beladiri yang ada.

Red Hawk

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 125
  • Reputation: 8
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #22 on: 11/10/2007 09:04 »
Mr. Red Hawk,
Kalo memang anda yang merasa tahu sejarah Lo Ban Teng, lalu bagaimana tanggapan mereka mengenai permasalahan tantangan yang pernah diajukan oleh Lo Ban Teng terhadap seluruh pesilat di Jawa dengan mengadakan acara Tjing Pie Say pada saat bangsa Indonesia sedang berjuang.
Apa motivasinya ?

Dan anda sebagai generasi penerus, apakah anda sudah lebih terbuka dalam berbagi pengetahuan beladiri. Melalui forum ini diharapkan semua pihak mau lebih terbuka dalam upaya melestarikan seni beladiri yang ada.

mengenai hal itu saya akan mencoba untuk menanyakannya sendiri kepada cucu Lo ban Teng. tunggu saja yah jawabannya. soalnya dari buku-buku yang saya baca, saya tidak menemukan kutipan bahwa beliau menantang. saya juga penasaran. jawabannya kalau gak rabu depan, minggu depan yah. Thanks mas

Red Hawk

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 125
  • Reputation: 8
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #23 on: 11/10/2007 09:48 »
Mr. Red Hawk,
Kalo memang anda yang merasa tahu sejarah Lo Ban Teng, lalu bagaimana tanggapan mereka mengenai permasalahan tantangan yang pernah diajukan oleh Lo Ban Teng terhadap seluruh pesilat di Jawa dengan mengadakan acara Tjing Pie Say pada saat bangsa Indonesia sedang berjuang.
Apa motivasinya ?

Dan anda sebagai generasi penerus, apakah anda sudah lebih terbuka dalam berbagi pengetahuan beladiri. Melalui forum ini diharapkan semua pihak mau lebih terbuka dalam upaya melestarikan seni beladiri yang ada.

Bang ajad, saya mau ngelurusin sedikit mengenai hal PIbu
cerita dari keturunannya begini.
Saat itu Lo Ban Teng yang berada di China di panggil oleh temannya dari Semarang. Lo Ban teng memiliki banyak keluarga disana. Pemanggilan itu bertujuan untuk menghadapi Petinju barat yang bertandang di Semarang dan berbuat ulah di kampung saudaranya itu. karena merasa kewajiban, maka Lo Ban Teng datang ke Nusantara. dan menantang petinju itu secara resmi.jadi bukannya pesilat jawa, karena Lo Ban Teng memiliki banyak teman di Pulau Jawa. . makanya dibuat panggung itu. Karena petinju itu tidak datang, maka Lo Ban Teng menutup panggungnya.ternyata petinju itu sudah kembali ke negerinya. waktu di semarang, Lo Ban Teng melihat banyak penduduk yang menderita dan hanya memakai karung Goni, jadi beliau secara diam-diam memakai dana pribadi untuk membeli baju dan disalurkan ke semarang. karena kalau ketahuan Belanda, beliau akan ditangkap. Di semarang, beliau berbaur dan dan menikah dengan gadis di Semarang.

mengenai perjuangan sendiri, bukan nya Lo Ban Teng gak mau bantu, tapi beliau adalah orang asing yang baru
datang, yang tidak tahu menahu tentang politik yang sedang berkembang, jadi beliau tidak bisa turun tangan sembarangan. mengenai tulisan itu, sebenarnya, dari sejarahnya, coba anda lihat lagi, Lo Ban Teng adalah orang yang gemar menimbah ilmu, saat itu beliau sangat tertarik dengan ilmu silat tanah jawa, tapi karena saat itu beliau tidak menemukan pendekar yang bersedia berbagi ilmunya, atau mungkin juga seperti yang anda katakan, saat itu jaman perjuangan, jadi para pendekar banyak yang berjuang, jadi tidak ada yang menjawabnya.
Beliau juga mengadakan tur barongsai keliling untuk menimbah ilmunya, dan tidak bermaksud untuk menghina dengan tulisan seperti tulisan anda.

Cerita mengenai Lo ban Teng banyak di putar balikkan. hanya keturunannya yang tahu. harap anda jangan terlalu cepat mengambil keputusan. karena banyak ahli kung fu yang dikalahkan Lo Ban Teng. dan menaruh dendam, bahkan sampai keturunannya sekarang. jadi, kami selaku penerusnya akan selalu memberikan informasi secara terbuka kepada anda semua.
mengenai sharing teknik, anda bisa lihat di bagian lain, saya terbuka kok untuk hal-hal seperti ini.
karena saya menganggap semua praktisi bela diri adalah satu keluarga. maaf bila kata-kata saya kurang berkenan.terima kasih. semoga kita bisa bersahabat.salam
« Last Edit: 11/10/2007 10:11 by Red Hawk »

Java

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 647
  • Reputation: 48
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #24 on: 11/10/2007 10:25 »

Lihat saja pemberontakan yang dilakukan orang Tionghoa di batavia, yang menyebabkan seorang pejabat belanda mati?
Tahukah anda pemberontakkan itu juga didukung oleh orang-orang Jawa,
dan tahukah anda 2000 orang pasukan itu dihancurkan oleh Belanda dan orang-orang Tionghoa yang lari disembunyikan oleh legiun jawa.
Itu fakta sejarah mas. mungkin di Indonesia itu gak dipublikasikan. tapi kalau anda ke Belanda, contohnya ke Leiden, disana terungkap jelas mas.

saya harap semua yang saya katakan berkenan di hati mas. karena tidak semua ahli suka pibu dan banyak juga ahli yang berjuang dan gugur demi bangsa Indonesia yang tercinta ini.

Di dunia Bela diri, Kita semua keluarga


Salam silat,

Wah semangat sekali, tenang mas Red Hawk.

Mengenai fakta sejarah pemberontakan orang-orang Tionghoa di Batavia banyak orang-orang Jawa yg tahu kok (yg gak tahu hrs malu ngaku orang Jawa). Itukan sejarah yg terjadi sekitar abad 18. Pemberontakan orang-orang Tionghoa bersama keluarga kerajaan yg tdk puas merembet sampai ke Kraton Kartasura yg pro voc dan berakibat dipecahnya kerajaan menjadi dua, yaitu : Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kesultanan Ngayogyakarta.
Saat pemberontakan terjadi raja Kartasura melarikan diri ke daerah Ponorogo dan baru kembali setelah di sepakatinya perjanjian Giyanti.

Jadi sejarah pemberontakan orang-orang Tionghoa dan orang-orang Jawa terhadap Belanda memang tdk hilang & dilupakan! Sampai sekarang sejarah tersebut tetap diingat & bisa di baca oleh siapapun yg berminat.

Soal pibu dan perjuangan melawan penjajahan Belanda adalah dua hal yang berbeda yg tidak ada hubungan sama sekali. Pibu hanyalah istilah bhs China yg juga dilakukan oleh ahli-ahli bela diri pribumi. Cuma istilahnya saja lain. Orang Jawa menyebutnya sebagai njajal ngelmu. Pibu atau njajal ngelmu memiliki esensi yang sama yaitu saling mencoba kemampuan untuk melihat sampai dimana keunggulan masing-masing. Jadi tdk tepat idiom pibu sama dg budaya Tionghoa yg dikaitkan dg sikap tidak Nasionalis. Ahli-ahli bela diri pribumi sendiri banyak yg sering saling mencoba ilmu,  toh mereka tdk diidentikkan tdk loyal pada Negara?

Setuju, mari pererat persaudaraan melalui dunia bela diri.  [top]
   

Red Hawk

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 125
  • Reputation: 8
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #25 on: 11/10/2007 13:11 »
Quote

Salam silat,

Wah semangat sekali, tenang mas Red Hawk.

Mengenai fakta sejarah pemberontakan orang-orang Tionghoa di Batavia banyak orang-orang Jawa yg tahu kok (yg gak tahu hrs malu ngaku orang Jawa). Itukan sejarah yg terjadi sekitar abad 18. Pemberontakan orang-orang Tionghoa bersama keluarga kerajaan yg tdk puas merembet sampai ke Kraton Kartasura yg pro voc dan berakibat dipecahnya kerajaan menjadi dua, yaitu : Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kesultanan Ngayogyakarta.
Saat pemberontakan terjadi raja Kartasura melarikan diri ke daerah Ponorogo dan baru kembali setelah di sepakatinya perjanjian Giyanti.

Jadi sejarah pemberontakan orang-orang Tionghoa dan orang-orang Jawa terhadap Belanda memang tdk hilang & dilupakan! Sampai sekarang sejarah tersebut tetap diingat & bisa di baca oleh siapapun yg berminat.

Soal pibu dan perjuangan melawan penjajahan Belanda adalah dua hal yang berbeda yg tidak ada hubungan sama sekali. Pibu hanyalah istilah bhs China yg juga dilakukan oleh ahli-ahli bela diri pribumi. Cuma istilahnya saja lain. Orang Jawa menyebutnya sebagai njajal ngelmu. Pibu atau njajal ngelmu memiliki esensi yang sama yaitu saling mencoba kemampuan untuk melihat sampai dimana keunggulan masing-masing. Jadi tdk tepat idiom pibu sama dg budaya Tionghoa yg dikaitkan dg sikap tidak Nasionalis. Ahli-ahli bela diri pribumi sendiri banyak yg sering saling mencoba ilmu,  toh mereka tdk diidentikkan tdk loyal pada Negara?

Setuju, mari pererat persaudaraan melalui dunia bela diri.  [top]
   

terima kasih atas dukungannya mas. :)

Red Hawk

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 125
  • Reputation: 8
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #26 on: 11/10/2007 13:21 »
Mr. Red Hawk,
Kalo memang anda yang merasa tahu sejarah Lo Ban Teng, lalu bagaimana tanggapan mereka mengenai permasalahan tantangan yang pernah diajukan oleh Lo Ban Teng terhadap seluruh pesilat di Jawa dengan mengadakan acara Tjing Pie Say pada saat bangsa Indonesia sedang berjuang.
Apa motivasinya ?

Dan anda sebagai generasi penerus, apakah anda sudah lebih terbuka dalam berbagi pengetahuan beladiri. Melalui forum ini diharapkan semua pihak mau lebih terbuka dalam upaya melestarikan seni beladiri yang ada.

Mas, saya tadi ada kontak Lo Hak Loen, Cucunya Lo Ban Teng. beliau bilang karena sejarah Lo Ban Teng sendiri simpang siur, ada baiknya bagi semua yang mau menanyakan sejarahnya yang sebenar-benarnya serta sharing teknik, beliau open house setiap hari sabtu di Jalan. Batu Ceper Indah, Jl. Intan II Blok X no.1 perumahan Batu Ceper permai. atau
 menghubunginya di 93287779. beliau akan memberikan informasi seakurat mungkin, karena beliau juga sudah lahir saat kakeknya belum meninggal. Saya harap kita semua dapat mempererat tali Silaturahmi yang dulu mungkin oleh para leluhur kita sudah dijalin. Salam mas. Maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan. Maaf loh :)

Red Hawk

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 2
  • Posts: 125
  • Reputation: 8
    • Email
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #27 on: 11/10/2007 23:51 »
Tanpa bermaksud menyinggung masalah SARA tulisan ini hanya ingin mengetahui rasa nasionalisme kaum minoritas yang selalu berusaha mendapatkan perlakuan yang sama di Negara ini.

Sebelumnya saya ingin memaparkan sosok Lo Ban Teng merupakan ahli kuntao kesohor dan konon tak terkalahkan pada masanya. Ia merupakan murid dari Yoe Tjoen Gan dengan alirannya kungfu Siauw Lim Ho Yang Pay. Lo Ban Teng lahir di kampung Tang-Ua-Bee-Kee, kota Cio-bee, propinsi Hok-kian, Tiongkok Tengah pada tanggal 1 bulan keenam tahun 2437 (Masehi 1886). Setelah sebelumnya pernah mengunjungi Semarang pada waktu remaja, Lo Ban Teng menetap di Semarang sejak 1927 karena kecantol dengan seorang gadis bernama Go Bin Nio.

Salah satu aksi Lo Ban Teng yang menghebohkan dunia persilatan di tanah Jawa pada waktu itu ialah ketika ia mengadakan acara Tjing Pie Say, acara dimana seni beladiri di tampilkan. Secara tradisi Cina, orang yang berani mengadakan acara Tjing Pie Say adalah seorang pemberani yang siap membuktikan kemampuannya menghadapi siapapun dalam hal seni beladiri. Acara ini dilaksanakan di Solo, Semarang, dan Yogya. Penyelenggara juga menempelkan poster-poster yg provokatif seperti: "Bwee Pa, Tju Li Lay" (Kalau mau coba, silahkan muncul), "Kia Sia Em Tang Lay" (Kalau takut mati, lebih baik jangan datang), "Pa Sie Ka Tie Tay" (Kalau kena serangan maut, urus sendiri kuburan anda) dll. Namun demikian pada saat itu tidak ada respon dari para pendekar di tanah Jawa. Lo Ban Teng malah menerima surat kaleng berisi ancaman bahwa kalau ia tidak tutup mulut akan dipulangkan ke Cina dengan tendangan. Lo Ban Teng membalas ancaman ini dengan menantang sang penulis surat kaleng untuk muncul di muka publik. Festival Tjing Pie Say akhirnya dihentikan karena terlalu mahal dan tidak mencapai tujuannya yaitu untuk mencari ahli beladiri yang hebat di tanah jawa pada saat itu.

Pada saat acara Tjing Pie Say diadakan (tahun 1931) Indonesia sedang dalam masa memperjuangkan kemerdekaan dari penjajah. Bagaimana bisa seorang Lo Ban Teng sebagai seorang ahli beladiri dan bagian dari penduduk Indonesia yang hidup dan mencari nafkah di Indonesia mengadakan acara yang hanya ingin menunjukkan kehebatan dan egonya saja. Mengapa ia tidak berusaha membantu dengan kemampuan yang dimilikinya untuk membantu perjuangan bangsa Indonesia ?

Apapun alasannya, itu bukanlah sesuatu hal yang pantas untuk dibanggakan. Tidak adanya respon yang dari para pendekar / ahli beladiri di tanah Jawa bukan berarti bahwa mereka tunduk atau takut terhadap kemampuan yang dimiliki oleh Lo Ban Teng. Bahkan belum tentu semua orang mengenal nama Lo Ban Teng.

Namun saya juga ingin menyampaikan kritik terhadap para pendekar / ahli beladiri di tanah Jawa yang tidak merespon tantangan yang diberikan oleh Lo Ban Teng. Apakah tidak ada seorang pun yang mampu membela harga diri bangsanya ? Padahal dalam sejarah beberapa guru besar yang pernah hidup di jaman itu disebutkan bahwa mereka pernah mengalahkan jago-jago kuntau dari China namun tanpa menyebutkan nama dan aliran dari lawannya.

Pada masa pendudukan Belanda, penduduk Indonesia di bagi menjadi tiga :
1.   Penduduk kelas satu, bangsa Eropa
2.   Penduduk kelas dua, bangsa Timur Asing
3.   Penduduk pribumi

Adanya perbedaan yang dibuat oleh penjajah dimaksudkan untuk memecah-belah persatuan yang ada di masyarakat jajahannya. Padahal jauh sebelumnya telah ada hubungan yang baik antara bangsa pribumi dengan bangsa pendatang termasuk orang-orang Tionghoa.

Ada beberapa catatan menarik bagi saya mengenai pengaruh seni beladiri China terhadap pertumbuhan seni beladiri di tanah air. Misalnya perkembangan pencak silat atau maen pukulan di daerah Betawi yang dipengaruhi oleh seni beladiri China. Silat Beksi merupakan seni beladiri yang berasal dari Negeri China yang dibawa pertama kalinya ke Indonesia (Batavia.red) oleh seorang guru keturunan China yang bernama “ Lie Ceng Oek” yang bermukim dan bertempat tinggal di daerah Dadap, Tangerang. Hingga saat ini hubungan silahturami antara Perguruan Pencak Silat BEKSI dengan keluarga besar Lie Ceng Oek tetap terjaga melalui pertemuan yang diadakan setiap tahun. Lalu ada pula Silat Kwitang yang dalam sejarahnya mendapat pengaruh dari seorang ahli beladiri asal China ”Kwee Tang Im” , yang kemudian namanya juga dijadikan nama daerah tersebut. Kedua Silat ini lalu berkembang dan menjadi bagian budaya Betawi yang dapat dibanggakan.

Banyaknya hal yang dapat memicu perselisihan dan stereotipe etnis terhadap kaum minoritas harus dihindari. Dengan adanya interaksi antara semua lapisan masyarakat, khususnya dalam mengembangkan seni beladiri pencak silat di Indonesia akan tercipta rasa persatuan dan persaudaraan yang kuat antar elemen bangsa. Lalu bagaimana dengan kontribusi ahli beladiri China lainnya yang hidup dan tinggal di Indonesia ? Saya harap adanya respon mengenai tulisan ini.


Bang ajad maaf ternyata terjadi kesalahpahaman tentang tulisan Lo A Him.
Saya sudah mendengar semua penuturan keturunan Lo Ban Teng. ternyata Lo A Him ada sedikit penyimpangan sari sejarahnya. Lo A Him adalah anak angkat Lo Siaw Gok, yang baru bergabung umur belasan. dan di suruh menyebarkan ajaran ke Jerman. Dia mengaku garis nadi Lo Banteng, tapi ternyata, dia bukan. Dia sudah dianggap murtad oleh generasi penerus yang asli. Ini hanya tulisan tambahan dari saya. sebelumnya saya udah ngelurusin. Lo A HIM tidak begitu tahu sejarahnya. saya heran dia berani mengungkapkannya ke publik. Saya adalah Humas Perguruan Lo ban Teng yang asli. saya ditugaskan guru saya, cucu LO Bang Teng, Lo Hak Loen yang mewarisi perguruannya untuk meluruskan hal ini. jadi maaf atas kesalahpahamannya. sebagai informasi, banyak sekali berita miring mengenai Lo Ban Teng, karena orang China yang telah lebih dulu datang, tradisinya memandang renda orang yang baru datang, jadi banyak gosip tak sedap, banyak juga murid yang terpengaruh. Karena itu, saya mewakili guru saya dengan segala hormat dan maksud baik mengundang anda untuk berkorespondensi langsung dengan beliau dan menanyakan sejarahnya. alamat sudah saya cantumkan, tolong konfirmasi dulu untuk kedatangannya. saya sangat mengharapkan kedatangan anda. sebagai informasi, kami akan melayangkan surat protes juga kepada Lo A Him i jerman, yang telah dengan lancang membuat situs tersebut, padahal ini melangkahi Lo Hak Loen yang juga merupakan salah satu penguji saat dia masih latihan di Indonesia. saya pernah melihat sertifikatnya. Jadi saya juga mohon kerjasama anda untuk mengkonfirmasi saudara-saudara di web jalan petarung yang tadi saya lihat ada tulisan serupa dan saya benar-benar kaget dan amat sangat tidak menyangka ternyata itu berasal dari web nya Lo A Him. harap maklum. Saya minta maaf kalau ada kata-kata sebelumnya yang kurang berkenan.saya hanya tak ingin nama baik aliran saya dicemarkan, harap sekali lagi anda mengerti.anda pasti bisa mengerti maksud dan perasaan saya saat orang lain salah paham akan perguruan kita dan mengambil kutipannya dari para murid murtad aliran kita. terima kasih.

Java

  • Calon Pendekar
  • *
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 647
  • Reputation: 48
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #28 on: 12/10/2007 09:34 »
...harap sekali lagi anda mengerti.anda pasti bisa mengerti maksud dan perasaan saya saat orang lain salah paham akan perguruan kita dan mengambil kutipannya dari para murid murtad aliran kita. terima kasih.

Lebih bagus mas Red Hawk mengajukan protes tertulis ke situs ybs. Perasaan jengkel, marah, tersinggung dan dikhianati memang wajar. Namun jangan sampai perasaan-perasaan tersebut membuat orang kehilangan nalar.

Saya mengerti perasaan sampeyan dan simpati atas kejadian tsb krn kami pernah mengalami hal yg sama.

Semoga masalah cepat selesai :)

parewa

  • Administrator
  • Calon Pendekar
  • *****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 6
  • Posts: 601
  • Reputation: 50
Re: LO BAN TENG, LO BERANI ?
« Reply #29 on: 12/10/2007 17:36 »

Mungkin untuk menjelaskan secara tuntas ke publik, ada baiknya Koran Tempo dan SilatIndonesia.com datang untuk meliput [pray2]

Mas Red Hawk, Koran Tempo memiliki jatah 1x sebulan (edisi minggu) untuk menampilkan silat2 tradisional Indonesia (dulunya 1x seminggu namun berhubung Mas Amal Ihsan dirotasi ke bagian lain, Alhamdulillah tidak serta merta dihapuskan begitu saja). Saya rasa, sinshe Lo Ban Teng dengan kung fu nya telah menjadi bagian dari bangsa ini sejak jaman penjajahan Belanda dulu, dan tidak ada salahnya ditampilkan sebagai bagian dari seni beladiri tradisional kita  ^:)^

Tetap semangat......


 

Powered by EzPortal