+-

Video Silat


Shoutbox

23/12/2019 08:32 anaknaga: Tidak bisa masuk thread. dah lama tidak nengok perkembangan forum ini.
salam perguruan dan padepokan silat seluruh nusantara.
02/07/2019 18:01 Putra Petir: Akhirnya masuk jua... wkwkwk
13/12/2016 10:49 Taufan: Yuk ke Festival Kampung Silat Jampang 17-18 Desember 2016!!!
20/09/2016 16:45 Dolly Maylissa: kangen diskusi disini
11/02/2016 15:58 Taufan: Alhamdulillah SS sudah ON lagi ;-)
07/01/2016 10:00 luri: wa 'alaikumussalam
04/01/2016 20:21 May Lee: Assalamu 'alaikum
View Shout History

Recent Topics

PPS Betako Merpati Putih by acepilot
14/08/2020 10:06

Minta Do`a dan bimbingan para suhu dan sesepuh silat :D. SANDEKALA by zvprakozo
10/04/2019 18:34

On our book: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
13/03/2017 14:37

Siaran Radio ttg. Musik Pencak Silat di Stasiun "BR-Klassik / Musik der Welt" by Ilmu Padi
12/01/2017 16:19

Tentang buku kami: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
17/10/2016 20:27

Hoby Miara Jin by anaknaga
19/09/2016 04:50

TALKSHOW SILAT - Silat Untuk Kehidupan by luri
22/06/2016 08:11

Thi Khi I Beng by aki sija
17/08/2015 06:19

[BUKUTAMU] by devil
09/06/2015 21:51

Daftar Aliran dan Perguruan di Indonesia by devil
01/06/2015 14:01

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
01/06/2015 13:59

Persilatan Jurus Lima (Sabandar) by Marsudi Eko
14/05/2015 19:36

Kebugaran Merpati Putih by mpcrb
22/04/2015 16:16

PAWAI JAMBORE PENCAK 2015 by luri
20/04/2015 16:20

ALM. Kong Nur ( BEKSI Kampung Sawah) by initial_d
30/03/2015 14:02

SilatIndonesia.Com

Author Topic: Thifan Po Khan Kung fu Muslim dari China Utara  (Read 34891 times)

Bayu Umbara

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 195
  • -Receive: 121
  • Posts: 1.214
  • Reputation: 197
  • Datuk Bagindo Rajo
    • http://silekminangpandekacupak.blogspot.com/
  • Perguruan: Sasaran Silek Harimau Cupak
Re: Thifan Po Khan Kung fu Muslim dari China Utara
« Reply #45 on: 20/12/2010 11:13 »
Memang kelebihan thifan dan syufu adalah dari senamnya,belum mulai latihan jurus juga energinya sudah lumayan terkuras untuk senam awal,tapi hasilnya dijamin mantap [top] [top] [top]
yang saya suka itu senam wajah,biar awet muda hehe :D :D :D
salam

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: Thifan Po Khan Kung fu Muslim dari China Utara
« Reply #46 on: 20/12/2010 11:59 »
selama saya latihan, gak pernah disebut2 ttg meditasi.
Apalagi, meditasi lekat dg nuansa non islam. Andaikata ada pun, sptnya sdh dibuang.
Pelatihan konsentrasi dilakukan dalam sentay tsb.

Boleh tau kenapa meditasi lekat dengan nuansa non islam dari sudut pandang Tifan?

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Bayu Umbara

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 195
  • -Receive: 121
  • Posts: 1.214
  • Reputation: 197
  • Datuk Bagindo Rajo
    • http://silekminangpandekacupak.blogspot.com/
  • Perguruan: Sasaran Silek Harimau Cupak
Re: Thifan Po Khan Kung fu Muslim dari China Utara
« Reply #47 on: 20/12/2010 12:08 »
Kayanya bukan dari sudut pandang thifan tuh mas, ayo bang humdee dijawab...
kalau menurut saya, meditasi sah2 saja selagi tidak bertentangan dengan agama, misalnya sampai menyakiti diri, ga makan,ga mandi,ga anu, ga ibadah sampai berhari2 apalagi berbulan2 ,itu baru tidak dibenarkan dalam islam, kalau hanya meditasi sambil mengatur dan mengolah nafas dalam hening dan melepaskan pikiran dari anasir2 yang mengganggu boleh2 aja,wallohu'alam bisshowab,
mohon maaf kalau ga tepat pernyataannya,terima kasih
salam

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: Thifan Po Khan Kung fu Muslim dari China Utara
« Reply #48 on: 20/12/2010 12:18 »
@kang bayu, dari salah satu sumber, memang itu dari sudut pandang Tifan kok. Tapi saya coba menunggu kang hummdee6 untuk membabar. Barangkali lebih paham mengenai ini.

Saya pribadi sepakat dengan kang bayu bahwa bergantung pada jenis meditasi dan pemahaman meditasi yang bagaimana dulu yang dikatakan tidak Islami. Tidak bisa digeneralisir. But again, mungkin Tifan Po Khan punya sudut pandang yang berbeda dalam hal ini.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

Bayu Umbara

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 195
  • -Receive: 121
  • Posts: 1.214
  • Reputation: 197
  • Datuk Bagindo Rajo
    • http://silekminangpandekacupak.blogspot.com/
  • Perguruan: Sasaran Silek Harimau Cupak
Re: Thifan Po Khan Kung fu Muslim dari China Utara
« Reply #49 on: 20/12/2010 12:23 »
Oh gitu ya baru tau saya,soalnya saya ga terlalu dalam nyemplung di thifan,maaf nis mas saya sambil makan postingnya hehe
salam

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: Thifan Po Khan Kung fu Muslim dari China Utara
« Reply #50 on: 20/12/2010 13:23 »
Menurut informasi yang saya dapat, bahwa meditasi dikatakan non Islami karena:

Pertama, tidak diajarkan oleh nabi.
Kedua, berpotensi masuknya jin ke dalam tubuh atau berpotensi munculnya pengaruh jin.

Kepada praktisi Tifan Po Khan, mohon dikoreksi kalau saya salah atau ada yang kurang. Terima kasih.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

hummdee6

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 3
  • -Receive: 23
  • Posts: 365
  • Reputation: 33
    • Email
Re: Thifan Po Khan Kung fu Muslim dari China Utara
« Reply #51 on: 20/12/2010 15:00 »
ibarat tapak suci yang berafiliasi dg Muhammadyah, Pager Nusa berafiliasi dengan NU .. Thifan (dan keluarganya) berafiliasi dengan PERSIS (persatuan Islam). Pola pemahaman islam di PERSIS, denger2 kabar termasuk keras.

Satu hal yang pasti, dalam janji thifan sendiri .. meniadakan kemusyrikan.
Beberapa hal yg dianggap simbol2 agama non islam dihilangkan.
Spt: hormat silat yg katanya sembahyangnya orang hindu (ditiadakan), hormat khas kungfu (ditiadakan)..bahkan dulu sampai ada yg lebih kaku lagi, dg menyatakan thifan tidak ada jurus binatang krn thifan tidak menyembah binatang...
Nah ... melihat pola pikir spt itu, kemungkinan meditasi dinilai sebagai suatu bentuk ibadah non islam. karena tdk ada dalam hadits bgm Rasulullah dan sahabatnya mencontohkan.

kl dikatakan meditasi merupakan jalan syaitan/jin masuk ke tubuh kita .. itu gak bs dijadikan patokan.
(saya pernah berdebat dg pendukung ruqyah ini dibeberapa forum diskusi agama).
Sebab waktu Ruqyah lagi booming, banyak para tamid thifan yg bereaksi ketika di ruqyah.

ps.
jangan jadikan saya menjadi sumber utama ya ... saya hny pra dasar aja di thifan.

mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: Thifan Po Khan Kung fu Muslim dari China Utara
« Reply #52 on: 20/12/2010 15:33 »
Maaf keluar dikit dari jalur Tifan. Saya komentari sedikit mengenai XinYi.

Berbeda dg Lie Shuwen yang mudah menaklukkan orang dg membunuh lawan, Wu Zhong menaklukkan hati lawannya. Menurut saya, wu zhong jauh lebih hebat dpd Lie Shuwen.

Masing-masing dari kita punya penilaian tersendiri mengenai karakteristik ini. Keduanya memang master. Meski demikian, menurut saya pribadi ada seseorang yang menjadi peletak dasar pertama yang memberanikan melakukan kritik secara terbuka terhadap beladiri diri China pada saat itu, yakni Wang Xiangzhai (1886-1963), yang dikenal juga dengan nama Nibao, Zhenghe, atau Yuseng. Merupakan salah satu murid terbaik dari Guo Yunshen.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa saya memandang master ini punya tempat sebagai pembaharuan (kungfu revolution).

Berdasarkan ebook yang ditulis oleh Andrzej Kalisz pada Januari 2007 dikatakan bahwa menceritakan bagaimana perjuangan Master Wang dan murid turunannya mempertahankan nama baik CMA yg direndahkan praktisi Beladiri Asing yg mulai masuk China kala itu.

Pada saat itu mereka mempunyai ambisi menjadikan Yi Quan (Xinyi Quan) sebagai beladiri ketiga yg dikenal dunia barat setelah Judo dan JiuJitSu. Hanya sayangnya perkembangannya terhambat dgn adanya Perang Dunia ke II, Perang Nasionalis Komunis dan juga Revolusi Budaya di China.

Dan Uniknya Yi Quan ( Xinyi Quan ) ini dikenal dunia barat justru lebih atas jasa Kenichi Sawai dgn Taikikennya. Master Sawai berkawan dekat dgn Oyama, sang pendiri Karate Kyokushin. Banyak murid Kyokushin yg akhirnya berlatih Taikiken ini. Popularitas Kyokushin Karate di dunia beladiri International turun mempercepat dikenalnya Taikiken oleh praktisi beladiri dunia. Dari sinilah dunia barat mengenal Taikiken adalah turunan dari Yi Quan ( Xinyi Quan ).

...

Master Wang termasuk salah satu tokoh pembaharuan pelatihan CMA - banyak kritik Master Wang terhadap pola latihan dan cara pikir para praktisi CMA pada saat itu. Dalam salah satu wawancaranya dgn Koran Beijing - Shibao, Wang Xiangzhai pernah mengatakan:

"Martial Art in China is in situation of chaos. People don't know which path they should follow. Generally we can say, that essence is neglected and only what superficial is stressed. Japanese Judo and European Boxing, although they are not perfect, lacking the unified force, they have advantages. If you compare typical Martial Artists of our country with them, you will see that we are far behind. It's such a shame ! We must put old teaching in order, improve them and develop. If we don't do this, nobody will do it for us. Although I can not do much myself. I'm calling everybody to work together. This the goal of my criticism."

Ini buat saya menarik, karena kondisi yang dialami oleh Wang Ziangzhai pada saat itu kurang lebih hampir sama seperti keadaan silat kita sekarang ini? Esensi beladiri (Pencak Silat) mulai dilupakan sedang hal yg superfisial (Klenik) yg lebih ditonjolkan, derasnya MMA dan BJJ masuk ke Indonesia - hampir tidak berbeda dgn masa itu di China.

Perbedaannya adalah pada saat itu ada seorang Marter beladiri China seperti Wang Xiangzhai yg melihat permasalahan ini. Derasnya masuk ilmu beladiri luar seperti Judo dari Jepang dan Tinju dari Eropa - membuat Master Wang mulai melihat perbedaan antara beladiri asing dgn beladiri China yg ada. Judo dan Boxing di mata Master Wang tetap tidak sempurna - tetapi Master Wang juga melihat pola pelatihan mereka jauh lebih efektif dibanding pola pelatihan CMA. Bisa dilihat Judo dan Tinju jauh lebih bisa mempersiapkan praktisinya dgn ilmu beladiri yg efektif.

"If you compare typical Martial Artists of our country with them, you will see that we are far behind. It's such a shame !", lanjut Master Wang.

Pernahkah para Sesepuh Pencak Silat kita melihat permasalahan yg dihadapi dunia Pencak Silat kita seperti Wang Xiangzhai ? Apakah ada Sesepuh Silat yg melihat secara umum kualitas Pesilat kita jauh di bawah praktisi beladiri asing lain ?

...

Bahkan Master Wang termasuk salah satu Tokoh CMA yg berdiri di depan menghadapi tantangan para ahli beladiri luar yg memandang rendah CMA. Pada saat itu banyak sekali ahli beladiri luar yg memandang rendah CMA dan menganggap CMA tidak efektif digunakan dalam pertarungan sesungguhnya.

Sama seperti keadaan sekarang ini di Indonesia bukan? Banyak sekali praktisi MMA dan BJJ yg memandang rendah Pencak Silat - dan mereka menantang praktisi Silat untuk bertarung. Banyak video di Youtube yg memperlihatkan praktisi Silat dipermalukan. Tapi pernahkah ada Tokoh Dunia Persilatan kita yg maju menjawab tantangan mereka dan membuktikan bahwa Pencak SIlat adalah Ilmu Beladiri yg efektif digunakan dalam pertarungan seperti yg dilakukan Wang Xiangzhai?

Saya bukan tokoh dunia persilatan semahir seperti Master Wang ini. Saya kebetulan hanya melakukan studi kasus, analisa banding, untuk difikirkan bagaimana pola yang lebih baik, pemodelan-pemodelan yang lebih baik, dsb, yang menunjang kemajuan silat. Pengalaman berinteraksi "adu kaweruh" dengan beladiri asing sedikit sekali. Alhamdulillah belum pernah memalukan nama silat dimata mereka.

...

Setelah Kenichi Sawai dikalahkan Wang Xiangzhai, Sawai kemudian membawa Hino Instruktur Judo dari Militer Jepang yg ada di Sanghai untuk bertarung dgn Master Wang. Menurut cerita pada saat itu Hino membawa seekor ayam Jago untuk menangkal ilmu hitam dari Wang Xiangzhai. Mendengar bagaimana kekalahan Kenichi Sawai yg "aneh" - menurut Hino itu pasti disebabkan ilmu hitam. Kemudian Hino menyembelih ayam jago tsb dan membuat lingkaran dari darah ayam Jago - Hino menantang Master Wang bertarung di dalam lingkaran.

Master Wang mengatakan dia tidak bisa ilmu hitam tapi jika Hino menantang dia untuk bertarung dalam lingkaran - Master Wang akan menerima tantangan ini. Begitu pertarungan dimulai Hino segera memegang tangan Master Wang dan berusaha membantingnya. Tapi hanya dgn menghentakan pergelangan tangannya saja, Hino segera terlempar jauh keluar arena pertarungan. Hino menghantam keras pohon yg ada di dekat situ dan terjatuh dalam keadaan pingsan.

Walaupun Master Wang hanya menghentakan pergelangan tangannya saja tapi dgn prinsip "Whole Body Movement" bisa menghasilkan tenaga yg besar. Jadi bisa dibayangkan bagaimana hasilnya jika seorang sudah mampu menerapkan prinsip ini dgn benar.

Jadi, hal-hal yang sering hilang di dalam prinsip dasar pengolahan tenaga pada pelatihan silat inilah yang ingin saya coba angkat kembali. Agar sama-sama diingat kembali dan dibudidayakan kembali oleh masing-masing dari kita.

...

Ichiro Hatta seorang Judo Master lainnya yg pada tahun 1929 ikut mempromosikan Judo ke USA, 1932 mewakili Jepang dalam nomor Wrestling di Olimpiade, tahun 1935 melatih Team Jepang dalam Olimpiade Berlin. Ichiro Hatta adalah pemegang Dan 8 Judo, Dan 8 Aikido dan Dan 7 Kendo.

Kebetulan Ichiro Hatta mendengar pernyataan Wang Xiangzhai di koran Shibao yg saya tulis di atas - yg mengatakan Judo dan Tinju memang baik tetapi tidak mengenal konsep Unified Force ( Whole Body Movement ). Hino kemudian menulis surat undangan kepada Wang Xiangzhai dan meminta untuk bertemu di suatu restauran di Sanghai. Ketika bertemu Hatta sangat terkejut Master Wang ternyata seorang yg berperawakan kecil berbeda jauh dgn dirinya yg tinggi besar. Pada saat itu Hatta secara langsung menantang Master Wang, Master Wang menerimanya dan pertarungan bisa langsung dilakukan di dalam ruangan restauran yg sudah disewa Hatta tsb.

Pertarungan dimulai dan Hatta dgn cepat berusaha memegang Master Wang untuk melakukan bantingan. Tapi dgn cepat Master Wang menghindar ke belakang Hatta dan mendorong Hatta jatuh. Hatta langsung berdiri dan menyerang Wang kembali, kali ini Master Wang menghindar sambil memukul ke arah tulang iga Hatta. Hatta masih sempat memblock pukulan Master Wang - tetapi yg terjadi adalah ketika tangan Hatta menyentuh tangan Master Wang yg melakukan pukulan - ternyata seperti ada tenaga yg berbalik menyerang hingga Hatta pun terlempar oleh tenaga dorongan pukulan Master Wang dan jatuh menimpa meja yg ada di ruangan tsb.

Hatta belum menyerah begitu bangkit dgn cepat Hatta berusaha mengambil kaki Master Wang untuk melakukan Take Down. Kali ini Master Wang sama sekali tidak menghindar bahkan mengangkat salah kakinya agar mudah diambil Hatta. Ketika Hatta berhasil memegang kaki Master Wang dgn cepat Master Wang mendorong kakinya ke arah perut Hatta - Hatta pun terdorong jatuh kembali.

Setelah beberapa kali gagal Hatta mengatakan bagaimana jika kali ini dia memegang ke dua pergelangan tanga Master Wang. Master Wang pun membiarkan Hatta memegang ke dua pergelangan tangannya. Dan ketika Hatta berusaha membanting Master Wang - dgn cepat Master Wang mengerahkan Tenaga dgn prinsip "Whole Body Movement" nya dan melempar balik Hatta membentur tembok hingga ruangan tsb bergetar.

...

Wang Xiangzhai adalah tokoh CMA yg prihatin dgn keadaan CMA yg dianggap rendah oleh beladiri asing. Dan Master Wang berdiri di garis depan untuk mempertahankan nama CMA di mata Dunia. Walaupun begitu Master Wang juga tidak lupa melontarkan kritikan pedas pada dunia CMA.

"We must put old teaching in order, improve them and develop. If we don't do this, nobody will do it for us. Although I can not do much myself. I'm calling everybody to work together. This the goal of my criticism."

Akankah ada Tokoh Dunia Pencak Silat di Indonesia yg akan maju ke depan dan mengatakan hal yg sama untuk menghadapi deras MMA dan membuktikan Pencak Silat adalah Beladiri yg Efektif sejajar dgn Beladiri lain di dunia ?

Pada Tahun 1944 dalam bukunya "Theory of Dacheng Quan" ada beberapa kritik Wang Xiangzhai yg diajukan pada CMA.

"All greatest sciences and arts are simple in form, and rich in content. And what is complicated in form usually hasn't got much essence. This is true not only in martial art. Think about it."

Kritik ini ditujukan pada CMA yg terlalu banyak menekankan Jurus yg terlalu rumit - sehingga praktisinya kehilangan esensi Beladiri itu sendiri yaitu efektifitas dalam pertarungan. Semua ilmu dan seni yg hebat itu sangat simple dalam bentuk tetapi kaya isinya.

" As for jumping over walls and roofs, it is all fantasies from novels, you can only smile when you hear about it. As for those stories about crushing big rocks and resisting cuts of a sabre, those are the worst absurd inventions. There is no point discussing something like this "

Bukankah keadaan yg sama terjadi pada dunia Pencak Silat kita ? Berapa banyak perguruan beladiri yg menjual fantasy ? Kemampuan "menakjubkan" ilmu kebal, membakar kertas dgn tenaga dalam, berjalan di atas air, rogo sukmo dsb ? Pertanyaannya adalah jika memang kemampuan seperti itu ada, apakah memang efektif digunakan dalam pertarungan ? Jika ya ... buktikan itu, jangan hanya menjual fantasy. Kira-kira demikian yang hal-hal yang disebut superfisial oleh bagi Master Wang. Hal-hal yang sifatnya superfisial bukanlah esensi ilmu beladiri itu sendiri.

Kadang saya sendiri sering berpikir Pencak Silat itu sebenarnya Martial Art - Dunia Beladiri - atau Witchcraft - Dunia Sihir. Pencak Silat itu dunianya para Knights atau dunianya para Sorcerers kalau kita pakai terminology film The Lords of The Rings.

Cuman pemikiran ngalor-ngidul yang diramu dari berbagai sumber.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

hb

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 5
  • Posts: 219
  • Reputation: 22
    • Email
Re: Thifan Po Khan Kung fu Muslim dari China Utara
« Reply #53 on: 23/12/2010 14:24 »
ane masih cupu di thifan, sedikit nanggapi juga...memang di thifan tidak dikenal adanya meditasi, sistem pernafasannya adalah pernafasan gerak yaitu selalu melakukan gerak ketika melakukan pernafasan dan fokus pada posisi yg menjadi konsentrasi kekuatannrya. Tetapi di thifan juga dikenal latihan jurus (tawe) dan turgul (latihan bertarung) dengan menggunakan fikiran, tetapi tidak dengan mengkosongkan fikiran, karena konsepnya adalah ketika fikiran kita kosong maka jin atau hal2 lain diluar kendali akan memasuki fikiran dan menimbulkan kekuatan lain.

Diatas ditulis juga terkait bahwa thifan adalah identik dengan Persis, sebenarnya tidak begitu, karena thifan amanahnya adalah disebarkan kepada seluruh ummat Islam dan tidak mengenal sistem ashobiyah, mungkin karena awalnya ust Marzdedeq merupakan ustadz di Persis. Tetapi perkembangannya thifan ini dipelajari oleh lintas ormas .. [top]


mpcrb

  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 20
  • -Receive: 91
  • Posts: 759
  • Reputation: 266
  • Sahabat Silat
    • My profile on Kompas cetak (you have to be Kompas member)
    • Email
  • Perguruan: Merpati Putih
Re: Thifan Po Khan Kung fu Muslim dari China Utara
« Reply #54 on: 23/12/2010 15:45 »
Mas hb, statement ini cukup menarik:

tetapi tidak dengan mengkosongkan fikiran, karena konsepnya adalah ketika fikiran kita kosong maka jin atau hal2 lain diluar kendali akan memasuki fikiran dan menimbulkan kekuatan lain.

Kalau mengosongkan pikiran sehingga benar-benar sangat kosong (seperti misalnya seseorang yang dalam keadaan TRANCE atau ketika seseorang mengalami beban hidup begitu tinggi / masalah yang sangat berat sehingga ia tidak punya kuasa lagi atas pikirannya, ya bisa jadi. Tetapi meditasi bukanlah yang demikian.

Menurut saya pribadi, meditasi itu hakekatnya bukanlah mengosongkan pikiran. Meditasi di dalam beladiri intinya hanyalah memindahkan sesuatu pada titik lain. Apa yang dipindahkan? Ya konsentrasi, ya visualisasi, bisa apa saja. Jadi, meditasi bukanlah berarti mengosongkan pikiran sehingga pikiran benar-benar blas hilang hingga masuk kondisi trance. Justru meditasi itu mengisi, bukan mengosongkan.

Salam.
Belajar memahami hidup dalam kehidupan...

hb

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 5
  • Posts: 219
  • Reputation: 22
    • Email
Re: Thifan Po Khan Kung fu Muslim dari China Utara
« Reply #55 on: 23/12/2010 16:11 »
Terima kasih penjelasannya mas, dulu ane waktu dikampung biasa semedi dengan cara mengkosongkan pikiran sampai timbul suatu titik. Lalu titik tersebut diikuti sampai mencapai hasil tertentu, misalnya menemukan gambaran laut, gambaran api dll

Bayu Umbara

  • Pendekar Madya
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 195
  • -Receive: 121
  • Posts: 1.214
  • Reputation: 197
  • Datuk Bagindo Rajo
    • http://silekminangpandekacupak.blogspot.com/
  • Perguruan: Sasaran Silek Harimau Cupak
Re: Thifan Po Khan Kung fu Muslim dari China Utara
« Reply #56 on: 23/12/2010 16:36 »
Ass,terima kasih tambahannya kang Hb,salam kenal,betul seperti yang disampaikan oleh kang hb bahwa thifan itu adalah beladiri umat islam secara keseluruhan bukan hanya beladiri satu ormas islam,walaupun pada awalnya dikembangkan oleh ormas tersebut,
terima kasih
salam

hb

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 5
  • Posts: 219
  • Reputation: 22
    • Email
Re: Thifan Po Khan Kung fu Muslim dari China Utara
« Reply #57 on: 23/12/2010 16:47 »
Memang kelebihan thifan dan syufu adalah dari senamnya,belum mulai latihan jurus juga energinya sudah lumayan terkuras untuk senam awal,tapi hasilnya dijamin mantap [top] [top] [top]
yang saya suka itu senam wajah,biar awet muda hehe :D :D :D
salam

Tujuan senamnya (sentay) memang tidak sekedar stretching, tetapi juga merupakan latihan dasar untuk penguatan pondasi dan penyesuaian aliran tenaga, pembentukan badan agar sudah siap ketika memasuki tahapan tawe (jurus)  :)

Maap kalo jawabannya salah, tolong para suheng bisa mengoreksi  [thank]

limpato

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 12
  • -Receive: 39
  • Posts: 76
  • Reputation: 47
Re: Thifan Po Khan Kung fu Muslim dari China Utara
« Reply #58 on: 25/12/2010 18:21 »
.....
Walaupun Master Wang hanya menghentakan pergelangan tangannya saja tapi dgn prinsip "Whole Body Movement" bisa menghasilkan tenaga yg besar. Jadi bisa dibayangkan bagaimana hasilnya jika seorang sudah mampu menerapkan prinsip ini dgn benar.

Jadi, hal-hal yang sering hilang di dalam prinsip dasar pengolahan tenaga pada pelatihan silat inilah yang ingin saya coba angkat kembali. Agar sama-sama diingat kembali dan dibudidayakan kembali oleh masing-masing dari kita.

...

Kadang saya sendiri sering berpikir Pencak Silat itu sebenarnya Martial Art - Dunia Beladiri - atau Witchcraft - Dunia Sihir. Pencak Silat itu dunianya para Knights atau dunianya para Sorcerers kalau kita pakai terminology film The Lords of The Rings.


Pandangan yang tajam dari sepuh kita, seharusnya memang demikian, kita harus bisa melayani beladiri mereka. Semoga di masa mendatang silat semakin disegani di antara beladiri lain.
Dari kajian sejarah, kita tahu bahwa silat adalah pakaian (tools)  para pejuang atau prajurit di Nusantara di masa lalu, apakah itu prajurit Sriwijaya, Dharmasraya, Majapahit dll. Jadi bukan semata-mata permainan sihir. 

Terima kasih atas pencerahannya...

 
Tasurek, tasirek, tasuruak (tersurat, tersirat  dan tersembunyi)

kunderemp

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 58
  • -Receive: 12
  • Posts: 213
  • Reputation: 41
  • Sahabat Silat
    • Email
  • Perguruan: beberapa plus youtube-fu
Re: Thifan Po Khan Kung fu Muslim dari China Utara
« Reply #59 on: 27/12/2010 09:31 »
Afwan,
dari kalangan Thifan, pernah ada yang cek silang sejarahnya, gak?

Kemarin ana menemukan pernyataan ini di topik 'Do Uygur Turks have martial arts styles'

Quote
Yes, but they did in the lost history!
in Turfan (Xinjiang, autonomous of China now) In the east Turkestan there is a martial art called Taesyu khan or Shurul  khan  or Thifan po khan, but the it names  seems to disappear from the tongue of the Turks. Even may be  martial art itself is extinct, but with the power of God, it martial art had spread to distant countries with Muslim such as Indonesia. It martial art is taken by the Tatar people.
'Sejarah yang hilang'? 'Beladiri punah'? 'Nama yang hilang dari lidah orang-orang Turki'?


Aku membaca kisahnya (yang juga dikutip Bayu Umbara) dan menemukan kejanggalan.
Quote
Turkistan Barat dijajah oleh Rusia yang memasukkannya ke dalam wilayah Uni Sovyet. Sebelum Islam datang ke daerah ini, beberapa suku asli seperti Tayli, Kimak, Doghan, Oirat, Kitan, Mongol, Naiman, dan Kati telah memiliki sejenis ilmu beladiri purba berbentuk gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang dinamakan "kagrul", yang dipadukan dengan pengaturan napas Kampa.
Thifan/ turfan terdiri dari mayoritas muslim dari suku wigu/ uighur/ , tartar, moghul, kittan, fattan, tayli dan juga suku hui.

Tayli, sayangnya, bukan suku. Tayli adalah nama kota, yang pernah jadi pusat kerajaan Tayli yang didominasi suku Bai (di masa dinasti Song). Tentu saja tidak cuma suku Bai yang ada di sana, tetapi juga suku Hui (muslim), Yi, Lisu, dan Han.

Selain itu, Tayli tidak berada di Turkistan Timur (TiongkokBarat atau sekarang dikenal sebagai Xinjiang/Sin kiang). Tayli berada di Cina selatan, di propinsi Yunnan.

Sempat di masa Qing Dinasty, Tayli memberontak dan mendirikan kesultanan Pingnan Guo (Kesultanan Selatan yang Damai - Kesultanan Islam Selatan?) di bawah Sultan Sulaiman Ibn Abdurrahman atau Du Wenxiu dan pemberontakannya dinamakan pemberontakan Panthay. Sultan sendiri seorang Hui dan menyerukan persatuan antara Hui dan Han menentang Manchu.

Ada lagi kejanggalan lain.
Quote
Badur Je'nan adalah seorang anak keturunan bangsawan Tayli.
Mulanya ia adalah seorang Ahund/ ustad muda yang pandai ilmu agama islam.
Jalan hidupnya berubah ketika pada suatu hari ia berdebat agama dengan seorang suku Han.Dalam debat itu, orang Han itu kalah dan tidak terima dengan penjelasan Je'nan lalu memukul Je'nan dan meludahi mukanya. Karena tidak berani, Je'nan tidak melawan, tapi dalam hatinya ia berfikir " Kenapa aku seorang lelaki begini lemah, seperti seorang penari kerajaan saja ".


Lalu ia mendatangi lanah tempat berlatih beladiri dan mulai belajar Wigu Po'er/ pkulan dan tendangan wigu. Ia tetap sabar walau dilanah itu ia sering " dikerjai oleh seniornya ".

Di Muslim Tiongkok, Ahund itu bukan ustadz. Ahund (atau dilafalkan 'Ahong' oleh suku Hui) itu imam, imam mesjid. Setidaknya kalau dia berasal dari Tayli. Mungkin di suku seperti Uzbek atau Uyghur pengertiannya lain karena Ahund sendiri artinya yang memiliki ilmu dalam bidang agama (ustadz).  Itu pun di masa lalu, ahund itu dihormati.

Rasanya janggal ada cerita Ahund berdebat agama dan diakhiri dengan pemukulan dan meludahi. Memangnya kejadiannya di mana? Di tengah jalan di kota yang mayoritas Han?

Lalu ada cerita ia dilecehkan di tempat seniornya di tempat beladiri Wigu/Uyghur. Seorang Ahund dilecehkan di tempat yang mayoritas muslim?

Atau jangan2 beliau belum jadi seorang Ahund saat itu dan baru jadi Ahund setelah matang?

Saya gak meragukan beladiri Thifan. Saya gak meragukan niatnya. Tapi saya sangsi dengan sejarahnya.
Kemarin saya sempat mencari 'Thifan' di internet tetapi semua sumber yang saya dapat selalu berasal dari Thifan di Indonesia. Bahkan Thifan di Mesir pun dari Indonesia.

Istilah-istilah berbau Persia (Ahund, Badur) bukan jaminan beladiri ini berasal dari Turkistan. Nama-nama kesatuan Pangeran Diponegoro pun juga berbau nama-nama Turki. Makanya, aku lebih penasaran, ada gak, beladiri Thifan, saat ini, di antara keturunan Turkistan?

 

Powered by EzPortal