maaf bang sarung kampret...apakah ditanah arab sana ada perguruan silat atau perguruan tenaga dalam...
kalau ada cabangnya ada ngga ya di indonesia...
tks atas pencerahannya..
si tawon kencana...
Bos, kayaknya terbalik nih..
Silat ini berasal dari indonesia, jadi di tanah arab yang ada cabangnya, kemarin aja ada dari yaman belajar di padepokan TMII tuh....
Mungkin yang dimaksud metode dzikr menjadi tenaga dalam apakah ada di Tanah Arab sana?!?
Metode dzikr adalah metode yang dipakai sebagian para sufi (tasawuf'ers) sebagai bahan bakar untuk mencapai sebagian kerahasiaan Alloh SWT Yang Maha dari Segala-galanya, artinya untuk mencapai yang namanya "Samudera Rahasia". Walau ada sebagian masyarakat muslim mengatakan bahwa Dzikr adalah sesuatu yang baru (Bid’ah / Innovation) dan karena itu mereka tidak mau ber-Dzikr. (saya coba menjabarkan secara sudut pandang yang netral)
dzikru artinya Ingat, berapa banyak kata dasar dzikr di Alquran (Kitab Orang Muslim) inilah yang menurut saya kewajiban semua muslim untuk berdzikr,
tapi berdzikr karena Alloh SWT (Robbuna wa Robbukum) / Mendekatkan diri kepada Alloh SWT bukan karena Tenaga Dalam or yang lainnya.Saya sebenarnya tidak mengerti apa yang di maksud dengan Tenaga Dalam, Jika seseorang ingin memiliki pengetahuan tentang sesuatu hal, dia harus sudah memiliki pengetahuan dasar tentang hal tersebut dan kemudian bisa membuat pertanyaan tentang hal tersebut untuk menghilangkan keraguan dan menjadikan pengetahuannya meningkat menjadi sebuah keyakinan/kepastian (knowledge of certainty). Ada banyak tingkatan dalam kepastian/keyakinan . Jangan berfikir bahwa bila akan mencapai “Keyakinan yang Sempurna hanya dalam satu langkah, kita akan bisa menggapai “Keyakinan Sempurna” secara gradual, setahap demi setahap. Artinya Tenaga Dalam sebagai "As sualu nisful ilm" (Sebuah pertanyaan Ilmu Pengetahuan). Jadi masalah "Keyakinan" dan melatih "Kekuatan Fikiran" dari metode dzikr aja .
Namun kalau bicara Tenaga Dalam sebagai ‘khawariqul ‘adah’ (kemampuan luar biasa). Saya akan cerita : Suatu ketika seorang Muadzin melakukan panggilan sholat dan meneriakkan “Allahu Akbar (ALLAH Maha Besar)”, Mansur al-Hallaj (Tokoh Sufi) berteriak “Oh pembohong”. Masyarakat yang mendengar menangkapnya dan membawanya ke pengadilan dan melaporkan kepada hakim bahwa dia (Mansur al-Hallaj) meneriaki muadzin sebagai pembohong ketika sang muadzin meneriakkan Allahu Akbar”. Al-Hallaj menjawab, “ Ya…, saya panggil dia seorang pembohong.
Hakim berkata, “ Apa maksudmu ?, bagaimana kamu tahu kalau dia seorang pembohong. Al-Hallaj menjawab, “ Datanglah padaku, kalian semua yang ada disini. Mereka semua mengikutinya menuju suatu tempat pandai besi dimana ada sebuah besi besar disana. Al-Hallaj kemudian berdiri diatas besi tersebut dan berteriak Allahu Akbar. Besi tersebut mulai mencair dan mengalir seperti air, kemudian Al-Hallaj berkata, “Jika dia dengan sungguh2 meneriakkannya (Takbir), menara masjid itu akan runtuh, karena itu saya panggil dia seorang pembohong. Dia tidak mengucapkannya dengan "Keyakinan" , Jika dia melakukannya dengan keyakinan, segala sesuatu yang tidak hidup akan mengerti dan akan mencair seperti air".
Karena itu Sebagian umat muslim melatih "keyakinan" itu dilatihnya dengan dzikir.
Ps : untuk yang non muslim, banyak yang melatih dengan konsentrasi dan bersemedi atau bertapa, dan banyak santo-santo, dan pemuka agama lainnya yang mempunyai kekuatan dengan caranya keyakinannya masing-masing.
Sekali lagi saya menegaskan saya bukan ahli Tenaga Dalam dan tidak mengerti apa yang dimaksud tenaga dalam.