+-

Video Silat


Jambore Pencak Silat, Slempang Betawi, Beksi Kong
Babe Nunung - Performance Silat di acara ultah fp2
Silat Golok Seliwa2
Silat Makassar menggunakan badik
Pukulan Patikaman Silat Kuntau Pahampangan Kandang
bandrong on action #2
Jambore Pencak Silat, Setia Hati performance - se
Final Pencak Silat Sea Games XXVI kategori Regu Pu
Silek Minang Pandeka Cupak Hosra Afrizoni 1

Shoutbox

13/08/2014 03:06 Ekka_Xakra: Salam kenal para sahabat silat semua.
12/08/2014 17:56 Dwi_NGJ: Salam kenal para ksatria. Mohon ijin bergabung... :)
12/07/2014 16:49 one: Pada kemane nih buka puasanya ye?
27/06/2014 17:45 moeljadi moechtar: mohon maaf lahir dan batin menjelang Puasa buat sodare2 silat sekalian...
23/05/2014 19:43 Jenggot Perak: assalamu'alaikum para pesilat dan pendekar..
salam kenal
02/05/2014 13:32 kunderemp: Horeeee... muncul lagi.
20/03/2014 21:24 akoekoko: tes, tes, satu dua...
View Shout History

Recent Topics

[BUKUTAMU] by dr_hadinata
20/08/2014 11:41

contack person guru silat suaeb yg di padepokan pencaksilat TMII by rohadi
17/08/2014 05:58

SILAT BERDO'A SELAMAT by Dwi_NGJ
16/08/2014 08:12

Silat Betawi di Bentera Budaya by luri
12/08/2014 11:01

maenpo Cikalong by aki sija
26/07/2014 06:55

PABUCI (PANCERBUMI CIKALONG/PASAR BARU CIANJUR) by aki sija
26/07/2014 06:36

[GUESTBOOK] by wongbener
23/07/2014 10:03

Pesilat Indonesia Siap Bantu Rakyat Gaza by wongbener
23/07/2014 09:40

My Days with Golok Betawi "Seliwa" by akoekoko
16/07/2014 16:24

RM. Sunardi Suryodiprojo "Den Mas Nardi/Romo Nardi" (03 Apr 1914 - 05 Jun 1985) by halilintar
14/07/2014 00:20

Sejarah perguruan Reti Ati by halilintar
14/07/2014 00:08

Minangkabau Silek Tuo Summer Camp 2014 by luri
07/07/2014 09:13

THS-THM by halilintar
04/07/2014 16:11

PPSB Cingkrig Gerak Cipta by abay gcis
01/07/2014 19:56

Merpati Putih by satrio simammora
16/06/2014 21:40

SilatIndonesia.Com

Author Topic: Wushu  (Read 19960 times)

Sosro_Birowo

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 336
  • Reputation: 34
  • The best of us is never enough but God's love
    • Email
Wushu
« on: 16/05/2007 11:01 »
Dear Sahabat Silat,

Kita mulai aja diskusi tentang Wushu, ato kungfu...berikut ada sedikit tulisan dari Mr James...
Meungkin setelah itu patut  juga dibahas soal pengaruh dari ilmu ke terhadap perkembangan pencak silat di Nusantara

any comment ..

salam
S Birowo
==

Kesalahan Pemahaman Tentang Wushu, di Indonesia

Penulis: James Waskita S.

Wushu tradisional sudah dikembangkan di Indonesia sejak jaman Belanda oleh para pelatih wushu berkebangsaan Indonesia yang terkenal seperti Lo Ban Teng, Lauw Djing Tie, Chi Siao Fo dan Ho Goan Ka. Liem Joe Kiong, seorang cendekiawan Indonesia yang menjadi dosen Sekolah Tinggi Olah Raga Bandung*, pada tahun 50-60-an mencoba menyusun sistematika kung fu/ kun thao/ wushu tradisional agar bisa menjadi olahraga publik, dan bisa dipelajari siapa saja.
Padahal saat itu Cina, sebagai negeri asal wushu, belum mempublikasikan wushu sebagai olahraga berstandar internasional (RRC baru memasyarakatkan olahraga ini ke dunia internasional sekitar tahun 1970-an). Hal ini merupakan prestasi yang patut dibanggakan.
Setelah era tersebut, perkembangan wushu tradisional di Indonesia tidak banyak terdengar. Wushu tradisional kemudian menyebar melalui perguruan-perguruan, les-les privat dan buku-buku.

Akibat penyebaran yang tak terstruktur itu, dimulailah era di mana wushu tradisional dikaitkan dengan hal-hal yang yang tak ada hubungannya, sehingga timbul banyak persepsi yang salah. Kesalahan-kesalahan pemahaman tersebut antara lain:
•   Karena adanya latihan yang diadakan oleh lembaga-lembaga keagamaan tertentu, maka ada yang menganggap wushu sebagai ritual agama tertentu, padahal sesungguhnya wushu adalah murni olahraga beladiri yang boleh dipelajari umat agama apapun;
•   Adanya anggapan yang tidak obyektif dengan menganggap wushu adalah teknik-teknik yang menggunakan doa-doa dan mantra-mantra tertentu, padahal hal itu tidak benar sama sekali;
•   Ada yang menganggap bahwa wushu adalah okultisme/kuasa gelap karena mengandung hal-hal yang melanggar perintah agama tertentu, padahal wushu adalah murni olahraga;
•   Ada yang mempolitisir dengan menganggap wushu sebagai pengaruh budaya asing yang merugikan, padahalnya semua seni beladiri selalu dipengaruhi oleh ciri-ciri negara asalnya, terutama dalam model pakaian dan istilah-istilah (semisal karate dari Jepang, dan taekwondo dari Korea, yang keduanya berkembang di Indonesia).

Bahkan sesungguhnya beberapa istilah wushu justru telah di-Indonesia-kan karena sesungguhnya olahraga ini sudah dikenal sejak era penjajahan Belanda, sementara olahraga lain tidak. Misalnya, atlet karate disebut karateka (bahasa jepang), atlet kempo disebut kenshi (bahasa jepang) sedangkan atlet wushu disebut wushuwan-wushuwati (bahasa indonesia), meskipun istilah di negara lain adalah wushuyuan.

Salah satu hal yang menarik untuk diketahui ialah kaitan wushu dengan nama-nama yang cukup dikenal yaitu Shaolin pay, Butong pay, Kunlun pay dan sebagainya. Nama-nama tersebut memang dikenal di negeri Cina sebagai perguruan kungfu yang hebat di masa lalu. Nama-nama tersebut lebih mendunia lagi dikarenakan cerita-cerita silat dan film-film silat yang sebagian besar merupakan fiksi berlatarbelakang sejarah. Nama-nama tersebut memang lembaga keagamaan, yang mengajarkan wushu sebagai alat kesehatan dan beladiri bagi kelompok mereka, tetapi wushu tetaplah teknik beladiri yang kebetulan banyak dipengaruhi ciri-ciri kelompok mereka. Teknik tersebut bisa pula dipelajari orang-orang di luar kelompok mereka.

Fakta sejarah menunjukkan bahwa wushu Shaolin juga dipelajari rakyat sipil. Bahkan perguruan wushu Shaolin yang dulu dikenal sebagai Shaolin pay, kini telah menjadi institut wushu dengan nama Shaolin Wushu Institut di Henan (Shaolin sendiri sebenarnya adalah nama kuil) yang isinya adalah para akademisi dari dalam maupun luar Cina. Wushu gaya shaolin sekarang banyak menjiwai materi wushu internasional seperti chang quan, nan quan, dan sebagainya.

Sedangkan wushu gaya Butong dikembangkan masyarakat menjadi salah satu nomor wushu terpopuler di dunia dengan nama taijiquan (tai chi). Jadi wushu sebenarnya adalah ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan cukup lama, dan bukan ritual dari agama-agama tertentu seperti Budha dan Tao. Fakta sejarah yang memperkuat lainnya adalah gerakan Ming, yang terdiri dari para ahli wushu, tapi mereka bukan lembaga agama melainkan kumpulan cendikiawan dan ahli iptek. Fakta lain adalah kemunculan gerakan Taiping di akhir Dinasti Qing (Manchu) yang dipimpin Hung Xiu Quan. Kelompok pesilat Taiping ini adalah gerakan kaum pesilat Nasrani/Kristen, dengan peraturan dasar kelompok tersebut adalah Injil. Jadi jelas bahwa mempolemikkan wushu dengan cara mengidentikannya dengan agama tertentu, atau okultisme dan bertentangan dengan ajaran agama-agama tertentu, merupakan pemikiran yang sangat tidak tepat dan tidak bijaksana.

Fakta-fakta ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia generasi setelah tahun 60-an, bahkan banyak yang lebih percaya cerita film dan dongeng mulut ke mulut, daripada membaca sumber sejarah yang ilmiah yang telah ditulis dalam berbagai bahasa dan beredar di dunia internasional. Keadaan ini kemudian yang menyebabkan timbulnya salah pemahaman sebagaimana dirinci di atas. Bahkan sampai saat ini, harus diakui masih ada yang mengikuti pemikiran-pemikiran yang kurang tepat tersebut, termasuk mereka yang terlibat dalam pengembangan olahraga wushu di Indonesia saat ini.

*) Kemudian menjadi bagian IKIP Bandung, dan sekarang disebut Universitas Negeri Bandung
http://www.geocities.com/tsamudra/IA_WuMutakhir.htm



Menguasai Kekuatan/kesaktian adalah untuk belajar rendah hati dan sadar akan adanya Kekuatan MahaTertinggi yaitu Sang Cahaya Kasih Sejati.

tangan-awan

  • Moderator
  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 109
  • Reputation: 9
Re: Wushu
« Reply #1 on: 16/05/2007 11:25 »
Kalo sekarang sih Wushu imagenya adalah lebih ke arah sport bukan lagi seni tradisionalnya
Lemes lebih menang dari keras.lembek lebih menang daripada koeat,antero doenia semoea taoe,tapi tida ada jang bisa djalanin  - Too Tik Ting Fatsal Ka LXXVIII Ajat 442

pendekar

  • Guest
Re: Wushu
« Reply #2 on: 16/05/2007 11:59 »
Dulu pernah ikut Nagamas di Jatinegera, apakah ini kungfu atau wushu yaa? maklumlah dulu ane masih Imut jadi susah bedain antara duanya.

parewa

  • Administrator
  • Calon Pendekar
  • *****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 6
  • Posts: 601
  • Reputation: 50
Re: Wushu
« Reply #3 on: 16/05/2007 14:43 »
Kalo sekarang sih Wushu imagenya adalah lebih ke arah sport bukan lagi seni tradisionalnya

Pemerintah China dalam mengembangkan wushu, memilih untuk mengutamakan keindahan gerak dibandingkan deg fungsi aslinya sebagai seni beladiri. Makanya sewaktu National Geographic Channel dalam program 'Fight Science' membandingkan berbagi seni bela diri, juara wushu ternyata powernya kurang dibandingkan dg ahli beladiri lain yg ikut dalam program tersebut. Termasuk tendangan 2 kaki sambil melayang yg diperagakan sang wushu champion, ternyata hanya terlihat indah dipandang mata.

Ane jadi inget sama si encek tetangge ane waktu di Padang dulu. Doi guru kuntao dan selalu ngajakin ane untuk ikut berlatih. Sayang dulu ane kurang tertarik, nyesel juga........ :'(

samber gledek

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 4
  • Posts: 462
  • Reputation: 35
    • Email
Re: Wushu
« Reply #4 on: 16/05/2007 15:09 »

Saya pernah diskusi dengan beberapa senior di Kungfu dan saya tanya apa perbedaan antara wushu dan kungfu?

Menurut mereka di China dulu banyak sekali aliran kungfu. Mereka bingung standard apa yang bisa dipakai apabila akan diadakan suatu pertandingan.

Akhirnya Pemerintah China yang didukung dengan para jago kungfu sepakat untuk menstandarisasi ( saya sebut jurus ) supaya semua orang mendapat penilaian yang sama apabila ada pertandingan. Hal ini bisa kita lihat seperti Taichi, changquan dll.

Sayangnya hal ini menghilangkan aspek dalam beladiri. sehingga bisa dikatakan bisa saja orang jago wushu tapi apliksi pada saat berhadapan dengan kondisi sebenarnya seperti perkelahian maka ini belum tentu bisa digunakan.

Tapi saya juga lihat beberapa perguruan kungfu melatih wushu pada para atlitnya.

Tapi menurut pendapat saya wushupun sebetulnya bisa dipakai sebagai beladiri sayangnya tidak ada yang mau mendetailkan penggunaan jurus pada wushu. Mereka lebih suka mendetailkan jurus dari kungfu untuk beladiri.

Dan dari awalnya memang tujuannya sudah berbeda

koq jadi bingung ya ?????

 

boencis

  • Guest
Re: Wushu
« Reply #5 on: 22/05/2007 23:30 »
kungfu dan wushu mungkin sama dengan kejadian di pencak dan silat

pencak lebih pada maenpo dan silat lebih pada praktisnya...,

nggak tau dech  x-))

maenpo

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 64
  • Reputation: 13
Re: Wushu
« Reply #6 on: 23/05/2007 21:45 »
kungfu dan wushu mungkin sama dengan kejadian di pencak dan silat

pencak lebih pada maenpo dan silat lebih pada praktisnya...,

nggak tau dech  x-))

Salam kenal

Mohon maaf sebelumnya, saya kurang begitu mengerti soal kungfu dan wushu. Tapi sebagai seorang praktisi maenpo (ini merupakan sebuah istilah pencak yang umum digunakan di jawa barat, jadi saya tidak mengkhususkannya kepada suatu perguruan tertentu) menurut saya agak kurang tepat bila dikatakan maenpo tidak praktis. Bila saya tidak salah mengartikan, praktis yang anda maksudkan mengenai keefektifan dalam penggunaan dilapangan.

Sepengetahuan saya, Maenpo dari awalnya sudah merupakan beladiri yang dikembangkan untuk tujuan mempertahankan diri. Atas dasar itu jurus-jurus yang dikembangkan pun mengikuti tujuan itu. Jadi tidak benar bila dikatakan maenpo tidak praktis.

Saya pikir saya hanya ingin meluruskan hal tersebut diatas. Terimakasih


pamanah rasa

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 3
  • Posts: 57
  • Reputation: 11
  • Perguruan: Suliwa - Lima Adegan Serong
Re: Wushu
« Reply #7 on: 24/05/2007 11:24 »
Kang Blank ini...bercanda saja... ;D

maenpo, sekaligus atuh meluruskannya, jangan setengah-setengah.

gini kang Blank, Nusantara ini mengenal tidak hanya 1 bahasa saja, melainkan bisa mencapai ratusan. Nah, maenpo ini, cuma salah satu sebutan oleh masyarat sunda terhadap seni beladirinya. Sebutan lainnya ada Ulin, Ameng, kadang disebut Ageman. Istilah Maenpo sendiri sudah lebih dari seratus tahun dikenal oleh masyarakat sunda. Sejak kapan, dan oleh siapa diperkenalkannya, tidak ada catatan resmi.

Di daerah-daerah lain kita kenal ada istilah Silek, Mencak, Penca, dsb.

Istilah Pencak Silat sendiri dimunculkan oleh IPSI. Untuk pastinya, mungkin ada kawan lain yang bisa lebih detail. Saya tidak berani, soalnya agak hawar-hawar ingatannya.

 :)

parewa

  • Administrator
  • Calon Pendekar
  • *****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 6
  • Posts: 601
  • Reputation: 50
Re: Wushu
« Reply #8 on: 24/05/2007 12:09 »
Kang Blank ini...bercanda saja... ;D

maenpo, sekaligus atuh meluruskannya, jangan setengah-setengah.

gini kang Blank, Nusantara ini mengenal tidak hanya 1 bahasa saja, melainkan bisa mencapai ratusan. Nah, maenpo ini, cuma salah satu sebutan oleh masyarat sunda terhadap seni beladirinya. Sebutan lainnya ada Ulin, Ameng, kadang disebut Ageman. Istilah Maenpo sendiri sudah lebih dari seratus tahun dikenal oleh masyarakat sunda. Sejak kapan, dan oleh siapa diperkenalkannya, tidak ada catatan resmi.

Di daerah-daerah lain kita kenal ada istilah Silek, Mencak, Penca, dsb.

Istilah Pencak Silat sendiri dimunculkan oleh IPSI. Untuk pastinya, mungkin ada kawan lain yang bisa lebih detail. Saya tidak berani, soalnya agak hawar-hawar ingatannya.

 :)

disebut pencak silat krn di beberapa daerah di Indonesia menyebutnya pencak dan di daerah2 lain disebut dg silat. Untuk menyatukan semuanya sebagai beladiri asli nusantara, maka disebut pencak silat. begitu yg ane denger dari meneer O'ong ;).


Aguswin

  • Anggota Senior
  • ****
  • Thank You
  • -Given: 2
  • -Receive: 7
  • Posts: 407
  • Reputation: 34
    • Kelatnas Indonesia Perisai Diri
    • Email
  • Perguruan: Kelatnas Indonesia Perisai Diri
Re: Wushu
« Reply #9 on: 17/07/2007 17:57 »
Wushu tradisional sudah dikembangkan di Indonesia sejak jaman Belanda oleh para pelatih wushu berkebangsaan Indonesia yang terkenal seperti Lo Ban Teng, Lauw Djing Tie, Chi Siao Fo dan Ho Goan Ka.

Ternyata kadang-kadang nyambung juga. Kalau denger cerita dari senior saya, pendiri silat Perisai Diri pernah berguru aliran Siauw Liem Sie ke Yap Kie San. Nah, Yap Kie San ini muridnya Lauw Djing Tie. Weleh-weleh ...

Jalak Pengkor

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 33
  • Reputation: 15
Re: Wushu
« Reply #10 on: 18/07/2007 21:55 »
Dear Sahabat Silat,

Kita mulai aja diskusi tentang Wushu, ato kungfu...berikut ada sedikit tulisan dari Mr James...
Meungkin setelah itu patut  juga dibahas soal pengaruh dari ilmu ke terhadap perkembangan pencak silat di Nusantara

any comment ..

salam
S Birowo
==

Kesalahan Pemahaman Tentang Wushu, di Indonesia

Penulis: James Waskita S.

Wushu tradisional sudah dikembangkan di Indonesia sejak jaman Belanda oleh para pelatih wushu berkebangsaan Indonesia yang terkenal seperti Lo Ban Teng, Lauw Djing Tie, Chi Siao Fo dan Ho Goan Ka. Liem Joe Kiong, seorang cendekiawan Indonesia yang menjadi dosen Sekolah Tinggi Olah Raga Bandung*, pada tahun 50-60-an mencoba menyusun sistematika kung fu/ kun thao/ wushu tradisional agar bisa menjadi olahraga publik, dan bisa dipelajari siapa saja.
Padahal saat itu Cina, sebagai negeri asal wushu, belum mempublikasikan wushu sebagai olahraga berstandar internasional (RRC baru memasyarakatkan olahraga ini ke dunia internasional sekitar tahun 1970-an). Hal ini merupakan prestasi yang patut dibanggakan.
Setelah era tersebut, perkembangan wushu tradisional di Indonesia tidak banyak terdengar. Wushu tradisional kemudian menyebar melalui perguruan-perguruan, les-les privat dan buku-buku.

Akibat penyebaran yang tak terstruktur itu, dimulailah era di mana wushu tradisional dikaitkan dengan hal-hal yang yang tak ada hubungannya, sehingga timbul banyak persepsi yang salah. Kesalahan-kesalahan pemahaman tersebut antara lain:
•   Karena adanya latihan yang diadakan oleh lembaga-lembaga keagamaan tertentu, maka ada yang menganggap wushu sebagai ritual agama tertentu, padahal sesungguhnya wushu adalah murni olahraga beladiri yang boleh dipelajari umat agama apapun;
•   Adanya anggapan yang tidak obyektif dengan menganggap wushu adalah teknik-teknik yang menggunakan doa-doa dan mantra-mantra tertentu, padahal hal itu tidak benar sama sekali;
•   Ada yang menganggap bahwa wushu adalah okultisme/kuasa gelap karena mengandung hal-hal yang melanggar perintah agama tertentu, padahal wushu adalah murni olahraga;
•   Ada yang mempolitisir dengan menganggap wushu sebagai pengaruh budaya asing yang merugikan, padahalnya semua seni beladiri selalu dipengaruhi oleh ciri-ciri negara asalnya, terutama dalam model pakaian dan istilah-istilah (semisal karate dari Jepang, dan taekwondo dari Korea, yang keduanya berkembang di Indonesia).

Bahkan sesungguhnya beberapa istilah wushu justru telah di-Indonesia-kan karena sesungguhnya olahraga ini sudah dikenal sejak era penjajahan Belanda, sementara olahraga lain tidak. Misalnya, atlet karate disebut karateka (bahasa jepang), atlet kempo disebut kenshi (bahasa jepang) sedangkan atlet wushu disebut wushuwan-wushuwati (bahasa indonesia), meskipun istilah di negara lain adalah wushuyuan.

Salah satu hal yang menarik untuk diketahui ialah kaitan wushu dengan nama-nama yang cukup dikenal yaitu Shaolin pay, Butong pay, Kunlun pay dan sebagainya. Nama-nama tersebut memang dikenal di negeri Cina sebagai perguruan kungfu yang hebat di masa lalu. Nama-nama tersebut lebih mendunia lagi dikarenakan cerita-cerita silat dan film-film silat yang sebagian besar merupakan fiksi berlatarbelakang sejarah. Nama-nama tersebut memang lembaga keagamaan, yang mengajarkan wushu sebagai alat kesehatan dan beladiri bagi kelompok mereka, tetapi wushu tetaplah teknik beladiri yang kebetulan banyak dipengaruhi ciri-ciri kelompok mereka. Teknik tersebut bisa pula dipelajari orang-orang di luar kelompok mereka.

Fakta sejarah menunjukkan bahwa wushu Shaolin juga dipelajari rakyat sipil. Bahkan perguruan wushu Shaolin yang dulu dikenal sebagai Shaolin pay, kini telah menjadi institut wushu dengan nama Shaolin Wushu Institut di Henan (Shaolin sendiri sebenarnya adalah nama kuil) yang isinya adalah para akademisi dari dalam maupun luar Cina. Wushu gaya shaolin sekarang banyak menjiwai materi wushu internasional seperti chang quan, nan quan, dan sebagainya.

Sedangkan wushu gaya Butong dikembangkan masyarakat menjadi salah satu nomor wushu terpopuler di dunia dengan nama taijiquan (tai chi). Jadi wushu sebenarnya adalah ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan cukup lama, dan bukan ritual dari agama-agama tertentu seperti Budha dan Tao. Fakta sejarah yang memperkuat lainnya adalah gerakan Ming, yang terdiri dari para ahli wushu, tapi mereka bukan lembaga agama melainkan kumpulan cendikiawan dan ahli iptek. Fakta lain adalah kemunculan gerakan Taiping di akhir Dinasti Qing (Manchu) yang dipimpin Hung Xiu Quan. Kelompok pesilat Taiping ini adalah gerakan kaum pesilat Nasrani/Kristen, dengan peraturan dasar kelompok tersebut adalah Injil. Jadi jelas bahwa mempolemikkan wushu dengan cara mengidentikannya dengan agama tertentu, atau okultisme dan bertentangan dengan ajaran agama-agama tertentu, merupakan pemikiran yang sangat tidak tepat dan tidak bijaksana.

Fakta-fakta ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia generasi setelah tahun 60-an, bahkan banyak yang lebih percaya cerita film dan dongeng mulut ke mulut, daripada membaca sumber sejarah yang ilmiah yang telah ditulis dalam berbagai bahasa dan beredar di dunia internasional. Keadaan ini kemudian yang menyebabkan timbulnya salah pemahaman sebagaimana dirinci di atas. Bahkan sampai saat ini, harus diakui masih ada yang mengikuti pemikiran-pemikiran yang kurang tepat tersebut, termasuk mereka yang terlibat dalam pengembangan olahraga wushu di Indonesia saat ini.

*) Kemudian menjadi bagian IKIP Bandung, dan sekarang disebut Universitas Negeri Bandung
http://www.geocities.com/tsamudra/IA_WuMutakhir.htm




Kang, mo tanya nih.
kira2 kang sos bisa memberikan referensi tentang 2 aliran wushu yaitu ba gua zhang
dan ba ji quan ga?, terus terang saya mau banget belajar ke dua aliran wushu tsb, terutama ba ji quan. kira2 di indonesia ada ga ya "master" nya?
tolong infonya.... :)

Jalak Pengkor

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 33
  • Reputation: 15
Re: Wushu
« Reply #11 on: 20/07/2007 14:09 »
Punten, numpang nimbrung.
Saya anggota baru, gini..... kira2 dari rekan2 ada yang tahu ga aliran wushu yang kalo ga salah namanya ba ji quan.
sumpeh mohon bantuannya, soalnya saya penasaran banget nih, sebab ada temen saya yang kebetulan orang taiwan bilang ba ji quan itu style art dan fightingnya mirip sama salah satu paguron silat tradisional di bandung.
mohon bantuannya ya ^:)^ :)

Rebo Paing

  • Guest
Re: Wushu
« Reply #12 on: 20/07/2007 17:06 »
Kalau gak salah, wushu dpt diterjemahkan sbg beladiri - martial art - ilmu utk tarung etc.

Gong Fu atau Kung Fu berarti keahlian yg tercapai lewat perjalanan waktu (over-time).

Saya dengar bahwa Bagua Zhang di Indonesia juga diketahui sbg silat Patkwa.

Bajiquan ... pernah dengar tapi nggak tahu detail-nya, sorry.

Salam,
Krisno

Jalak Pengkor

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 33
  • Reputation: 15
Re: Wushu
« Reply #13 on: 22/07/2007 01:06 »
Kalau gak salah, wushu dpt diterjemahkan sbg beladiri - martial art - ilmu utk tarung etc.

Gong Fu atau Kung Fu berarti keahlian yg tercapai lewat perjalanan waktu (over-time).

Saya dengar bahwa Bagua Zhang di Indonesia juga diketahui sbg silat Patkwa.

Bajiquan ... pernah dengar tapi nggak tahu detail-nya, sorry.

Salam,
Krisno
tengkiu pisan euy. kebetulan kalo ba gua  / pa kua sudah saya dapetin infonya.
kata temen saya kungfu ini populer banget di jepang, kalo ga salah nama jepangnya HAKESSHO.
saya juga pernah liat rekaman video bagua dan baji, sumpeh .... edan pisan, persis kaya silat2 di tanah sunda 8)

robby09210

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 171
  • Reputation: 6
  • DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT
    • robby09210
Wushu
« Reply #14 on: 04/08/2007 07:53 »
dulu saya pernah ikut wushu tp sayang waktu mau ikut kejuaraan daerah jatim tak tinggal :'( :'( masuk kuliah disemarang :'( :'(, sekarang sudah tua pengen sih ikut wushu lagi tp takut ga kuat, sekarang hanya mempelajari chikung ama taichi aja maklum sudah tua :)p [kecut]
Semua Bisa Terjadi Hanya Dengan Ijin ALLOH SWT
http://robby09210.blogspot.com/

 

Powered by EzPortal