+-

Shoutbox

30/12/2023 22:12 anaknaga: Mudik ke Forum ini.
Mampir dulu di penghujung 2023..
07/11/2021 17:43 santri kinasih: Holaaaaas
10/02/2021 10:29 anaknaga: Salam Silat..
Semoga Sadulur sekalian sehat semua di Masa Pandemi Covid-19. semoga olah raga dan rasa dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita. hampur 5 tahun tidak ada yang memberikan komen disini.
23/12/2019 08:32 anaknaga: Tidak bisa masuk thread. dah lama tidak nengok perkembangan forum ini.
salam perguruan dan padepokan silat seluruh nusantara.
02/07/2019 18:01 Putra Petir: Akhirnya masuk jua... wkwkwk
13/12/2016 10:49 Taufan: Yuk ke Festival Kampung Silat Jampang 17-18 Desember 2016!!!
20/09/2016 16:45 Dolly Maylissa: kangen diskusi disini
View Shout History

Recent Topics

Kejuaraan Pencak Silat Seni Piala Walikota Jakarta Selatan by luri
24/09/2024 15:38

Kejuaraan Pencak Silat Seni Tradisi Open Ke 3 by luri
24/09/2024 15:35

Kejuaraan Terbuka Pencak Silat Panglima TNI 2024 Se-Jawa Barat by luri
24/09/2024 15:22

Berita Duka: Alamsyah bin H Mursyid Bustomi by luri
10/07/2022 09:14

PPS Betako Merpati Putih by acepilot
14/08/2020 10:06

Minta Do`a dan bimbingan para suhu dan sesepuh silat :D. SANDEKALA by zvprakozo
10/04/2019 18:34

On our book: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
13/03/2017 14:37

Siaran Radio ttg. Musik Pencak Silat di Stasiun "BR-Klassik / Musik der Welt" by Ilmu Padi
12/01/2017 16:19

Tentang buku kami: "The Fighting Art of Pencak Silat and its Music" by Ilmu Padi
17/10/2016 20:27

Hoby Miara Jin by anaknaga
19/09/2016 04:50

TALKSHOW SILAT - Silat Untuk Kehidupan by luri
22/06/2016 08:11

Thi Khi I Beng by aki sija
17/08/2015 06:19

[BUKUTAMU] by devil
09/06/2015 21:51

Daftar Aliran dan Perguruan di Indonesia by devil
01/06/2015 14:01

SILAT BERDO'A SELAMAT by devil
01/06/2015 13:59

SilatIndonesia.Com

Author Topic: maenpo Cikalong  (Read 453814 times)

Kang Yana

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 54
  • Reputation: 13
Re: maenpo Cikalong
« Reply #135 on: 10/08/2007 10:35 »
Nuhun Kisawung, salam lagi ka Dasep nanti BAN_BANAN lagi di Cianjur, saya kagum sama Abah Iip yang sudah hampir 90 tahun masih mampu ngaclengkeun barudak ngora.
Ki kalau saya pulang kita copy darat ya, di netralisir awak simkuring.....sekalian diantar neuleuman budaya Cikalong / Gulung/ Trumbu. Ari tos ngagulung di jiwa-raga Ki
, ya di Ki aja cukup kan?

Thanks you pisan DO'A nya,
ada bodor dari urang Bandung "Thanks you very much"  (ikan hiu makan tomat) :w :w


Kang Yana... Dasep salam katanya  ^:)^

Saya bersyukur banget Kang Yana, kami berharap Kang Yana yang akan bisa mengangkat harkat martabat Maen po / Silat Indonesia di USA... semoga ya Kang.. Hatur nuhun pisan
dan kami doakan jalannya Kang Yana lancar dan sukses, berkah selamat, rejeki lancar, amin  [thank]

Nagapasa

  • Naga Pasa - Naga Pamanah Rasa
  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 8
  • Posts: 927
  • Reputation: 48
  • Paku Jagat Ingsun
    • Nagapasa Blogs
  • Perguruan: Suliwa 5 adegan Serong
Re: maenpo Cikalong
« Reply #136 on: 20/08/2007 18:58 »
Kang yana,

sok atuh di lanjut, apakah silat maenpo berkembang juga di amerika? terus ada kah yang mengajarkan cikalong juga disana?

silahkan kang di share disini

Nuhun Kisawung, salam lagi ka Dasep nanti BAN_BANAN lagi di Cianjur, saya kagum sama Abah Iip yang sudah hampir 90 tahun masih mampu ngaclengkeun barudak ngora.
Ki kalau saya pulang kita copy darat ya, di netralisir awak simkuring.....sekalian diantar neuleuman budaya Cikalong / Gulung/ Trumbu. Ari tos ngagulung di jiwa-raga Ki
, ya di Ki aja cukup kan?

Thanks you pisan DO'A nya,
ada bodor dari urang Bandung "Thanks you very much"  (ikan hiu makan tomat) :w :w


Kang Yana... Dasep salam katanya  ^:)^

Saya bersyukur banget Kang Yana, kami berharap Kang Yana yang akan bisa mengangkat harkat martabat Maen po / Silat Indonesia di USA... semoga ya Kang.. Hatur nuhun pisan
dan kami doakan jalannya Kang Yana lancar dan sukses, berkah selamat, rejeki lancar, amin  [thank]
Susulan Liliwatan | Sulaya tina panyangka
visit my Blogs - www.nagapasa.multiply.com

Kang Yana

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 54
  • Reputation: 13
Re: maenpo Cikalong
« Reply #137 on: 21/08/2007 02:03 »
Kang yana,

sok atuh di lanjut, apakah silat maenpo berkembang juga di amerika? terus ada kah yang mengajarkan cikalong juga disana?

silahkan kang di share disini

Salam Kang Nagapasa,
perkembangan penca silat di Amerika cukup menarik bagi saya sejak belajar sebelum SD di Panglipur,PD, Syahbandar hingga sekarang PERSILAT .

Bangsa Amerika sudah mengenal tema pencak silat khususnya CIMANDE sebagai  "kaamengan budak2 USA". Walaupun cara pengajaran tidak mengikuti adat2 yang aslinya dari lelehur kita, bangsa USA mencoba beradaptasi dengan budaya silat menurut persepsi sejarah perjuangan bangsa USA merdeka,  yang kemudian menjadi negara adi kuasa.

Kita harus bangga bahwa budaya CIMANDE khususnya ulin/usik /ulin rasa/ulin raga/ulin leungit dinu caang orang sunda;  yang telah diajarkan oleh leluhur kita baik dari keturunan kerajaan orang2 sunda ; atau kaum ilmuwan yang peduli 7 amengan telah memberikan sumbangan ilmu ke manca negara menembus bangsa2 yang punya peradaban yang berbeda.  Seperti peradaban Agypt dengan Ramsis ke 2 raja/dianggap  tuhan, juga pendekar sejak 13 sebelum masehi; hingga ke Africa , Eropa dan negara muda North Amerika sudah mengenal dan menerima budaya penca silat khususnya Cimande.

Di USA sudah lebih 40 tahun Cimade berpengaruh di masyarakat;  walaupun penbendaharaan mereka masih minim meraba-raba dalam berlatih / melatih menyebarkan Cimande;  nilai2 penca baik dan buruk menurut pandangan yang kompeten di bidang penca silat dan harus selalu sentralisasi adalah "relatip".

Untuk khusus Maenpo Cikalong saat ini di USA belum terdengar siapa pelatihnya.
Kita harus berjuang kelipatan dari bangsa Amerika yang suka ingin cepat,tepat,  terbuka dan jelas dalam segala hal. Apakah bangsa Indonesia bisa meniru kecepatan produksi bangsa USA sabagai asset bangsa?.

Wassalam
Kang Yana

« Last Edit: 21/08/2007 02:12 by Kang Yana »

gehan

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 110
  • Reputation: 4
    • Email
Re: maenpo Cikalong
« Reply #138 on: 23/08/2007 15:38 »
 [top] [top] [top]

Nagapasa

  • Naga Pasa - Naga Pamanah Rasa
  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 8
  • Posts: 927
  • Reputation: 48
  • Paku Jagat Ingsun
    • Nagapasa Blogs
  • Perguruan: Suliwa 5 adegan Serong
Re: maenpo Cikalong
« Reply #139 on: 27/08/2007 11:15 »
wah bung gehan jangan ngabala dan kasih komennya cuman  [top] doang  ;D

kasih komentar atuh atau tulis sesuatu, di tunggu ya...


[top] [top] [top]
Susulan Liliwatan | Sulaya tina panyangka
visit my Blogs - www.nagapasa.multiply.com

maenpo

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 64
  • Reputation: 13
Maenpo Peupeuhan
« Reply #140 on: 31/08/2007 10:38 »
Salam

Teman-teman sahabat silat, kali ini saya tertarik untuk mengupas salah satu keunikan yang ada dalam Maenpo Peupeuhan. Unik karena ia berbeda dengan Maenpo yang lainnya.

Di dalam ilmu kepribadian terdapat suatu keyakinan bahwa masing-masing individu memiliki ciri yang bisa membedakannya dari orang lain, oleh karena itu ia merupakan individu yang unik. Dan kemampuannya dalam mengekspresikan keunikannya tersebut menunjukkan sejauh mana kualitas kepribadiannya. Hal ini juga berlaku dalam dunia beladiri. Pada dasarnya, perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam setiap aliran merupakan cara seseorang untuk mengekspresikan kekhasannya dari orang lain.

Pada Maenpo Peupeuhan, keunikan ini terekspresi dalam pola usiknya yang selalu menyertakan proses nyieun.

Nyieun adalah serangkaian gerakan yang dibuat sebelum sebuah serangan betul-betul dilakukan. Gerakan tersebut dibuat dengan menggunakan kaidah-kaidah yang terdapat dalam jurus dasar yang kemudian disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Di sini dituntut kreativitas serta pemahaman seseorang terhadap makna yang terkandung dalam setiap jurus.

Proses nyieun dalam usik Maenpo ini harus dibarengi dan dihayati dengan menggunakan "rasa". Rasa disini bisa berarti keyakinan bahwa gerakan-gerakan yang dilakukan mampu memberikan efek pada lawan. Atau sebagai penginderaan terhadap situasi di sekitar. Tanpa "rasa", gerakan-gerakan yang dilakukan tidak akan memancarkan aura yang dapat membuat ciut hati lawan. Atau malah dapat membuatnya terlambat bereaksi terhadap gerakan lawan.

Serangkaian gerakan yang dilakukan dalam proses ini, pertama dimaksudkan untuk menghentikan gerakan lawan. Yang kedua, untuk mempersulit lawan dalam melakukan serangan. Dan ketiga, untuk masuk kedalam jarak tembak.

Di dalam latihan membuat pola gerakan ini, seorang siswa Maenpo Peupeuhan harus mampu membayangkan reaksi lawan terhadap setiap gerakan yang ia lakukan, dan gerakan ia selanjutnya dilakukan untuk mengatasi reaksi lawannya tersebut.

Mungkin cukup sekian dulu dari saya, mohon Kang Bradlee dan Kang Pamanah Rasa ikut menambahkan...

Terimakasih


-  Akur jeung dulur, Panceg dina galur, Ngajaga lembur  -

parewa

  • Administrator
  • Calon Pendekar
  • *****
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 6
  • Posts: 601
  • Reputation: 50
Re: Maenpo Peupeuhan
« Reply #141 on: 31/08/2007 11:38 »
Salam

Teman-teman sahabat silat, kali ini saya tertarik untuk mengupas salah satu keunikan yang ada dalam Maenpo Peupeuhan. Unik karena ia berbeda dengan Maenpo yang lainnya.

Di dalam ilmu kepribadian terdapat suatu keyakinan bahwa masing-masing individu memiliki ciri yang bisa membedakannya dari orang lain, oleh karena itu ia merupakan individu yang unik. Dan kemampuannya dalam mengekspresikan keunikannya tersebut menunjukkan sejauh mana kualitas kepribadiannya. Hal ini juga berlaku dalam dunia beladiri. Pada dasarnya, perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam setiap aliran merupakan cara seseorang untuk mengekspresikan kekhasannya dari orang lain.

Pada Maenpo Peupeuhan, keunikan ini terekspresi dalam pola usiknya yang selalu menyertakan proses nyieun.

Nyieun adalah serangkaian gerakan yang dibuat sebelum sebuah serangan betul-betul dilakukan. Gerakan tersebut dibuat dengan menggunakan kaidah-kaidah yang terdapat dalam jurus dasar yang kemudian disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Di sini dituntut kreativitas serta pemahaman seseorang terhadap makna yang terkandung dalam setiap jurus.

Proses nyieun dalam usik Maenpo ini harus dibarengi dan dihayati dengan menggunakan "rasa". Rasa disini bisa berarti keyakinan bahwa gerakan-gerakan yang dilakukan mampu memberikan efek pada lawan. Atau sebagai penginderaan terhadap situasi di sekitar. Tanpa "rasa", gerakan-gerakan yang dilakukan tidak akan memancarkan aura yang dapat membuat ciut hati lawan. Atau malah dapat membuatnya terlambat bereaksi terhadap gerakan lawan.

Serangkaian gerakan yang dilakukan dalam proses ini, pertama dimaksudkan untuk menghentikan gerakan lawan. Yang kedua, untuk mempersulit lawan dalam melakukan serangan. Dan ketiga, untuk masuk kedalam jarak tembak.

Di dalam latihan membuat pola gerakan ini, seorang siswa Maenpo Peupeuhan harus mampu membayangkan reaksi lawan terhadap setiap gerakan yang ia lakukan, dan gerakan ia selanjutnya dilakukan untuk mengatasi reaksi lawannya tersebut.

Mungkin cukup sekian dulu dari saya, mohon Kang Bradlee dan Kang Pamanah Rasa ikut menambahkan...

Terimakasih


-  Akur jeung dulur, Panceg dina galur, Ngajaga lembur  -

 [top] [top] [top]

MORE.... MORE...... MORE................ [yahoo] [yahoo]

ane tambahin deh...... GRP buat sampean....


maenpo

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 64
  • Reputation: 13
Lebih Lanjut Mengenai "Rasa" dalam Maenpo
« Reply #142 on: 01/09/2007 11:04 »
Salam

Karena dalam Menpo banyak sekali pengertian yang menyangkut "rasa", saya tertarik untuk menjelaskannya dari perspektif yang saya miliki. Dan saya mohon apabila teman-teman sahabat silat memiliki pendapat yang berbeda dengan saya, tolong di share di sini.

Selama ini para ahli Maenpo banyak yang kesulitan dalam mendefinisikan "rasa" kepada orang awam. Padahal ini sangat penting agar fenomena-fenomena yang terjadi dalam Maenpo bisa dimengerti dan bukan dianggap sebagai hal mistis serta sulit dijangkau oleh akal. Dengan begini diharapkan animo masyarakat terhadap pencak silat bisa berkembang.

Dalam dunia beladiri, khususnya Maenpo, tingkatan "rasa" seseorang biasanya dikaitkan dengan kecepatan dan ketepatannya bereaksi terhadap gerakan lawan. Menurut penjelasan yang saya dapatkan dari ilmu yang mempelajari perilaku, reaksi yang muncul merupakan hasil dari serangkaian proses yang kompleks yang melibatkan sistem syaraf, alat indra, persepsi, dan memori seseorang.

Proses tersebut bila digambarkan secara singkat terjadi seperti berikut ini:

Stimulus yang datang diterima oleh komponen-komponen syaraf yang ada pada alat indra. Kemudian pesan rangsang tersebut diteruskan ke sistem saraf pusat untuk diterjemahkan. Proses pemberian makna terhadap stimulus ini dikenal dengan istilah persepsi. Persepsi melibatkan pengetahuan dari pengalaman-pengalaman di masa lampau yang tersimpan dalam memori. Hasil penerjemahan tadi kemudian diekspreskan dalam wujud tingkah laku.

Dari pengertian di atas saya mengambil kesimpulan bahwa "rasa" adalah pengindraan terhadap situasi di sekitar.

Ini menjelaskan salah satu prinsip yang ada dalam Maenpo, yaitu "teu numpangkeun rasa". Artinya, usaha untuk tidak memberikan kesempatan pada lawan mengindrakan gerakan-gerakan yang dilakukan, baik itu melalui proses menempel maupun ketika tidak bersentuhan dengan lawan. Hal ini juga berkaitan nantinya dengan pengertian "ngaleungit", namun hal tersebut akan saya jelaskan di lain kesempatan.

Saya harapkan umpan baliknya..

Terimakasih


-  Akur jeung dulur, Panceg dina galur, Ngajaga lembur  -


Nagapasa

  • Naga Pasa - Naga Pamanah Rasa
  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 8
  • Posts: 927
  • Reputation: 48
  • Paku Jagat Ingsun
    • Nagapasa Blogs
  • Perguruan: Suliwa 5 adegan Serong
Re: Lebih Lanjut Mengenai "Rasa" dalam Maenpo
« Reply #143 on: 06/09/2007 09:35 »
wah GRP deh buat kang Maenpo....

sok atuh kang di lanjut lagi perinsip 'ngaleungitnya' jangan sampe kang maenpo juga ikutan ngaleungit (ngilang)

saya jadi ingat catat saya tentang teknik di sabandar :
http://silatindonesia.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=12&artid=227&PHPSESSID=3fbbf114ab5671025f89a32bb36fb232

dimana ada 7 istilah yang di gunakan dalam sabandar diantaranya adalah ngaleungit ini.

btw, maenpo peupeuhan itu lebih deket ke sabandar ya dari pada cikalong ?

Salam

Karena dalam Menpo banyak sekali pengertian yang menyangkut "rasa", saya tertarik untuk menjelaskannya dari perspektif yang saya miliki. Dan saya mohon apabila teman-teman sahabat silat memiliki pendapat yang berbeda dengan saya, tolong di share di sini.

Selama ini para ahli Maenpo banyak yang kesulitan dalam mendefinisikan "rasa" kepada orang awam. Padahal ini sangat penting agar fenomena-fenomena yang terjadi dalam Maenpo bisa dimengerti dan bukan dianggap sebagai hal mistis serta sulit dijangkau oleh akal. Dengan begini diharapkan animo masyarakat terhadap pencak silat bisa berkembang.

Dalam dunia beladiri, khususnya Maenpo, tingkatan "rasa" seseorang biasanya dikaitkan dengan kecepatan dan ketepatannya bereaksi terhadap gerakan lawan. Menurut penjelasan yang saya dapatkan dari ilmu yang mempelajari perilaku, reaksi yang muncul merupakan hasil dari serangkaian proses yang kompleks yang melibatkan sistem syaraf, alat indra, persepsi, dan memori seseorang.

Proses tersebut bila digambarkan secara singkat terjadi seperti berikut ini:

Stimulus yang datang diterima oleh komponen-komponen syaraf yang ada pada alat indra. Kemudian pesan rangsang tersebut diteruskan ke sistem saraf pusat untuk diterjemahkan. Proses pemberian makna terhadap stimulus ini dikenal dengan istilah persepsi. Persepsi melibatkan pengetahuan dari pengalaman-pengalaman di masa lampau yang tersimpan dalam memori. Hasil penerjemahan tadi kemudian diekspreskan dalam wujud tingkah laku.

Dari pengertian di atas saya mengambil kesimpulan bahwa "rasa" adalah pengindraan terhadap situasi di sekitar.

Ini menjelaskan salah satu prinsip yang ada dalam Maenpo, yaitu "teu numpangkeun rasa". Artinya, usaha untuk tidak memberikan kesempatan pada lawan mengindrakan gerakan-gerakan yang dilakukan, baik itu melalui proses menempel maupun ketika tidak bersentuhan dengan lawan. Hal ini juga berkaitan nantinya dengan pengertian "ngaleungit", namun hal tersebut akan saya jelaskan di lain kesempatan.

Saya harapkan umpan baliknya..

Terimakasih


-  Akur jeung dulur, Panceg dina galur, Ngajaga lembur  -


Susulan Liliwatan | Sulaya tina panyangka
visit my Blogs - www.nagapasa.multiply.com

pamanah rasa

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 3
  • Posts: 57
  • Reputation: 11
  • Perguruan: Suliwa - Lima Adegan Serong
Re: maenpo Cikalong
« Reply #144 on: 06/09/2007 15:39 »
leres pisan kang Naga.

Setelah melakukan penelusuran ke beberapa tempat dan tokoh, ternyata memang maenpo peupeuhan ini adalah syahbandar.

Kenyataan itu bersandar pada beberapa hal, antara lain:

1. Tokoh-tokoh yang menjadi guru dari para guru-guru maenpo era sebelumnya adalah tokoh-tokoh yang mempraktekan dan mengajarkan aliran syahbandar dalam kehidupan sehari-harinya.

2. Sebagian besar istilah yang ada di MP juga dikenal baik di aliran syahbandar.

3. Bentuk, Pola dan Kaidah yang dipakai dalam usik kental sekali dengan unsur permainan Syahbandar.

Mengenai jurus dasar yang berbeda, kami (beberapa saja. pendapat ini bukan pendapat resmi perguruan, hanya personal saja) berpendapat ini terjadi di era pewarisan oleh Wa Acep Tarmedi ke Gan Salim. Gan Salim sendiri berguru dari beberapa tokoh Syahbandar lainnya, diantaranya Neng Oha dan Wa Da'i Satuduit.

Tapi, perubahan ini bukan sesuatu yang sifatnya prinsipil atau fundamental. Perubahan ini saya lihat lebih kepada satu sistem untuk mempercepat keberhasilan siswa dalam melatih aliran Syahbandar ini. Sedang menyangkut tujuan akhir yang mengarah kepada Paham, Rasa dan Kaidah usik Syahbandar kami tidak melihat adanya perbedaan dalam hal ini.

Mengenai jurus nafas dan penggunaannya, saya hanya bisa bilang untuk MP yang saat ini, hal itu tidak menjadi perhatian dan tidak diajarkan, dengan alasan yang tentu saja hanya pewaris saat ini yang mengetahuinya.

Tapi, penelusuran ke beberapa tokoh tua yang pernah belajar dari Pak Rais, penuturan kang Rafijen sendiri dan beberapa literatur tua MP yang kami temukan, menunjukan jika latihan nafas sendiri dikenal dalam khazanah keilmuan Maenpo Peupeuhan.

Mungkin, yang bisa saya katakan, MP sekarang lebih berorientasi pada pengolahan teknik-teknik usik atau pertarungan fisik aliran Syahbandar dan bukan pada sisi tenada dalam dan kebatinannya.

Begitu mungkin kang naga, sedikit tambahan dari saya.

Mengenai prinsip ngaleungit dan rasa itu sendiri, karena rekan Maenpo yang membukanya, saya serahkan saja pada yang bersangkutan untuk menyelesaikannya :D

bradlee

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 1
  • Posts: 173
  • Reputation: 19
Re: maenpo Cikalong
« Reply #145 on: 06/09/2007 22:54 »
Nah, kalo diskusi gini menarik  [top]
Boleh dong saya sedikit ikutan...  ;D

"Teu numpangkeun rasa", rasanya pemahaman saya berbeda dengan Kang Maenpo. Tapi nanti aja ah saya jelasinnya  :w
Lapar sekarang mah... masak dulu  ;D

Btw Kang Pamanah Rasa, mungkin "perubahan" jurus-jurus Maenpo Peupeuhan itu terjadinya ketika pewarisan dari Gan Salim ke Pak Rais. Pendapat saya seperti itu, dengan alasan Gan Salim ini termasuk orang yang "ngider". Belajar kesana kemari (Di Cikaret dikenal sebagai Tuan Salim murid Neng Oha. Di Forum tetangga yang bahas Maenpo ada juga Ami Salim Alkatiri, saya duga ini orang yang berbeda). Sedangkan Pak Rais sendiri, diketahui hanya belajar pada satu orang... yaitu bapaknya (Gan Salim). Gimana Kang Pamanah Rasa, ada korekesi atau pendapat lain?
"Ti Iwung Nungtung Ka Padung, Ti Kanteh Dugi Ka Boeh, Diajar Hirup Nu Teu Mawa Ceda, Lir Ibarat Sinar Mustika, Bari Nyusul Nu Ngaliwat, Malikeun Panyangka Nu Sulaya, Ngabagi Bagja Kanu Sangsara"

aircadas

  • Guest
Re: maenpo Cikalong
« Reply #146 on: 07/09/2007 00:42 »
Nah, kalo diskusi gini menarik  [top]
Boleh dong saya sedikit ikutan...  ;D

"Teu numpangkeun rasa", rasanya pemahaman saya berbeda dengan Kang Maenpo. Tapi nanti aja ah saya jelasinnya  :w
Lapar sekarang mah... masak dulu  ;D

Btw Kang Pamanah Rasa, mungkin "perubahan" jurus-jurus Maenpo Peupeuhan itu terjadinya ketika pewarisan dari Gan Salim ke Pak Rais. Pendapat saya seperti itu, dengan alasan Gan Salim ini termasuk orang yang "ngider". Belajar kesana kemari (Di Cikaret dikenal sebagai Tuan Salim murid Neng Oha. Di Forum tetangga yang bahas Maenpo ada juga Ami Salim Alkatiri, saya duga ini orang yang berbeda). Sedangkan Pak Rais sendiri, diketahui hanya belajar pada satu orang... yaitu bapaknya (Gan Salim). Gimana Kang Pamanah Rasa, ada korekesi atau pendapat lain?

Ada yang sangat ane tunggu dari forum ini , yaitu tulisan kang Bradlee, Kisawung, Nagapasa, dll, enak banget bacanya dan nggak bikin pusing, ane seneng bila tulisan anda semua bikin wawasan ane nambah, akang2 semua ane kasih jempol dech [top]

pamanah rasa

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 3
  • Posts: 57
  • Reputation: 11
  • Perguruan: Suliwa - Lima Adegan Serong
Re: maenpo Cikalong
« Reply #147 on: 08/09/2007 20:06 »
Nah, kalo diskusi gini menarik  [top]
Boleh dong saya sedikit ikutan...  ;D

"Teu numpangkeun rasa", rasanya pemahaman saya berbeda dengan Kang Maenpo. Tapi nanti aja ah saya jelasinnya  :w
Lapar sekarang mah... masak dulu  ;D

Btw Kang Pamanah Rasa, mungkin "perubahan" jurus-jurus Maenpo Peupeuhan itu terjadinya ketika pewarisan dari Gan Salim ke Pak Rais. Pendapat saya seperti itu, dengan alasan Gan Salim ini termasuk orang yang "ngider". Belajar kesana kemari (Di Cikaret dikenal sebagai Tuan Salim murid Neng Oha. Di Forum tetangga yang bahas Maenpo ada juga Ami Salim Alkatiri, saya duga ini orang yang berbeda). Sedangkan Pak Rais sendiri, diketahui hanya belajar pada satu orang... yaitu bapaknya (Gan Salim). Gimana Kang Pamanah Rasa, ada korekesi atau pendapat lain?

Pemahamannya beda ya soal teu numpangkeun rasa? Sok atuh, di adukeun, saha nu pemahamanna leuwih mendekati bener..  ;D
^:)^   ^:)^

Soal Gan Salim belajarnya muter, saya sepakat sama anda kang Brad. Tapi, yang harus dilihat, semua guru yang didatanginya itu adalah guru-guru Aliran Syahbandar yang sangat kental. Kecuali mungkin Neng Oha yang punya warna sedikit berbeda.

Perlu di ketahui, ketika Gan Salim belajar pada Neng Oha, Neng Oha sudah menjadi seorang ahli Peupeuhan yang diwariskan dari Aki Pe'i. Saat itu, orientasi permainan neng Oha sudah bukan lagi Syahbandar, tapi lebih condong kepada Peupeuhan-na Aki Pe'i.

Gan Salim sendiri, mungkin karena lebih cinta Syahbandar, tidak mempelajari Peupeuhan Aki Pe'i dari neng Oha, tapi tetap mendalami Syahbandar di bawah bimbingan neng Oha.

Tapi, walaupun begitu, beberapa prinsip dan kaidah usik peupeuhan Aki Pe'i ini sepertinya terserap secara tidak langsung saat neng Oha dan Gan Salim berlatih usik. Beberapa masukan dari Peupeuhan Aki Pe'i yang secara tidak langsung terserap saat berlatih usik tersebut hingga saat ini masih ada dan terasa dalam permainan Maenpo Peupeuhan. Itu sebabnya, permainan Syahbandar dari jalur gan Salim memiliki nafas Peupeuhan yang cukup kental di dalam aplikasinya.

Mengenai perubahan jurus menjadi 11 seperti saat ini, saya sepakat dengan akang, lebih condong untuk mengatakan ini dilakukan oleh Gan Salim. Dengan alasan sebagai berikut:

1. Hasil memutar kepada beberapa beberapa guru Syahbandar yang tentunya memiliki kesenangan, keahlian khusus dan pemahaman yang berbeda-beda tentunya membuat pemahaman Gan Salim menjadi lebih terbuka untuk menemukan pola latihan yang cocok untuk dirinya.

2. Pak Rais belajar Maenpo di usia yang cukup lanjut, yaitu lewat usia 25 tahun. setelah sebelumnya asik dengan sepak bola dan Tinju. Sepertinya untuk menghasilkan perubahan yang mendasar dalam waktu singkat sangat sulit.

3. Pak Rais hanya belajar dari 1 orang, yaitu Gan Salim. Dan berdasarkan cerita kang Rafijen, pak Rais merupakan sosok orang yang fanatik terhadap alirannya dan tidak memiliki kecenderungan merubah apapun.

4. Kalaupun ada yang berubah, sebenarnya lebih tepat di sebut penambahan, yaitu pada unsur Speed yang mungkin terpengaruh dari hobby sebelumnya yaitu sepak bola dan tinju dan juga Ibing penca Kacapi Suling. Hanya ini bentuk perubahan atau penambahan yang tercatat dilakukan oleh pak Rais.

Kira-kira kitu kang, analisis saya tersebut.

maenpo

  • Anggota Tetap
  • ***
  • Thank You
  • -Given: 0
  • -Receive: 0
  • Posts: 64
  • Reputation: 13
Re: maenpo Cikalong
« Reply #148 on: 10/09/2007 08:33 »
GRP untuk kang Pamanah Rasa

Sok atuh dilanjut lagi, saya kebetulan lagi sibuk nih hehehehe

Nagapasa

  • Naga Pasa - Naga Pamanah Rasa
  • Pendekar Muda
  • **
  • Thank You
  • -Given: 1
  • -Receive: 8
  • Posts: 927
  • Reputation: 48
  • Paku Jagat Ingsun
    • Nagapasa Blogs
  • Perguruan: Suliwa 5 adegan Serong
Re: maenpo Cikalong
« Reply #149 on: 10/09/2007 09:55 »
GRP buat semua  [top]

satu pertanyaa lagi dari saya yang awam.

sepertinya aki Pe'i ini sangat berpengaruh pada permainan Maenpo Peupeuhan.

nah pertanyaan saya sebenarnya Aki Pe'i ini 'Ulin' atau permainannya itu aliran apa? dari mana silsilahnya dan bagaimana sehingga unsur permainan aki pe'i ini masuk di Maenpo Peupeuhan?

he he he, cuman penasaran saja  ;D
Susulan Liliwatan | Sulaya tina panyangka
visit my Blogs - www.nagapasa.multiply.com

 

Powered by EzPortal