Forum Sahabat Silat

Bahasa Indonesia => Teknik, Jurus dan Senjata => Topic started by: santri kinasih on 19/10/2010 08:54

Title: Thi Khi I Beng
Post by: santri kinasih on 19/10/2010 08:54
Dalam cerita khoo ping ho serial pedang kayu harum, pendekar sakit Cia Keng Hong murid kesayangan Sin Jiu Kiam Ong, memiliki ilmu sakti yang disebut Thi Khi I beng..Ilmu ini adalah ilmu berbahaya bagi musuh..Karena setiap serangan musuh dapat diterima dengan pasrah, namun akibatnya tangan musuh yang menyerang akan melekat pada bagian yang diserang..kemudian sang penyerang akan merasakan kelumpuhan karena tenaganya serasa dikosongkan..Konon pendekar2 tinggi dari Perisai Diri dan Gerak Gulung menguasai ilmu yang serupa. Ada yang bisa share?
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: hummdee6 on 19/10/2010 09:38
saya pernah ngerasain, tenaga saya diserap.
bukan waktu berantem2an. tp waktu ngurut.
hasilnya, setengah badan kyk lemes bgt.

kl gak salah ada lawannya thi ki i beng .. bedanya kl thi ki i beng itu menghisap tenaga, kl lawannya memberi tenaga sampe akhirnya jalur chi lawan pecah krn overload.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Unknown on 19/10/2010 09:50
mantephh, pancingan maut...
abis ini dilanjut dengan serial pendekar sadis donk...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Dodol Buluk on 19/10/2010 17:20
Salam,

sepertinya ilmu tersebut jarang diwarisi makin kesininya, kalopun ada kans untuk dibeber kecil sekali ...pasti ada "firewall"nya..hehehe, tapi semangatnya pencarian ilmu kudu dikibarkan....

setidaknya jalur (sanad) dari perguruan bisa ditelusuri.

dbuls
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Antara on 19/10/2010 17:49
Kikikikikkk... saya pikir saya udah baca banyak buku, ternyata ada buku penting yang terlewat [lucu]
Thi Khi I Beng itu sendiri artinya apa, Uda? Bisa menerima hantaman senjata tajam juga gak?

Kayaknya kita perlu periksa apakah Chia Keng Hong dipasangi kabel yang dihubungkan ke tanah (grounding)...  x-))

Kalau yang pernah saya dengar, dalam tulisan salah seorang muridnya, Grandmaster Liu Yun Qiao pernah membiarkan dirinya dipukul oleh sang murid, tapi pukulan itu seperti kehilangan tenaga ketika menyentuh tubuh beliau, seolah-olah menghantam gumpalan kapas lembut. Mungkin ada hubungannya ya?

Silakan dilanjut, saya mencatat dengan takzim...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: hummdee6 on 19/10/2010 19:47
@antara..
kl gak salah di novel kho ping ho-nya, si Pendekar Sadis bs menahan senjata tajam lawan dg ti khi i beng.
Konsep spt GM Liu Yun Qiao sptnya beda. krn kl gak salah gak lama si murid merasa mukul kapas, dengan segera dimentalkan oleh beliau. kl gak salah ini menggunakan konsep kungfu pa kwa.
Berbeda dg thi ki i beng.. di thi ki i beng, tenaga (hawa murni) orang dihisap sampai orang itu lumpuh/mati. Jika lumpuh, maka kungfunya musnah. Berhubung  hawa murni sangat berharga bagi para praktisi kungfu di novel kho ping ho,maka jika dihisap smp kungfunya musnah sdh sangat sadis...

tp apa benar ada ilmu kyk gitu?
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Mantrijeron14 on 20/10/2010 08:07
kalo nyang dihisap ampe lemes ga bertenage aye blom pernah liat maupun denger, kalo nyang dhisap ampe momen tenaga dikosongin ane mah sering jadi korban... ;D.

Kalo yang bisa jalan cepet banget ane malah pernah denger elmunya Thi Khi Je En E...  [[run2]]

wassalam,
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: mpcrb on 20/10/2010 08:27
Kalo yang bisa jalan cepet banget ane malah pernah denger elmunya Thi Khi Je En E...  [[run2]]

ntu paket Kilat apa paket Reguler kang mantri? [[run2]]

hehehehe

salam.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Antara on 20/10/2010 08:51
kalo nyang dihisap ampe lemes ga bertenage aye blom pernah liat maupun denger, kalo nyang dhisap ampe momen tenaga dikosongin ane mah sering jadi korban... ;D.

Hehehehe... ini juga yang aye maksut dengan demonya Grandmaster Liu Yun Qiau, aksi tanpa reaksi sampe bingung sendiri. Aye sendiri udah beberapa kali jadi korban oleh you know who  x-)) dan mengakui kemampuan macam ini memang bener-bener ada.

... tapi jadi bertanya-tanya ...
konsep tenaga sakti itu jadinya gimana ya? Bisa dihisap sampai habis... yang kalaupun tidak habis, tinggal sisa sedikit sehingga kungfu seseorang dianggap punah... bukannya dia masih hapal gerakan ilmunya? Atau gerakan kungfu kalau tidak dilambari tenaga sakti cuma jadi 'gerakan kosong'?

Kalau tenaga sakti itu sesuatu yang harus dihimpun bertahun-tahun melalui cara tertentu... apakah ada batasan jumlahnya? Misalnya, tempat penyimpanannya penuh?

Mohon maap, maklum gak pernah sakti...  :-X
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: mpcrb on 20/10/2010 10:00
Menarik sekali. Jadi ingat pengalaman waktu dulu.

Ada pengalaman pribadi ketika dulu pernah 'berjumpa' dengan salah satu jagoan Tai Chi di salah satu klenteng di Cirebon (dekat dengan Pelabuhan Cirebon Pos 1). Dulu sekitar awal tahun 2000-an, merasa diri cukup jago, kemudian sering iseng ingin mengadakan latih tanding (personal) dengan beladiri lain. Maklum ketika masih muda, masih 'membara', masih 'penasaran'. Disepakati saya melakukan serangan jenis apapun yang paling keras, paling cepat, paling bertenaga. Akhirnya dicoba dengan satu sodokan lurus arah dada dan satu tendangan samping arah dada.

Pada kondisi sodokan lurus, saya merasa sudah melakukan secara maksimal dengan full power, yang saya yakin kalau kena tubuh, bisa minimal patah tulang. Ketika serangan dimulai, lawan menangkis dengan telapak tangan dan memutar kaki belakang setengah lingkaran. Ajaib! saya juga ikut berputar. Tenaga yang sedemikian full power seperti amblas, seperti NOL. Yang bisa dilakukan hanya pasrah mengikuti arah yang dia inginkan. Akhirnya terbanting tanpa tahu bagaimana ceritanya. Sedikit menahan malu, kemudian bangkit. Dan bersiap memulai serangan kedua.

Pada kondisi serangan tendangan samping dilakukan dengan kaki kanan, benar-benar diterima dan ditahan dengan dada. Ketika kaki menyentuh dada, saya merasa pasti akan terjadi benturan cukup dahsyat karena tendangan yang saya lakukan sudah full speed dan full power yang pasti sanggup mematahkan beton cor rangkap 5 tanpa sekat. Tapi apa lacur? Saya seperti menendang 'ruang kosong'. Hampa. Jadi tenaga yang begitu besar itu ya lewat begitu saja. Perasaan saya memang terjadi tumbukan, mengena, tenaga memuntah. Tapi bukan pada dadanya, menembus, tenaga jadi melontar seperti jadi lebih jauh dari yang diinginkan. Kemudian dengan hanya hentakan dada, kaki saya dimentalkan balik hingga terdorong mundur 3 langkah lebih dengan persendian yang ngilu (seperti ketika kita menendang suatu benda yang disangka ada dan kena tapi benda itu tidak ada, jadi mlolos begitu saja).

Setelah itu kita ngobrol-ngobrol. Kemudian diberitahukan kalau apa yang dia lakukan ada 2. Yang pertama adalah mengikuti aliran tenaga, dan yang kedua adalah melewatkan tenaga. Dua-duanya sama-sama bersifat 'mengosongkan' tenaga lawan, sama-sama bersifat seolah 'menghisap' tenaga lawan. Yang mengikuti aliran tenaga, hanya bisa dicapai apabila diri sendiri memahami bagaimana 'membaca' aliran tenaga. Kalau dalam silat, ini adalah 'rasa'. Jadi tenaga serangan lawan dideteksi kemana mengalir, lalu kemudian diarahkan, dibentuk sesuai keinginan kita. Disini masih tetap ada gerakan tubuh (entah tangan, kaki, egosan badan, dsb, untuk 'menangkap' tenaga lawan). Efeknya, penyerang seperti 'tersirep'. Tidak tahu kenapa bisa begitu, tiba-tiba saja jatuh. Yang melewatkan tenaga, hanya bisa dicapai apabila tubuh sudah dalam tahap mengontrol Chi sehingga tidak perlu gerakan tubuh lain, cukup menggerakkan Chi untuk 'menangkap' tenaga. Ini tahapan yang setingkat lebih tinggi dari yang pertama.

Ditambahkan juga, kontrol Chi yang baik dapat membuat tubuh sekeras besi ataupun selembut kapas. Ingin 'membuang', 'menyerap', atau 'memunahkan' tenaga lawan hanya masalah pilihan. Kalau yang dilepas adalah tenaga kasar, maka 'habis'-nya tenaga adalah ketika kinerja otot sudah mencapai batas maksimum. Sedangkan kalau tenaga Chi, maka 'habis'-nya tenaga adalah ketika sumber penyimpanan tenaga yang kering. Dikatakan juga, kalau suatu serangan dilambari dengan Chi, maka ia akan bereaksi dengan sumber penyimpanan tenaga dimana ia pertama kali dimunculkan. Entah dari simpul perut, dari simpul dada, atau yang lain (bergantung gerak serangan yang dipelajari oleh penyerang). Gerakan tubuh hanyalah 'alat' yang digunakan sebagai tempat mengalirnya Chi untuk mengenai sasaran. Ketika kemudian 'menyentuh' sasaran, maka otomatis aliran Chi akan lebih deras. Prinsip dasar kemudian balik lagi ke yang pertama. Apakah ingin 'diserap', 'dibuang', 'dimentahkan', atau bagaimana.

Dikatakan juga kalau setiap praktisi KungFu yang berlatih Chi, maka akan muncul semacam energi murni yang mengendap pada dirinya. Yang kalau cerita Upasara Wulung adalah 'Ilmu Menyimpan Nyawa'. Ia tertinggal, tetap ada, sebagai daya hidup sejati. Tentu saja kalau ini ikut terhisap atau menghilang, maka sama saja 'kematian' bagi seorang ahli KungFu. Adapun 'media penyimpanan' adalah suatu 'ruang imajiner' yang tentu saja tanpa batasan.

Demikian sekelumit pengalaman pribadi...

salam.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: santri kinasih on 21/10/2010 10:37
Makasih mas mpcrb [top]
Ada lagi yang mau berbagi? Btw, emang hobi ane mencoba jurus2 yang katanya cuma ada di buku khoo ping ho atau khayalan...tapi lewat SS ane sudah melihat yang khayalan ternyata nyata..termasuk jurus menahan pukulan dengan satu jari...

Adalagi mengenai Thi khi i beng?
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: dsbasuki on 21/10/2010 14:58
Salam Buat Semuanya,
Pertama, harus dibedakan antara Thi Khi I Beng dan Ilmu Kapas (kalo di KPH disebutnya bian kun). Ilmu kapas itu, ya seperti kapas. Lembut banget, alus banget. Ibaratnya serangan gimana pun hebat dan kuatnya, jadi seolah-olah hilang nyeplos, seperti batu besar yang dilemparkan ke tengah telaga. Sedangkan Thi Khi I Beng, sifatnya menyedot tenaga lawan, terutama chi/qi/prana/tenaga dalam. Jadi, dalam ilmu kapas sifatnya lebih pasif (menerima dan menghilangkan), sedangkan dalam Thi Khi I Beng lebih bersifat aktif (menarik/menyedot dan menghabiskan). Ilmu Thi Khi I Beng bukan ilmu kebal (alias tahan untuk kebal dibacok), tetapi bisa disalurkan pada senjata untuk "menempel" senjata lawan dan menyedot/menarik tenaga lawan lewat pertemuan senjata.

Yang diceritakan Mas Antara, Mas MJ dan Mas MPCRB itu termasuk aplikasi dari Ilmu Kapas, bukan Thi Khi I Beng.

Di dalam cerita Senopati Pamungkas, ilmu Thi Khi I Beng disebutnya sebagai ilmu "Banjir Bandang Segara Asat". Ilmu Thi Khi I Beng harus dikuasai oleh orang yang memang tenaga dalamnya sudah sangat tinggi dan/atau orang yang telah mampu menyalurkan/membuang tenaga yang berlebih. Kalo ga gitu, bisa "jebol" jeroan kelebihan tenaga lawan. Macam baterai yang overcharged kali ya? Bisa mbleduk.

Baik Ilmu Kapas mau pun ilmu Thi Khi I Beng ini NYATA dan BENAR-BENAR ADA, karena saya sudah pernah merasakan sendiri keduanya. Pemilik Ilmu Kapas adalah "Pendekar Berambut Perak", sedangkan pemegang ilmu Thi Khi I Beng adalah "Pendekar Jari Sakti", keduanya adalah pendekar sebuah perguruan yang telah disebutkan oleh TS. Tentu saja (kemungkinan besar) bukan hanya mereka saja yang memilikinya, tetapi saya merasakan dan membuktikannya dari mereka berdua. Ingin belajar? Silakan berguru kepada mereka berdua.

Salam...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: mpcrb on 21/10/2010 16:49
Di dalam cerita Senopati Pamungkas, ilmu Thi Khi I Beng disebutnya sebagai ilmu "Banjir Bandang Segara Asat". Ilmu Thi Khi I Beng harus dikuasai oleh orang yang memang tenaga dalamnya sudah sangat tinggi dan/atau orang yang telah mampu menyalurkan/membuang tenaga yang berlebih. Kalo ga gitu, bisa "jebol" jeroan kelebihan tenaga lawan. Macam baterai yang overcharged kali ya? Bisa mbleduk.

Nah, karena sudah masuk pada Senopati Pamungkas, ada perbedaan antara keduanya mas. Konteks "Banjir Bandang Segara Asat" berbeda dengan Thi Khi I Beng karena pada banjir bandang segara asat dikisahkan prosesnya demikian: pesilat akan mengirimkan pukulan ke arah lawan dengan tenaga penuh, dan sekaligus mengisap habis! Sehingga lawan yang terkena pukulan ini kehilangan kekuatan tenaga dalamnya. Seumpama laut, ia dikeringkan, dan tenaganya diisap menjadi banjir di daratan!

Pukulan Banjir Bandang Segara Asat tak menjadi masalah besar jika bisa dilatih sekenanya. Akan tetapi, pukulan ini tak bisa dipakai sembarangan. Kalau menghadapi lawan yang lebih kecil tenaga dalamnya, atau lebih lemah, bisa-bisa malah membahayakan diri. Soalnya tenaga gempuran begitu besar, sehingga hampir sepenuhnya tenaga dalam dikerahkan. Kalau yang ditarik hanya kecil sekali, tenaga sendiri bisa membalik dan melukai. Akibatnya bisa fatal. Ibarat kata bunuh diri.

Itulah sebabnya, untuk melatih pukulan ini diperlukan lawan yang kira-kira setanding. Makin setakar kekuatan tenaganya, makin menguntungkan. Karena dalam sesaat tenaga dalam yang dimiliki bisa berlipat. Semakin lawan 'bernafsu' dengan tenaga dalam pamungkas, maka ilmu ini akan menampakkan hasilnya yang maksimal.

Pada keilmuan Banjir Bandang Segara Asat ini, tidak diperlukan tenaga dalam super sakti. Cukup penguasaan mengenai 'medium' penyimpanan tenaga. Sehingga dikisahkan kalau Ugrawe dapat mengalahkan 3 jagoan sakti (Dewa Maut, Wuragil, dan Jaghana) dengan jurus ini.

Sedangkan pada gambaran Thi Khi I Beng yang mas paparkan, justru keliatannya tubuh menerima serangan dari lawan yang kemudian dihisap, atau diserap sampai habis. Praktisinya melibatkan tenaga dalam yang sangat matang karena bisa terjadi overdosis tenaga dalam.

Thi Khi I Beng --> pasif, menunggu serangan atau setidaknya ada bagian yang 'menempel' pada lawan
Banjir Bandang Segara Asat --> aktif, menyerang dengan suatu bentuk serangan

But again, saya setuju kalau ilmu tersebut memang ada...

salam.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Dodol Buluk on 21/10/2010 16:52
salam...

@mas Don..bener mas,saya juga dapet informasi kalo dari salah satu perguruan dari yang disebutkan TS memang memiliki ilmu tersebut...entah hanya 1 ato mungkin keduanya....

NB: jadi inget obrolan malam sambil minum kupi ame jagung bakar di suatu tempat dingin..hehehehe

dbuls
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: mpcrb on 21/10/2010 17:20
@mas dbuls, kalau dari penamaan keilmuan saya yakin akan sangat berbeda. Tapi kalau dari hasil yang ditimbulkan, maka perguruannya jadi nambah banyak mas. :)

saya yakin pada perguruan-perguruan lain memiliki konsep yang kurang lebih mirip.

:)

*sambil nunggu hujan badai di Jakarta Selatan berhenti*

salam.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: hummdee6 on 21/10/2010 20:06
mantab cerita thi ki i beng.
Lebih mantab lagi ternyata ada saksi hidup yang sempet jadi 'korban'. Bikin saya ngiri. [top]

kira2 ada gak ilmu lawannya?
yg cirinya malah "ngasih" tenaga ke lawan, sampe lawan overload? seinget saya disalah satu serial kho ping ho, ada yg menceritakan ttg itu. Gak tau deh, di serial bu kek siansu, suling emas, pendekar sadis, atau serial lainnya.

soale saya pernah ketemu orang yang harus 'membuang' tenaganya .. sebab kl gak di'buang', tubuhnya bs agak sakit.
Hasilnya, dia gunakan untuk pengobatan demi 'membuang' tenaga yang berlebih itu.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Antara on 22/10/2010 10:03
Jadinya Thi Khi I Beng itu bahasa Indonesianya apa ya?

Muhun maaf, soalnya perbendaharaan Hokkian saya baru sampai ke Kwee Tiauw, Siomay, Bakpao, Bak So, dan sejenisnya  :w

Dari nama biasanya kita bisa ketahui karakter ilmu yang dimaksud kan?

***

Lalu... ada beberapa hal yang saya penasaran...

kalau benar hawa sakti itu adalah hal yang diakumulasi hingga tak berbatas, mengapa praktisi Thi Khi I Beng harus hati-hati jangan sampai overload ketika menghisap tenaga lawan?

Mengapa bisa ada konsep tenaga berlebih yang harus disalurkan?

Kalau menilik ilmu Banjir Bandang Segara Asat, berlaku kaidah fisika biasa, bahwa fluida mengalir ke tempat yang tekanannya lebih rendah. Berarti praktisi ilmu ini sebaiknya orang yang kosong melompong dong ya?

Bisa salah hisap gak... jadinya malah menghisap hawa sakit dari lawan?

Bukannya gak percaya, ini namanya menyesuaikan informasi baru dengan kaidah yang sudah ada di pikiran. Maklum bukan orang sakti, jadi pemahamannya belum ada x-))
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: dsbasuki on 22/10/2010 10:39
Salam Buat Semuanya,
@Mas MPCRB: terima kasih untuk konfirmasi perbedaan TKIB dan BBSA. Sampeyan betul. Hal ini sekaligus juga membuat saya mengkoreksi keterangan saya sebelum ini. Dalam keterangan saya pada posting sebelum ini hanya mengacu pada efek akhir yang ditimbulkan, yaitu sama-sama "tersedot" tenaga dalam lawan.

Kalo TKIB yang versi "saya alami sendiri" (baca: saya "korban"nya  :D, BUKAN praktisinya) aplikasinya bisa keduanya, kalo sesuai dengan apa yang Mas MPCRB jabarkan. Berarti, dengan pendapat Mas MPCRB, sifatnya bisa pasif dan aktif. Hanya (mungkin saja) "syarat" yang berlaku pada BBSA (harus sepadan kekuatan tenaga dalamnya) tidak berlaku pada ilmu ini. Saya setuju dengan Mas MPCRB bahwa memang "rasanya" berbeda, walau akan berakhir sama. Perlu diketahui, nama ilmu yang "dikenakan ke saya" itu tidak ada namanya. Yang memberi nama TKIB itu ya kami-kami ini yang tukang baca KPH dan kebetulan "merasakan" demo itu. Wong Mas Pendekarnya waktu ditanya nama ilmunya, beliau bilang "yo mbuh, pokoke howone nek dilatih yo iso digawe koyok ngene" (ya tidak tahu, pokoknya hawanya kalau dilatih ya bisa dibuat seperti begini).  :)

Yang saya rasakan pada waktu "jadi korban":
Ketika saya menyerang dengan tenaga penuh dan disambut dengan relatif lunak (tetapi tidak nyeplos), tiba-tiba di dantien (tantien) seperti ada vacuum cleaner yang nyedot di dalam, membetot paksa energi dan mbrobos sampai tangan terus seperti lepas tak terkendali. Bola mata saya rasanya seperti tertarik ke dalam soket mata. Kejadian ini mungkin paling lama hanya 1-2 detik saja, tetapi saya rasanya seperti lemah lunglai (lungkrah dalam Bahasa Jawa).
Nah, kalau "rasa" yang diserang duluan (aktif kalau menurut deskripsi Mas MPCRB), bedanya ada semacam bola karet yang kenyal seperti gel sebesar kira-kira kelereng (gundu) berdiameter kira-kira 1cm-an menerobos masuk sampai dantien, lalu kejadiannya sama seperti yang sudah saya ceritakan di atas.

Saya juga percaya bahwa pemilik ilmu semacam TKIB dan/atau BBSA itu bukan hanya 1-2 orang saja atau 1-2 perguruan saja di dunia ini. Hanya saja, para praktisi dan pengamal ilmu itu (bisa dipastikan) tidak akan berkoar dan sesumbar kalo beliau bisa. Yang ga bisa dan sekedar tahu itu (yang ilmunya berdasarkan "katanya") yang (biasanya) berani nggedombos. Ya kayak saya ini contohnya.  [lucu]

@Mas Antara: Thi Khi I Beng = Mencuri Kekuatan Mengganti Semangat. Saya bukan praktisi TKIB, mungkin jawaban saya atas pertanyaan Mas Antara juga belum tentu benar. Sebenarnya, ini semua tidak terlepas dari konsep keseimbangan energi. Kalo kurang bisa sakit, kelebihan juga bisa menyebabkan sakit. Tubuh manusia punya keterbatasan. Manusia hanya bisa memaksimalkan apa yang sudah jadi batas maksimalnya. Tentu saja konsep "tak terbatas" itu disesuaikan dengan batasan maksimal seseorang. Mungkin analoginya begini: dalam charger baterai modern, bila kapasitas baterai sudah maksimal, maka charging akan "terputus", walau pun charger masih ditancepkan ke stop kontak dan masih ada listriknya dan "secara teori" masih nge-charge. Salah hisap? Kemungkinan besar bisa saja. Ga tau juga kalo ada "filternya" ya?  :) Kalo soal praktisi BBSA harus "kosong melompong", lha bagaimana dia bisa melancarkan serangan pembuka untuk menyedot kalo ga punya apa-apa?

@Bang Hummdee6. Singkat jawabnya: ADA. Menurut pendapat saya (CMIIW), kalau ada ilmu yang menyedot, tentu ada ilmu yang menambah. Lagi-lagi ini suatu konsep keseimbangan. Orang sehat, kalo ditambahin banyak energi sampai batas maksimum yang dia bisa tahan, otomatis jadi sakit. Apa yang Bang Hummdee6 ceritakan bahwa ada orang yang melakukan pengobatan untuk "membuang" kelebihan tenaga itu memang ada dan saya percaya.

Salam...

Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: mpcrb on 22/10/2010 11:45
Wong Mas Pendekarnya waktu ditanya nama ilmunya, beliau bilang "yo mbuh, pokoke howone nek dilatih yo iso digawe koyok ngene" (ya tidak tahu, pokoknya hawanya kalau dilatih ya bisa dibuat seperti begini).  :)

Kalau yang seperti ini, sering saya jumpai juga pada senior MP dan juga pada guru-guru aliran lain. Terkadang memang mereka tidak pernah (dan bisa jadi tidak akan pernah) berniat untuk mengilmiahkan penjelasannya. Pokoknya ya kalau dilakukan begini, hasilnya begitu. Persis seperti gambaran mas dsbasuki.

Termasuk ketika juga dilakukan pematahan benda keras dengan getaran (kalo versi MP). Ditanya teknik A dan B, yang keduanya berhasil. Yang satu mukul cuman 'ditempel', yang satu malah sekenanya. Tapi ya efeknya sama aja. Yang satu mengalirkan getaran pada suatu serangan (bisa jari, sisi telapak, atau telapak tangan, atau apa saja) lalu 'ditempelkan' pada sasaran, dan patah. Yang satu lagi, menyalurkan getaran pada alat penyasar sekaligus juga pada sasaran, lalu menarik bersamaan dan kemudian mukul aja sekenanya, dan patah juga. Lucunya ketika dicoba, ya bener juga. Meski masih bingung dengan penjelasan. :)

Ditanya, kenapa bisa begitu mas? Dijawab "yo mbuh... pokoknya kalau kamu lakukan seperti ini, maka akan terasa seperti ini, dan kemudian kamu teruskan seperti ini, maka hasilnya sepert itu". Tugas kita-kitalah sepertinya untuk menjembatani dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti. :)

salam.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Antara on 22/10/2010 17:30
@Mas Don,
Terima kasiuh banyak banget atas keterangannya. Cukup bisa dipahami.

Kalo soal praktisi BBSA harus "kosong melompong", lha bagaimana dia bisa melancarkan serangan pembuka untuk menyedot kalo ga punya apa-apa?
Ini berlaku gak melawan orang yang gak punya hawa macam saya? (kecuali hawa napsu x-))) atau hanya bisa diterapkan ke orang yang sudah punya tenaga sakti?
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: dsbasuki on 22/10/2010 18:01
@Mas Antara: Sama-sama Mas. Jelas ilmu semacam TKIB dan/atau BBSA bisa dipakai untuk menyerang orang yang tenaga dalamnya belum terbangkitkan, wong yang disedot itu chi/qi/prana si lawan. Tiap orang pasti punya qi, kalo ga, ya mati. Qi ini yang membuat suhu tubuh konstan sekitar 37 derajat Celcius.

Salam...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Antara on 22/10/2010 20:46
Waduh, kirain udah aman gak ada tenaga dalemnya... ternyata masih ada resiko kena juga ya? :'(

Jadi nambah nanya nih, Mas Don... tenaga dalam itu jadinya dibangkitkan apa dihimpun? Ibaratnya, kita ini batere atau generator? Dari tulisan-tulisan di atas kok kayaknya ada dua konsep nih...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: mpcrb on 22/10/2010 23:01
kalau menurut terminologi yang saya pahami dan rasakan, kita ini 'generator' mas, bukan batere. :)

Batere itu sifatnya statis, sedangkan generator itu sifatnya potensial.

Saya sering menganalogikan kalau switch dari 'generator' ini ada 3, yakni cipta-rasa-karsa. Ia hanya akan menjadi maksimum kalau ketiganya 'on'.

Tubuh ini adalah mahakarya dari sang pencipta yang tiada berbatas. Memiliki kemampuan tiada hingga sampai pada level sel dan mikro sel bahkan tingkat atomik. Sang pencipta sudah memberikan 'kemampuan' pada tubuh ini, tapi terkadang masih tersembunyi, belum semuanya muncul secara potensial. Harus digali, ditemukan caranya, dan kemudian menjadi bangkit. Istilah yang muncul adalah 'dibangkitkan', bukan 'dihimpun'. 'Dihimpun' baru bisa dilakukan setelah 'kebangkitan' terjadi.

Kalau istilah dibangkitkan, berarti ia sudah ada. Dan memang sudah ada. Itulah sebabnya dikatakan oleh mas dsbasuki kalau Thi Khi I Beng juga berefek pada tubuh normal. Karena meski normal, ia sebenarnya masih memiliki Chi yang belum terbangkitkan. Chi sebagai daya hidup, yang tanpanya manusia akan mati, yang dimiliki oleh setiap manusia, yang juga bisa ikut terhisap.

Meski demikian, ada analogi terbalik untuk ini juga bagi yang menginginkan keterbatasan, yakni bahwa kemampuan tubuh manusia ini dibatasi oleh imajinasi. Seperti halnya konsep chakra, konsep titik meridian, konsep 'organ' yang tidak nyata tapi bisa dirasa. Ia abstrak, imajiner. Karena ia imajiner, maka ia bisa menampung sebanyak-banyaknya tanpa batasan, ia akan bisa terus seperti itu selama praktisinya mampu menembus batas.

Awalnya tubuh dan pikiran menyatu. Kemudian ia memisah karena berbagai sebab. Belajar beladiri merupakan salah satu metode untuk mengajarkan kembali menyatukan keduanya. Ketika sudah menyatu, maka hal-hal luar biasa akan tampak ke permukaan. Berikutnya Sang Pencipta memberikan hati, sebagai 'balancer' untuk mengendalikan keduanya.

Dalam terminologi beladiri disebut dengan cipta-rasa-karsa. Penyebutan urutan ini bukan tanpa alasan. Tidak pula menjadi rasa-karsa-cipta atau karsa-cipta-rasa. Ini yang unik dan menarik. Sering didengar, tapi jarang diperhatikan. 'Rasa' ditempatkan pada tengah diantara 'cipta' dan 'karsa', karena ia bersifat penyeimbang. Kalau rasa tidak seimbang, berat pada salah satunya maka terjadi ketimpangan, muncul anomali. Entah anomali cipta atau anomali karsa.

But again, ini cuma personal opini. Bisa berbeda...

hehehe cuman olahpikir dari anak kemaren sore... :)

monggo ditambah atau dikurangi mas...

salam.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Suprapto on 23/10/2010 01:48
Sambil menunggu pencerahan dari mas Don;

Pendapat saya, pembangkitan dan penghimpunan itu satu rangkaian.
Pembangkitan itu dari  sesuatu tenaga yang sudah ada.
Penghimpunan yang bersumber dari dalam, energi yang tersebar dikumpulkan untuk didaya gunakan.
Sedang penghimpunan yang dari luar, termasuk dari nafas, adalah energi alam (energi bumi dan angkasa,termasuk tenaga matahari dan bulan. Kalau tetumbuhan katanya anak dari bopo angkoso dan ibu pertiwi...hehehe).

Masalahnya kan, apakah perlu terus menerus, belasan tahun menghimpun dilanjut menyimpan sampai menumpuk, atau hanya nyimpen dikit, lainnya hanya berlatih, agar bisa leluasa menyedot tenaga/ energi alam kapan perlu, menyalurkan dimana perlu.

Salam.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: hummdee6 on 23/10/2010 04:58
gile nih thread..
harus bongkar2 novel kho ping ho lagi nih... [top]

Kl begitu, tipe tenaga yg spt John Chang punya (yg ada di youtube) itu masuk yang kelebihan chi kali yaa.. 
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: dsbasuki on 23/10/2010 06:00
Salam Buat Semuanya,
Wah, jadi seru juga neh pembahasannya.  [top]
Kalo dijabarkan dan dianalogikan lebih lanjut, tubuh manusia itu sangat kompleks. Wong (sebagian besar dari kita percaya bahwa) tubuh itu merupakan jagad cilik (mikrokosmos). Jadi, apa yang ada di alam raya ini ada di dalam tubuh manusia.

Untuk analogi simple dari tenaga, saya lebih setuju dengan konsepnya Mas Suprapto. Tenaga dalam (qi) dalam tubuh kita ada yang menyebutnya sebagai bioelektrik. Nah, kalo kita sepakat dulu bahwa qi itu mirip atau mungkin bahkan sama dengan bioelektrik, maka akan lebih mudah dikonsepkan. Nah, dari lahir, tubuh kita punya qi, bioelektrik. Perabotan (organ-organ) tubuh, itu adalah perangkat untuk mengolah, menyimpan, menyalurkan, menambah bioelektrik. Dari analogi Mas MPCRB, baterai dan generator, ada persamaannya: alat kelistrikan. Baterai menyimpan listrik, generator menghasilkan listrik. Baterai dan generator adalah alat. Listrik adalah intinya. Dantien adalah tempat menyimpan qi. Cipta-rasa-karsa adalah jalan untuk pembangkitan dan penambahan qi. Dantien, cipta-rasa-karsa adalah alat. Qi adalah intinya. Sebagaimana generator menghasilkan listrik dari energi lain (mekanik menjadi listrik), maka cipta-rasa-karsa menghasilkan qi dari qi lain (bisa angin, tumbuhan, air, matahari, bulan, dll, seperti penjabaran Mas Suprapto).

Kalo soal suhu John Chang Surabaya seperti kata Bang Hummdee6, bisa ya dan bisa bukan. Ya kalau memang hasil qi yang disalurkan suhu John Chang itu dari tenaga ektra yang beliau miliki dari hasil penghimpunan sekian lama. Menjadi tidak bila qi yang disalurkan itu merupakan hasil dari penyedotan energi alam yang kemudian diolah di dalam tubuh dan disalurkan kembali ke pasien. Bisa juga kombinasi dari keduanya. Untuk pastinya, ya para pengamal ilmunya suhu John Chang yang tahu.

Terima kasih banyak buat semuanya. Alhamdulillah, pagi ini saya mendapatkan rezeki bisa menambah ilmu dari diskusi kita ini. Mohon maaf kalau saya keliru dalam menyampaikan pendapat dan mohon koreksi. Terlebih lagi, saya mohon maaf untuk kelancangan saya berani nggedombos dengan ilmu yang cetek dan rendah.

Jabat erat penuh hormat...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Suprapto on 23/10/2010 09:09
Merujuk hukum kekekalan energi.

Seseorang yang melakukan bantuan penyembuhan kepada pasien, dengan cara menyalurkan energinya, maka untuk menjaga keseimbangan energi di tubuhnya, tentu harus  menggantinya dengan mengambil energi dari luar sistim tubuhnya.
Ada yang perlu sessie khusus untuk "charging", setelah itu baru menyalurkan tenaga simpanannya (discharging) untuk menolong pasien2. Begitu habis, lemes, letoy, dan harus melakukan sessie charging lagi.
Ada model lain, yg menolong berapapun pasien, tetep segar bugar. Energi yang keluar langsung diganti oleh alam, istilah Choa Kok Sui, energy from heaven.

Keseimbangan energi, equilibrium, pada masing2 praktisi bisa berbeda beda derajatnya. Ada yang simpanannya mencapai besaran A pada saat mencapai equilibrium, pada praktisi lain bisa 10xA, atau berapapun.
Tetap balance, seimbang,  equilibrium pada level derajat/kapasitas masing2.
Ibarat makan, tidak boleh kekenyangan, bisa mengganggu kesehatan.
Istilah seorang Mpu, "di ngengehi", disisakan. Jangan ambil semua, jangan dikeluarkan semua.

Salam.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: mpcrb on 23/10/2010 12:45
Semakin menarik. ;)

Kembali pada konteks apakah dibangkitkan atau dihimpun. Kalaupun memang ia merupakan satu rangkaian, tentu harus ada proses yang mendahuluinya. Saya sepakat kalau tubuh adalah mikrokosmos. Tentunya potensi yang sudah dimiliki by nature oleh tubuh ini masih 'tersimpan'. Dan inilah yang saya sebut dengan istilah proses 'kebangkitan'. Harus ada proses kebangkitan terlebih dahulu untuk memudahkan seseorang melakukan proses penghimpunan meskipun pada hakekatnya ia adalah suatu rangkaian.

Tenaga yang tersedia bisa diambil darimana saja. Seperti yang sudah dijelaskan oleh mas suprapto, dari bopo angkasa dan ibu pertiwi, dari pohon yang sudah demikian tua, dari bintang, bulan, matahari, bisa macem-macem. Tetapi proses untuk mengenali semua itu, untuk bisa menghimpun semua itu tidaklah bisa dilakukan kalau potensi alamiah mikrokosmos seseorang belum terbangkitkan.

Pada teori Reiki misalnya, dikenal reiki tummo, yakni proses pembangkitan kundalini. Ia belum masuk proses penghimpunan. Meskipun serangkaian, tetapi tahap awal tetaplah pembangkitan.

Pada teori yoga, dikenal dengan proses pembangkitan dimana tiap-tiap chakra yang berjumlah 7 memiliki karakteristik yang berkenaan dengan sesuatu dan kemudian terhalang oleh sesuatu. Pada teori ini malah seseorang untuk mencapai jagat makrokosmos harus membangkitkan ketujuh chakranyq. Mulai dari chakra tanah, sampai dengan chakra mahkota. Teori yang melandasinya tetap sama, perlu dibangkitkan terlebih dahulu. Chakra tanah (merah) dikatakan berkenaan dengan bertahan hidup dan terhalang oleh ketakutan. Jadi ketika berlatih, maka ia harus membuang seluruh ketakutannya, meletakkan di depannya, agar chakra dapat terbuka/terbangkitkan. Chakra air, berkenaan dengan cinta dan terhalang oleh rasa malu. Agar terbuka, maka praktisinya harus menempatkan semua rasa malu pada dirinya dan mau menerimanya. Demikian seterusnya hingga chakra mahkota yang berkenaan dengan jagat raya dan terhalang oleh nafsu duniawi. Disini proses pembukaan chakra pada teori yoga dari India ini belum pada tahap menghimpun.

Tahap kebangkitan ini saya sering istilahkan dengan tahap 'kesadaran', tahap pemahaman. Tahap dimana kesadaran mulai muncul, tahap dimana pemahaman mulai muncul.

Lanjutan dari pengalaman diskusi dengan salah satu master Tai Chi di klenteng Cirebon, dikatakan kalau setiap praktisi yang berlatih Chi maka dalam dirinya akan terjadi pengendapan Chi (disadari ataupun tidak). Sehingga terbentuk inti Chi (atau inti prana).

Jadi, menurut yang saya tangkap, ada 3 bagian Chi (monggo dikoreksi kalau salah), dimana Chi yang pertama adalah Chi sebagai daya hidup (jenis chi yang kita perbincangkan pada Thi Khi I Beng), Chi yang kedua adalah Chi yang mengalami transformasi energi (jenis Chi yang dipapar oleh mas suprapto sebagai bagian dari hukum kekekalan energi, yang juga dilakukan oleh Choa Kok Sui, merupakan chi yang mengalami proses kegiatan 'hidup', entah untuk penyembuhan, atau pertarungan), dan Chi yang ketiga adalah Chi yang mengendap sebagai inti Chi (istilah beliau) yang bisa tetap tertinggal meskipun praktisinya sudah meninggal dunia.

monggo ditambahi atau dikurangi ...

salam.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Suprapto on 23/10/2010 15:16
Setuju, dimulai dengan upaya pembangkitan. Dari pembangkitan kemudian bisa LEBIH terhubung dengan energi diluar tubuh. Setelah terhubung, saluran itu bisa dipakai untuk menyerap/menghimpun  atau menyalurkan keluar.

Bahwa pada kegiatan pembangkitan, seseorang juga/sudah menyerap energi alam, dari udara melalui bernafas, atau makan makanan hasil alam. Energi alam tadi sudah diserap dan digunakan untuk kegiatan pembangkitan.

Dalam "meditasi" berbentuk STATIS, seperti yoga atau bentuk meditasi getaran MP, juga senam pengolahan MP ;  atau yg BERGERAK, seperti senam taichi dan senam pembinaan MP, atau juga melakukan jurus2 tertentu, tahap awal adalah membuka kantong2 energi, melancarkan jalur2 dan membesarkan generator energi dan membuka tempat2 untuk penyimpanan. Bahan bakar atau material dari luar berbentuk makanan (bentuk wadag) dan udara. Setelah itu bisa menghimpun lebih luas lagi, berupa energi alam yang lain.

Intinya, apakah terpisah dengan batas/sekat yang tebal atau tipis, untuk bung Antara, pembangkitan dan penghimpunan, kedua duanya adalah rangkaian suatu proses.

Salam.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: crashed brain on 23/10/2010 19:38
Thread starternya kemana nih?

Coba diuraikan konsep Thi Khi I beng itu sperti apa?

 [[peace2]] gw dah coba... sayang belum nemu spar...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: mpcrb on 23/10/2010 21:34
Konsep Thi Khi I Beng sudah dijelaskan oleh kang dsbasuki, coba dilihat pada postingan beliau.

Kalau sudah mencoba, berarti seharusnya konsep Thi Khi I Beng sudah sangat paham kang. :)

Monggo dibabar kalau berkenan, siapa tahu saya pribadi yang muda ini dapat mengambil manfaat dari pengalaman kang crashed brain...

salam.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: santri kinasih on 23/10/2010 22:07
Den Mas Crashed Brain, the  old master, turunan warok, pewaris eng jiaw kang sudah turun gunun..:D...Gara2 penasaran sama ilmu belut si May lee..sekarang ikutan mau bahas thi khi I beng..Monggo mas..mengigat masa lalu kita menamatkan kitab KPH di gua sekip dan terban depan fakultas pertanian..:).. Dari dulu mas CB kan yang lebih senang belajar baju besi dan eng jiaw kang ilmu yang dilatih kebalikannya TKIB dan it yan ci...:) (maap ya jadi agak oot, kaget aja liat om CB tiba2 muncul)..
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Antara on 24/10/2010 06:06
Huekkk... ini ilmu apaan lagiiiii....  [[run2]]

Gak heran kalau Abang Kamas saya yang satu ini sampai brain-nya crashed... x-)) Lah ilmu yang diuber segitu banyaknya ::).

Untungnya beliau memang rajin nge-back-up. :w

Monggo silaken dibabar... dulu waktu giliran saya meguru di Sekip dan Terban, kurikulum yang tersedia cuma ilmu pacaran, ya sudah, disyukuri dan pelajari yang ada saja. :-\
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: crashed brain on 24/10/2010 13:22
tuh kan.. uda SK keluar penyakit lamanya...
ayo dong uda SK dibabar definisi Thi Khi I Bengnya..  :P

itu gw coba2 seperti orang gila, gara2 uda SK ngasih unjuk penemuannya.. wkwkwkwkwk

*Kalo seperti babarannya KPH, yang bisa menyedot semua tenaga dalam hingga habis dan mati yang disedot, kekna cuma dibuku itu aja ye....  [[peace2]]
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: mpcrb on 25/10/2010 09:28
Tertarik dengan Thi Khi I Beng, kembali kontak salah satu master Tai Chi di Cirebon, dikatakan kalau keilmuan seperti itu (beliau tidak menyebutkan namanya, hanya efek akhirnya sama) bisa ditanggulangi dengan 2 cara:

1. Dengan 'memindahkan' jalur tenaga. Bagi yang menguasai Chi, setiap serangan biasanya akan menggunakan titik-titik tertentu sebagai pusat pengerahan Chi. Jangan gunakan aliran dari dantien, tutup jalur yang mengarah kesitu, pindahkan ke jalur yang lain. Sehingga kalaupun terserap, yang diserap hanya titik-titik yang tidak mematikan dan hanya menyebabkan kondisi lemah pada titik yang diserap. Kalau seseorang bertemu praktisi yang memiliki keilmuan seperti Thi Khi I Beng, maka sebaiknya ia sudah harus memindahkan jalur tenaga, atau kalau tidak mungkin, 'mengosongkan' sementara Chi pada dantien.

2. Dengan 'memuntahkan' semua Chi ke tubuh lawan. Konsekwensinya, lawan 'meledak' kelebihan Chi (kalau tidak mampu menampung, dengan asumsi tenaga Chi kita setara atau lebih besar dari lawan dan lawan tidak memiliki kemampuan ilmu kapas).

Tetapi ditambahkan kalau itupun hanya perkiraan. Karena kondisi di lapangan bisa berbeda. Yang jelas, pada tahap yang lebih tinggi, praktisi Chi yang hebat mampu memindah-mindahkan jalur tenaga, mengosongkan salah satunya, menutup atau membuka, titik-titik yang diinginkan. Karena pada prinsipnya setiap keilmuan pasti ada kelemahan.

Demikian, mohon koreksi dan tambahan kalau ada yang salah.

Salam.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: dsbasuki on 25/10/2010 12:47
Satu lagi antinya TKIB Mas MPCRB... JANGAN SAMPAI DISENTUH!
 :D

Salam...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: mpcrb on 25/10/2010 12:55
berarti kelemahannya dengan menggunakan pukulan jarak jauh tuw... ;)

masalahnya, bisa tahu apa nggaknya ini yang sulit. Ketemu lawan yang memiliki ilmu ini, toh kita tidak tahu. Tiba-tiba saja kita serang secara fisik (atau fisik+Chi). Eh kena juga ... hehehe

Jadi, memang caranya ya ada semacam serangan penjajakan. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan lawan. Atau kalau mau lebih extreem, ketemu lawan model apapun ya serang dengan pukulan jarak jauh saja terus hehehehe...

:)
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: mpcrb on 25/10/2010 13:15
kalau pukulan jarak jauh sudah tidak mempan juga, terpaksa pake jurus 'langkah jauh' alias sambil melangkah, sambil menjauh ...  [[run2]]

hehehe just kidding ...   x-))
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: sarung kampret on 25/10/2010 13:57
Setelah saya baca tulisan kawan-kawan saya di thread ini semuanya..

saya baru sadar, benar kata emak saya "lam jangan belajar ilmu dalaman silat tinggi-tinggi nanti jadi gila lho !!"
hehehehhehe   :D [[peace2]]
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: dsbasuki on 04/02/2011 08:22
Coba diuraikan konsep Thi Khi I beng itu sperti apa?
Coba Sampeyan baca-baca lagi thread ini dari awal sampai akhir. Pasti nemu konsepnya seperti apa, bahkan perbedaan dan persamaan dengan konsep ilmu "Banjir Bandang Segara Asat" juga ada.

[[peace2]] gw dah coba... sayang belum nemu spar...
Lho??? Kalo sudah nyoba, berarti sudah tau dong konsepnya seperti apa? Kapan-kapan ketemuan di Padepokan Silat yuk. Saya tertarik untuk jadi "korban". Nanti saya bisa kasih komentar gimana rasanya setelah Sampeyan jadikan sparring partner...  ;D  [[peace2]]

Salam...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: wolvie74 on 04/02/2011 09:08
ngiri juga pada semua sifu di sini sempat ngicipi [pek] biankun dan banjir bandar segara asat. teorinya sih gampang, kan "energy follows mind". masalahnya yg pengen bisa, cuman bisa baca KPH sama senopati pamungkas. gak mau latihan blas *pengakuan dosa hihihihi*
sepertinya bisa ngundang mas tangan awan tuh buat mengajak sifu-nya buat demo  *menghasut mode ON*
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: wolvie74 on 04/02/2011 20:35
mohon maaf.. ketinggalan sedikit kata, tapi besar sekali bedanya.... :-[

ngiri juga pada semua sifu di sini sempat ngicipi [pek] biankun dan banjir bandar segara asat. teorinya sih sepertinya gampang, kan "energy follows mind". masalahnya yg pengen bisa, cuman bisa baca KPH sama senopati pamungkas. gak mau latihan blas *pengakuan dosa hihihihi*
sepertinya bisa ngundang mas tangan awan tuh buat mengajak sifu-nya buat demo  *menghasut mode ON*
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Sawer Wulung on 06/02/2011 11:07
Saya ada cerita sedikit, ini dari guru saya Pa Ernawan alm dan Pa Agus, kakek guru saya Apih Oding pernah ada yang dateng buat tuker pukulan, pertamanya ga dilayanin, tapi karena maksa apa boleh buat kata apih. Mulailah berhadapan, gebrakan pertama sang penantang nendang perutnya apih, ga ditangkis malah diterima sama perut. Dan nempel tuh kaki diperut, tapi yang aneh yang nendang menjerit. Kakinya nempel diperut apih, dengan santainya apih jalan dengan kaki masih nempel diperut. Yang punya kaki jerit jerit kesakitan. Ga tega dilepasin tuh kaki. Ketika ditanya sama guru saya, gimana caranya dan tekniknya, apih cuma jawab PASRAH. Weleeeh......
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Sawer Wulung on 06/02/2011 11:10
Kedua guru saya masih penasaran sama tekhnik itu. Termasuk kategori ilmu yang lagi dibahas ga ?
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: santri kinasih on 07/02/2011 21:42
Kang sawer, bisa jadi ilmu kong apih itu thi khi I beng. Karena benar, kunci awalnya harus menerima.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Sawer Wulung on 07/02/2011 21:54
Kalo yg saya alami om sk, ketika saya usik dengan almarhum Pa Ernawan guru saya, hanya dengan gerakan kecil, kadang dengan putaran pergelangan tangan, ngegeserin kaki, narik baju. Efeknya lemes kaya ga ada tulangnya kadang ngerasa ada yg ditarik dari ubun2, tiba tiba lemes aja. Kangen juga sama beliau. Usik rasanya pool.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: dsbasuki on 08/02/2011 08:04
...ga ditangkis malah diterima sama perut. Dan nempel tuh kaki diperut, tapi yang aneh yang nendang menjerit. Kakinya nempel diperut apih, dengan santainya apih jalan dengan kaki masih nempel diperut. Yang punya kaki jerit jerit kesakitan. Ga tega dilepasin tuh kaki...
Bisa jadi itu adalah semacam ilmu Thi Khi I Beng. Nah, sekarang yang dirasakan si penyerang itu karena seperti "terbetot" (ada "sesuatu" yang menarik) atau "terpukul"/"tersetrum" (ada "sesuatu" yang menyerang). Kalau dari pengalaman saya sendiri, saya merasakannya seperti yang pertama, ada "sesuatu" yang membuat energi saya mbrobos tak terkendali.

Saran saya: pelajari baik-baik tuh ilmu langka. Kan sayang kalau sampai tidak ada yang meneruskan dari murid-murid Beliau.

Salam...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Bayu Umbara on 08/02/2011 10:07
wah jadi penasaran juga pengen liat, bagi-bagi dong kang sawer warisannya hehe,pelajari terus bro sayang kalau sampai hilang ilmu langka gurunya,terima kasih
salam
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Sawer Wulung on 08/02/2011 15:05
Sayangnya keduanya sudah ga ada, skarang tinggal Pa Agus yg saya tau, sesepuh dari cianjur saya belum sempat sowan kesana. Kalau yg saya sebutkan terakhir beda karakter rasanya, cenderung lebih meupeuh.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: santri kinasih on 09/02/2011 11:00
@sawer,

Apih atau om ernawan silatnya dari aliran apa?

nuhun
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Sawer Wulung on 09/02/2011 12:25
Kemungkinan turunan cikalong dah sahbandar. Karena kaidah kari madi sahbandar akrab terdengar. Tp sepertinya apih sendiri jarang nyebutin kaidah tersebut, mungkin beliau mah sudah mendarah daging, jd ilmunya sudah berdasarkan niat dan kehendak beliau.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: sukmo lelono on 24/02/2011 15:04

kalo lawannya thi ki ibeng pakai braja musti apa juga masih sanggup nyedot ya..

He....he....he..

siapa tahu ada yang mo praktekin....


salam
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Satria Piningit on 25/02/2011 15:44
mas sukmo saya kurang faham dengan braja musti bisa dijelasin seperti apa mas,thanks bro [top] [[run2]]
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: hb on 28/02/2011 09:34
kang SP, dulu ane pernah belajar ilmu brajamusti ini, ilmu ini untuk menguatkan pukulan/menghancurkan benda keras dll. Biasanya dilakukan dengan laku, kalau dulu dengan puasa mutih 7 hari dan dilanjutkan dengan melek/tidak tidur semalem untuk berdzikir/merapal mantra jurus tersebut. Kalau sukses maka mampu menghancurkan barang keras/pukulan akan menjadi dahsyat.

Tapi alhamdulillah ane sudah meninggalkan ilmu itu
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: sukmo lelono on 28/02/2011 10:10
He..he.., untuk om SP : Untuk Brajamusti kayaknya pernah dibahas deh di thread ini, dan mungkin mas don bisa bantu jelasin..., soalnya yang bisa ngelakuin dan praktek waktu pertandingan jaman dulu adalah temannya Pendekar Rambut Perak dan Pendekar Jari Sakti.

salam hormat

Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: dsbasuki on 28/02/2011 12:41
He..he.., untuk om SP : Untuk Brajamusti kayaknya pernah dibahas deh di thread ini, dan mungkin mas don bisa bantu jelasin...,
Ini thread yang dimaksud... Mungkin bisa sekalian didiskusikan lagi:
http://sahabatsilat.com/forum/silat-diskusi-umum/ajian-brajamusti/msg21534/#msg21534

soalnya yang bisa ngelakuin dan praktek waktu pertandingan jaman dulu adalah temannya Pendekar Rambut Perak dan Pendekar Jari Sakti.
salam hormat
Betul Mas Sukmo Lelono... Salah satu pemegang ajian "brajamusti" versi PD yang saya kenal baik dan dekat adalah salah satu dari trio Pendekar PD PLN (Mas Pendekar Rambut Perak, Mas Pendekar Satu Jari Sakti dan Mas Pendekar Tangan Sakti). Beberapa murid generasi kedua (murid dari murid-murid Pak Dirdjo) juga ada beberapa yang mempelajarinya, hanya saja, mungkin, belum sejadi murid-murid generasi pertama.

Salam hormat...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Suprapto on 28/02/2011 14:22
Nama ajian/pukulan/ilmu sisipan di khasanah Jawi banyak diinspirasi oleh nama keilmuan di pewayangan. Diambil spek nya, kemudian dicari/disusun cara untuk mencapainya.

Misalnya ajian brajamusti, brajadenta, pukulan srigunting, kotang antakusumo yang menjadikan Gatotkaca "otot kawat balung wesi kulit tembogo", "jinara menter, ora tedhas tapak paluning pande sisaning gurendo".
Meski demikian ada pelajaran, sekebal apapun sang Gatotkaca, ketika masih jabang Tetuka, tali pusarnya hanya bisa dipotong dengan warangka senjata Konta. Ternyata warangka tersebut masuk kedalam pusar jabang Tetuka.
"Curigo manjing warangka", Gatotkaca yang kebal, tidak berdaya terhadap senjata Konta yang masuk mencari warangkanya. Mati muda.
Juga ada banyak nama antara lain seperti bayu seto, bayubajra, hasto dahono, pukulan gelombang,  lembu sekilan, aji sirwendo (untuk memanah), watugunung, ... juga beberapa serangan jarak jauh yang mengadopsi sifat/spek dari masing2 senjata pusaka,.... kemudian ada pengasihan, panglimunan, sabdo dadi,., dsb.

Barangkali itulah sebabnya, banyak ilmu/ajian yang namanya sama, tapi ada beragam cara untuk mendapatkannya.

Salam.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: sukmo lelono on 28/02/2011 16:13

Dan berdasarkan cerita para senior saat itu, waktu ada acara pertemuan IPSI, lupa tanggal dan tempatnya, ada beliau mr X yang entah marah atau jengkel terhadap sesuatu hal, dan beliau menggebrak meja, dan mejanya gosong seperti dicap telapak tangan. dan menurut senior saya, itulah sepersekiannya brajamusti di perguruan kita.


salam hormat
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: hb on 28/02/2011 16:46
kang sukmo, menarik sekali infona...kalau tidak keberat apakah bisa dishare, bagaimana pola latihan ilmu brajamusti di PD, tentu saja bukan proses detail ya, karena rahasis negara  :D

matur suwun
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: dsbasuki on 28/02/2011 17:31
...kalau tidak keberat apakah bisa dishare, bagaimana pola latihan ilmu brajamusti di PD, tentu saja bukan proses detail ya, karena rahasis negara  :D
matur suwun
:) Kangmas HB, "brajamusti" termasuk ilmu yang "ekstra kurikuler", yang tidak ada di dalam kurikulum resmi PD. Dapetnya harus langsung meguru ke sumbernya langsung (baca: Mas Pendekar yang menguasainya). Mengapa? Karena di PD ilmu ini termasuk ilmu-ilmu kanuragan alias "ilmu muda", yang tidak akan ada artinya (alias jadi "tawar") bila berhadapan dengan kerohanian PD. "Lucunya", ilmu kanuragan diajarkan (resminya) setelah si murid mempelajari kerohanian PD sampai tingkatan tertentu. Dulu, menurut beberapa Mas Pendekar, Pak Dirdjo memang sengaja membuatnya demikian, karena bagi orang yang telah mempelajari kerohanian dengan baik, sudah tidak tertarik lagi dengan ilmu-ilmu kanuragan.

Ada sebuah contoh kisah nyata yang saya tahu sendiri.
Ada seorang murid PD yang telah menguasai ilmu tapak geni (jarinya bisa membakar kulit dan remasan jarinya bisa menghancurkan uang logam sampai jadi abu). Saat itu si murid PD mau "pamer" sama kakak seperguruannya. Kebetulan, si kakak seperguruan itu lagi pada posisi berdiri dekat dengan seorang Pendekar. Guess what? Ilmunya ga keluar! Begitu sang kakak seperguruan ditarik menjauh dari Mas Pendekar, dan si adik meminta untuk mengosongkan "pager" sang kakak, baru ilmu tapak geninya bisa keluar.  :D

Wah, kayaknya OOT di thread ini dan harus pindah ke thread "brajamusti" neh...
Sorry ya Mas Moderators... Monggo di pindah saja beberapa postingan tentang brajamusti di thread ini ke thread brajamusti.

Salam...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: ogebang on 01/03/2011 12:14
Salam Silat...

Kalo kemampuan " menyedot " Eter Bumi & Langitnya sdh lumayan...mustinya Ilmu Thi Khi I Beng ini bs dilatih...karena Thi Khi I Beng khan sejatinya menyedot energi lawan shg hilang/habis energinya...
Prinsip menyedot energi ini sebenarnya tidak harus menunggu sampe lawan menyentuh tubuh kita..Pada saat kita/dia pasang sikap pasang pun..aktivitas ini sdh harus diaktifkan...Pasang niat..selaraskan getaran kita dgn dia...tarik/sedot dech...energinya...ciri2nya kalo berhasil..lawan kita akan " Cengo / bengong " dgn pandangan mata kosong kayak abis liat kuntilanak lewat...he..3x...
Tinggal serang dech...gedubraaak...!! he..3x...
Kalo menghadapi lawan yg punya ilmu Thi Khi I Beng...kita hrs pasang pager badan / Garuda Benteng yg  extra rapat...Biasanya kalo dulu mo tawuran..saya bisa 50 x  Nafas Garuda Benteng..Insya Alloh eter kita gak kesedot..dan badan kita terlindung dr lemparan batu Intifadah pas tawuran...
Aplikasi yg pernah saya praktekkan adalah melawan orang yg pake senjata tajam...saya tarik sukmanya dgn nafas sesaat...dia langsung bengong..dan   
senjatanya saya ambil dgn mudah...2x ngalamin kayak gene...gara2 misahin orang tawuran..
Kalo yg jail2nya seh...saya suka nyedotin eter anak2 yg lagi latihan Olah Nafas...Badan yg letih gara2 kerja semaleman..jadi segar bugar dan sewaktu pulang siap menunaikan tugas memberikan nafkah batin ke istri tercinta...he..3x...
Apakah itu Thi Khi I Beng...?? Wallahu'alam...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: pangeran hitam on 11/04/2011 10:28
 :D aku boleh nyimak.. menarik nih..... aku belum pernah nyentuh yang beginian... :D
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: mpcrb on 11/04/2011 11:58
Kalo yg jail2nya seh...saya suka nyedotin eter anak2 yg lagi latihan Olah Nafas...Badan yg letih gara2 kerja semaleman..jadi segar bugar dan sewaktu pulang siap menunaikan tugas memberikan nafkah batin ke istri tercinta...he..3x...
Apakah itu Thi Khi I Beng...?? Wallahu'alam...

Untung istrinya ga ngerti getaran. Coba kalo ngerti getaran juga, ntar malah ditanya "mas, tumben. Lebih perkasa, tapi kayaknya auranya beda deeh... kayak auranya siapaaa gituuuw... ". Hehehehe.
 [[run2]]

Ampuun, jangan 'ditembak' dari jauh yaaa maas... :)
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Sawer Wulung on 11/04/2011 12:39
Hahahaha, kan yang penting gerakan yang bikin getaran mas agung. :D
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: By bocah rebelong on 11/04/2011 12:46
Mo nanya dikit,cerita dulu dikit ya,dulu saya pernah melerai orang berkelahi,ketika salah satunya jatuh saya masuk dgn cara tgn saya yang kiri menempel di tgn kanan orang yg saya lerai sedangkan tgn kiri saya menempel di dadanya,aneh orang tersebut yg lagi ngamuk itu bengong dan diam gak bergerak,ntu apa namanya ya? Waktu saya mencontohkan gerakan tersebut kepada tmn saya yg katanya bisa TD,gerakan tangan saya yg menempel di dada orang tersebut,katanya sambil menembak batin orang tersebut,emang bisa gitu ya?mohon bantuannya,trima kasih.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: ogebang on 11/04/2011 18:28
@mpcrb

Whua..ha...ha...3x...Bini gak perlu diajarin getaran..yg penting diajarin nafas mpot2  ayam..spy punya efek Thi Khi I Beng juga...nyedot2 & ngurut2....he...3x...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: ogebang on 11/04/2011 19:54
@Bocah Rebelong...

Salam Silat..Mas...
menarik juga pengalaman anda....saya coba jawab ya...dan juga temen2 yg sekalian silakan bantu jawab juga...
Dada merupakan salah satu Stasiun Energi yg memang ada hubungannya ke kecerdasan Emosi & Spiritual...Coba saja kalo kita lg ada masalah..dada kita serasa sempit dan sumpek khan...
Nah..orang yg anda tempel dadanya tsb lagi dalam keadaan emosi...frekuensinya lagi kacau...
Saya tidak tau penyaluran tenaga spt apa yg anda lakukan shg dia menjadi terdiam begitu...
Apabila anda tembak dia dgn penyaluran getaran yg bersifat menenangkan...biasanya dia kan luluh dan turun emosinya....
Silakan di tambahi teman2 yg lain...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: By bocah rebelong on 11/04/2011 21:54
Trima kasih mas ogebang atas jawabannya.
Tapi waktu melakukan itu saya ga ada niat untuk nembak atau apalah istilahnya,maklum ga faham,niat saya cuma satu agar perkelahian itu terhenti.oh iya sedikit saya ceritakan bahwa saya sempat berkenalan dgn tenaga dalam melalui sport margaluyu,tapi cuma sampai pelantikan/tikahan setelah itu ga di dalemin lagi,soalnya beberapa kali ngikutin materi lanjutan kaga bisa2,misalnya ketika di suruh melakukan gerakan jurus kemudian pelatih menembak saya,tidak ada reaksi apa2,padahal rekan2 saya terpental atau terpukul mundur ketika melakukan itu,kemudian juga di katakan kerah(mungkin sama maksudnya dgn getaran) saya tidak ada.akhirnya jd males dah nerusin,soalnya ga ngerti saya udah bisa apa belum.he he he maklum orang dableg.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: aki sija on 12/04/2011 07:15
Mohon bantuannya, apa arti dari kata Thi Khi I Beng secara harfiah.........Aki mau mencari-cari apa ada yg identik dengan kaidah Maenpo Cikalong.......

Makasih.  [top]
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: dsbasuki on 12/04/2011 08:07
Salam Aki Sija,
Mohon dan silakan balik-balik lagi halaman sebelum ini Ki. Pertanyaan Aki sudah dijawab.
Terima kasih.

Salam...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Sawer Wulung on 12/04/2011 13:38
Hehehe, sepertinya wa haji menemukan "sesuatu" ya wa. Tolong dibabar versi cikalong ya ki. Nuhun.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: aki sija on 12/04/2011 18:31
He he he......jadi minder ketika membaca kehebatan ilmu yg dibabarkan di tread sini dari mulai menyedot power apalagi sampai bisa berbalik kesakitan......sungguh luar biasa. [top] [top] [top]

Studi banding dengan praktek kaidah silat yang biasa dilakukan ada kemiripan tetapi hasilnya biasa2 saja tidak seampuh cerita tadi.........misalnya ketika lawan memegang keras tangan kita hanya berasa dari yang tadinya kuat ber-angsur2 melemah seperti memegang ban dalam sedikit2 menjadi kempes. [[run2]]

Apa seperti itu juga bisa dikatakan teknik Thi Khi I Beng ? [hai] [hai] [hai]
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: dsbasuki on 12/04/2011 19:10
...misalnya ketika lawan memegang keras tangan kita hanya berasa dari yang tadinya kuat ber-angsur2 melemah seperti memegang ban dalam sedikit2 menjadi kempes. [[run2]]

Apa seperti itu juga bisa dikatakan teknik Thi Khi I Beng ? [hai] [hai] [hai]

Bisa jadi itu adalah TKIB tingkat tinggi Ki, nyedotnya aluuuuussss banget..., tanpa harus melukai lawan, hanya melumpuhkan dan "memberi pelajaran" :)

Salam hormat...
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Sawer Wulung on 12/04/2011 20:14
Saya setuju sama om dsbasuki. Sepertinya kalau wa haji punya niat rada kejem, yg megang bisa abis tenaganya. Weh usik tingkat tinggi nih. Satowel ngeleketey. Hehehe.
salam hormat pada semuanya.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: santri kinasih on 13/04/2011 10:07
 8)Hmmm. Mas sawer..kalau ada niat kejam..musuh malah jadi nambah tenaganya, bukan habis..
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Sawer Wulung on 13/04/2011 12:18
Oh, iya yah. Intinya kan lebih ke pasrah ya. Kalo gitu agak sulit untuk di pake nyerang ya. Hmmm, baca dipostingan awal, om don cerita malah di pake buat nyerang ya. Energi nya di keluarin untuk dipake narik. Weleh ora mudeng aku.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: santri kinasih on 13/04/2011 15:30
Menarik energi orang, ibarat ingin mengundang orang datang ke 'acara' kita. Undangan bisa kita antar, sms atau email atau karena acara kita menarik, orang yang minta kita undang.
Mas Don gak salah, memang bisa dipakai untuk menyerang..tapi dia tidak cerita, waktu menyerang apakah ada 'energi tajam' yang ditonjolkan waktu menyerang?

Thi khi i beng, Im yang kun..atau tangan awan..ilmu2 yang ada di cersil khoo ping ho, tapi banyak yang bilang ilmu2 ini benar2 ada.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: By bocah rebelong on 13/04/2011 22:27
Nanya lagi ah, . . .kalau kita kerja berat tapi yg cape dan lelah orang lain,itu thi khi i beng bukan?
Kalau saya sih nyebutnya rasaku rasamu(rasainlu napa liatin aku,biar tau rasa kamu)  he he he
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: hummdee6 on 14/04/2011 06:03
Thi khi i beng, Im yang kun..atau tangan awan..ilmu2 yang ada di cersil khoo ping ho, tapi banyak yang bilang ilmu2 ini benar2 ada.
@Uda SK..
jurus tangan awan ada dalam taichi. Fungsi kasarnya: menepis serangan lawan (kl bagus, bs membuat lawan kehilangan keseimbangan) dan balik menyerang (lawan terserang krn tubuh lawan ke tarik. Sedangkan kita masih diposisi sendiri. Jadi lawan yg maju untuk menerima serangan, bkn kita yg menyerang.) .
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: santri kinasih on 19/04/2011 17:15
humdee, belajar dong tangan awan.. :)
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Sawer Wulung on 20/04/2011 08:34
Tahap awalnya lewat tui shao ya.
Uda SK, ane ikutan belajar dong
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: hangkitegale on 17/05/2011 20:58
salam kenal semuanya!

ane baru daftar dan tertarik dengan bahasan ini. sekalian mau share dan mohon masukan dari mas2/mbak2 semua. beberapa tahun yang silam, ane pernah bikin percobaan sedot menyedot tapi belum sampe menyedot tenaga lawan seperti thi ki i beng ini.

prosedur percobaannya:
1. duduk sila, punggung lurus, telapak tangan terbuka dan menghadap ke atas serta diletakkan di atas lutut, mata merem.
2. baca doa mohon perlindungan kepada ALLAH SWT dan pasang niat mohon izin kepada ALLAH SWT agar dibolehkan menghisap energi yang baik di alam ini.
3. meditasi dilakukan dengan nafas keluar masuk sama panjang dengan dibarengi zikir, lidah dilipat ke langit2 mulut.
4. konsentrasi di kedua telapak tangan.

yang dirasakan ketika itu adalah seperti ada pusaran angin kecil di tengah telapak tangan kemudian terasa ada aliran yang masuk (waktu itu kerasanya cuma sampe siku saja). setelah dirasakan beberapa saat, lalu percobaan diakhiri.

setelah "merasakan" itu, percobaan tidak pernah dilakukan lagi sampe sekarang. (nb: penyakit pribadi, baru nyicip udah merasa kenyang... hehehe....)
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: faiz on 05/07/2012 11:09
Hehe..gampang puas,gampang bosen..emang musuh utama belajar ginian terutama yg drop out perguruan dan nerusin belajar sendiri krn ga punya parameter dan kurang motivasi.
Mungkin bisa diawali dgn kembali ikut komunitas/perguruan2 yg memiliki hobi yg sama.
Aliran energi sampai siku krn kurang niat aja kali yah..
Mungkin bisa diniatin aliran nembus kelengan,tengah dada terus mengendap ke dantian.sambil rasa aliran energi tsb terus  dikawal seiring gerak nafas.
Cmiiw
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: Aldian Alif Sukmana on 15/08/2015 14:34
Saya ada cerita sedikit, ini dari guru saya Pa Ernawan alm dan Pa Agus, kakek guru saya Apih Oding pernah ada yang dateng buat tuker pukulan, pertamanya ga dilayanin, tapi karena maksa apa boleh buat kata apih. Mulailah berhadapan, gebrakan pertama sang penantang nendang perutnya apih, ga ditangkis malah diterima sama perut. Dan nempel tuh kaki diperut, tapi yang aneh yang nendang menjerit. Kakinya nempel diperut apih, dengan santainya apih jalan dengan kaki masih nempel diperut. Yang punya kaki jerit jerit kesakitan. Ga tega dilepasin tuh kaki. Ketika ditanya sama guru saya, gimana caranya dan tekniknya, apih cuma jawab PASRAH. Weleeeh......

Makasih atas ceritanya, ngomong ngomong apih oding itu memakai ilmu yang bernama Jurus V ciptaan beliau sendiri, memang benar kalo kuncinya jurus V itu adalah Pasrah.
Title: Re: Thi Khi I Beng
Post by: aki sija on 17/08/2015 06:19
Selamat pagi
Selamat ultah kemerdekaan Republik Indonesia
Hari ini tgl 17 Agustus 2015, berarti sudah 70 tahun usia hari kemerdekaan kita.
Kembali ke pembahasan TKIB
Kebetulan sekali Aki sangat tertarik sekali dengan pembicaraan TKIB ini.
Berbagai tulisan pendapat membuat kita mendapat tambahan wawasan.
Kali ini Aki mau mencoba lagi membabar dengan teori analisa logika agar mudah/gampang dimengerti......tapi maaf, Aki bukan berarti BISA ini mah hanya teori saja.

Bagaimana kalo kita buat 5 (lima) tahapan
1. Pertama
Kalo ada aksi serangan kita bereaksi untuk diterima ato ditolak
2. Kedua
Kalo ada aksi serangan kita lewatkan (liliwatan)
3. Ketiga
Kalo ada aksi serangan Kita bereaksi diikuti (berehan, Sunda)
4. Keempat
Kalo ada aksi serangan kita bereaksi dihilangkan (tenaga kosong)
5. Kelima
Kalo ada aksi serangan kita bereaksi untuk meneyedot.

Nah yang kelima inilah barangkali  cocok dengan TKIB.
Sekali lagi, Aki hanya mau mencoba menganalisa bukan berarti sudah BISA, tapi tidak mampu untuk itu.

Salam
Aki Sija